#DIRECTION
Hari:
Rabu, 10 Januari 2018
#DIRECTIONSERIES
Lebih
dari Tongkat, Hanya Tongkat (3)
Yakobus 4:6 (TB), “Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar
dari pada itu. Karena itu Ia katakan: ‘Allah menentang orang yang congkak,
tetapi mengasihani orang yang rendah hati.’”
Tuhan ingin menjelaskan kepada kita
kalau kita ingin dekat dengan-NYA, kita tidak dapat mendekatiNya dengan
kebanggaan kita, tetapi kita perlu datang dengan sebuah tongkat yang
biasa/kerendahan hati.
Tuhan lebih peduli melihat SIAPA kita
melebihi kesuksesan kita, kekayaan dan apapun yang kita lakukàn. Datanglah kepada
Tuhan dengan sebagaimana kita adanya (rendah hati) karena DIA mengasihi orang yang
rendah hati dan menentang orang yang congkak, semakin dekat dan terus bersandar
kepadaNYA. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita
hari ini:
PL: Kejadian 25 dan 26, Mazmur 6
PB: -
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IMFavored
Sumber: Warta Komsel Minggu Pertama 7
Jan 2018
Madam
Ossy
SAAT TEDUH. Rabu, 10 Januari 2018. WARISAN
IMAN. Bacaan: 2 Timotius 1:3-14. Peliharalah harta yang indah, yang telah
dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang tinggal di dalam kita (2
Timotius 1:14). Ada berbagai bentuk warisan. Ada warisan yang bersifat
kebendaan: rumah, tanah, harta, deposito, dan sebagainya. Ada pula warisan yang
tidak terlihat: ilmu pengetahuan, pendidikan budi pekerti, teladan hidup, dan
sebagainya. Dalam bacaan hari ini, Rasul Paulus membicarakan warisan jenis yang
kedua, yaitu warisan iman. Iman itu tidak terlihat, namun dampaknya terlihat
dalam hidup seseorang. Iman mencelikkan mata kita sehingga menyadari bahwa keselamatan
dan panggilan kita itu “bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan
maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam
Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” (ay. 9). Iman menggugah kita untuk
mengobarkan karunia Allah (ay. 6), hidup dalam kekuatan, kasih, dan ketertiban
(ay. 7), serta tidak malu bersaksi tentang Tuhan (ay. 8). Paulus berdoa agar
Timotius bertekun dalam kehidupan iman tersebut. Iman dan dampaknya dalam hidup
sehari-hari itu merupakan karunia dan karya Roh Kudus (ay. 12, 14). Namun,
Tuhan dapat memakai seseorang untuk mewariskan iman tersebut kepada orang lain.
Paulus melihat Timotius mewarisi iman dari ibunya, Eunike, yang mewarisinya dari
neneknya, Lois (ay. 5). Iman Timotius juga semakin diteguhkan oleh ajaran sehat
dan teladan Paulus (ay. 13). Sungguh suatu warisan yang teramat berharga! Bagaimana
dengan kita? Warisan apakah yang kita persiapkan bagi generasi yang akan
datang? Apakah kita memprioritaskan pewarisan iman kepada mereka? WARISAN IMAN
ADALAH WARISAN YANG TERAMAT BERHARGA, BUKAN HANYA UNTUK HIDUP SEKARANG,
MELAINKAN JUGA UNTUK KEKEKALAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus menyertai senantiasa.
#LoveTheBible – Bacaan: Kejadian 25-26 dan Mazmur 6.
WM
Stars
MASIHKAH ADA KERAGUAN? Keragu-raguan
adalah bukti bahwa pengenalanmu akan Tuhan belum mencapai yang
seharusnya. Allah tak pernah merasa nyaman akan setiap
ketidak-percayaanmu; Oleh sebab itu Dia selalu menegur dengan keras murid-murid-Nya
kalau mereka tidak mempercayai apa yang Yesus katakan (Mat 8:26; Mat 17:17).
Tuhan ingin membangun pemahaman dan
pengenalanmu akan Dia, sampai imanmu cukup memadai sehingga dapat mempercayai
dan menaati-Nya dalam setiap situasi. Ketika Tomas tidak mempercayai-Nya, Yesus
menampakkan diri sedemikian sehingga semua keraguannya sirna (Yoh 20:27). Berdoalah
dan milikilah persekutuan yang erat dengan Tuhan dan alamilah Dia, sehingga Anda
semakin mengenal dan mempercayai-Nya dalam setiap situasi. Tuhan tolonglah kami
yang kurang percaya (Markus 9:23-25).
Matius 8:26 (TB) Ia berkata
kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah
Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
Yohanes 20:25, 27 (TB)
25 Maka kata murid-murid yang lain itu
kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum
aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke
dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali
aku tidak akan percaya.”
27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah
jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke
dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
Matius 17:17 (TB), Maka kata Yesus: ‘Hai
kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus
tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah
anak itu ke mari!’
Markus 9:23-25 (TB)
23 Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau
dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
24 Segera ayah anak itu berteriak: “Aku
percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”
25 Ketika Yesus melihat orang banyak
makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai
kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau,
keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!”

No comments:
Post a Comment