#DIRECTION
Hari:
Jumat, 12 Januari 2018
#DIRECTIONSERIES
Filipi
3:13-14 (TB)
Dalam Filipi 3, Paulus menggambarkan
bagaimana hal itu berkaitan dengan kehidupan kita orang percaya. Ia ingin
memusatkan perhatian kepada hal yang paling penting, bukan teralihkan oleh
hal-hal yang kurang penting. Ia berkata, “Tetapi
ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan
diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada TUJUAN untuk
memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus”
(ay.13-14).
“Tetapi ini yang kulakukan.” Dalam
dunia yang berusaha merebut perhatian, penting bagi anak-anak Tuhan untuk tetap
memusatkan perhatian, dan tidak ada fokus yang lebih baik selain Yesus Kristus
sendiri. Apakah DIA yang paling penting bagi kita? Apakah fokus/TUJUAN
HIDUP kita hanya tertuju kepada DIA?
Tuhan Yesus, bawalah perhatian
kami untuk tidak mudah dialihkan dari-Mu atau oleh hal-hal yang
kurang berarti. Tolong bawa kami kembali ke jalan-Mu dan ajar kami fokus pada hal
yang paling penting yaitu pada TUJUAN hidup kami. Kiranya kami belajar
untuk selalu mengutamakan-Mu. Karena kami tahu keberhasilan hidup
bagi Kristus tercapai ketika mata kami terus TERTUJU kepada-MU. Amin.
#BibleMessages
#BuildingABetterYou
#DirectionSeries
Note:
Jangan lewatkan Pembacaan Alkitab kita
hari ini:
PL: Kejadian 29 & 30
PB: -
#LoveGod
#lovepeople
#lovethebible
#IM Favored
Madam
Ossy
SAAT TEDUH. Jumat, 12 Januari 2018. BERTUMBUH
DALAM PERSEKUTUAN. Bacaan: Kisah Para Rasul 2:41-47. Sebab kamu tahu bahwa
dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (1 Korintus 15:58b).
Saat tiba di tempat pelayanan baru, beberapa saudara seiman yang tergabung
dalam persekutuan di tempat kerja kami mengunjungi saya. Selain datang untuk
menyapa dan memberikan ucapan selamat datang, mereka berdoa dan mengajak saya
bergabung. Walau telah cukup lama terlibat dalam dunia pelayanan, kunjungan ini
mendatangkan kehangatan dan semangat untuk kembali bertumbuh dalam persekutuan
di tempat yang baru. Jemaat mula-mula tak hanya bertekun dalam berita keselamatan
yang disebarkan oleh rasul-rasul, namun juga dalam persekutuan sebagai sesama
orang percaya (ay. 42). Saat mereka memilih untuk bersekutu, segala keakuan dan
mementingkan diri sendiri pun seolah sirna. Milik pribadi menjadi milik bersama
(ay. 44), selalu berbagi (ay. 45), riang gembira dan hidup dengan ketulusan
(ay. 46). Persekutuan mereka tak hanya berdampak bagi mereka, namun juga bagi
orang luar yang menyaksikan. Koinonia dalam Perjanjian Baru selain
diterjemahkan sebagai “persekutuan” juga diterjemahkan dengan kata-kata, “kontribusi”,
“berbagi”, dan “partisipasi”. Masih banyak orang yang enggan bergabung dan
melibatkan diri secara aktif melalui persekutuan yang ada di sekitarnya. Ada
yang karena merasa tak punya banyak waktu, ada yang karena enggan berbagi, tak
mau repot dan sebagainya. Kiranya kita menyadari bahwa kehadiran kita dalam
persekutuan memungkinkan kita menjadi bagian dalam pekerjaan Tuhan dan
melakukan sesuatu bagi-Nya. Kita tak hanya melakukan sesuatu secara bersama
namun terlebih untuk melakukan kehendak Tuhan bersama-sama. PERSEKUTUAN
YANG BAIK ADALAH YANG MAMPU MEMBUAT KRISTUS DIKENAL JAUH LEBIH BAIK. Selamat
pagi. TGIF. Tuhan Yesus memberkati. #LoveTheBible – Bacaan: Kejadian 29-30.

No comments:
Post a Comment