Kolose 3:14, “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih,
sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Yesus adalah
teladan sempurna dari kasih (1 Korintus 13). Dengan melihat teladan-Nya, kita
menyadari bahwa kita dikasihi dan kita belajar untuk membalas kasih-Nya! Dalam
keluarga unsur kasih itu mutlak diperlukan! Sudahkah kita mengasihi keluarga / sesama kita seperti Tuhan
mengasi-hi kita dengan kasih-Nya (Agape)?
Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 9 Maret 2014. Praies God. “sebab
itu Aku berfirman kepada-mu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku....”
(Keluaran 4:23). Seperti tujuan Tuhan membawa keluar bangsa Israel dari tanah
Mesir bukan semata-mata untuk dibawa masuk tanah perjanjian tapi supaya bangas
Israel dapat beribadah kepada Allah, dengan merdeka, demikianlah Ia membawa kita.
Tapi kita tidak menangkap maksud Tuhan sehingga kita beribadah hanya karena
takut tidak diberkati. Tujuan & misi Tuhan Yesus dalam dunia ini adalah
mengembalikan manusia kepada design awal Allah, sekarakter dengan Allah. Menjadikan
manusia memiliki gaya hidup yang tidak sewarna / tidak serupa /
sungguh-sunggguh berbeda dengan dunia. Mengalami perubahan yang nyata sesuai dengan
standar Allah. Dengan cara mengerjakan pembaharuan budi sehingga dapat
membedakan: apa yang baik, yang mana kehendak Allah, yang berkenan kepada
Allah, dan yang sempurna. Sebab tanpa pembaharuan budi / cara berpikir, tidak
mungkin dapat membedakan, bahkan tidak mampu dengan jelas
membedakan antara dosa & kebenaran. Pembaharuan cara berpikir hanya didapat
dari pengajaran & pengenalan akan Allah, yang adalah kebenaran yang sejati
itu sendiri. Kuncinya adalah beribadah kepada Allah dengan cara yang benar,
yaitu; mempersembahkan tubuh sebagai persemba-han yang hidup, yang Kudus & yang
berkenan kepada Allah (Roma 12:2). Yang artinya mempertanggung jawabkan
penggunaan selu-ruh anggota tubuh kita kepada Tuhan, diserah-kan dalam otoritas
Tuhan sepenuhnya. Hidup bagi Tuhan. Tanpa keseriusan membawa diri kita dipimpin
/ dibawah otoritas Tuhan, tidak mungkin kita mengalami pembaharuan budi, tidak
mungkin kita dapat tampil beda. Tuhan panggil kita bukan untuk menikmati
fasilitas lahiriah, tapi Dia panggil kita untuk tidak menjadi sewarna dengan
dunia tapi memberi warna! “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi
berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah
kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma
12:2). Morning. Jbu.
Respon 2
Matius 28:20, “dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan
ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Good
Morning. Selamat beribadah. Full blessing.
Respon 3
Syalom. Hidup kita menjadi
seperti apa tergantung siapa yang menguasai ruang kendali kita (Efesus 4:27). Dan
janganlah beri kesempatan kepada iblis. Selamat beribadah Tuhan Yesus membrkati
Ibu dan Keluarga.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment