Sunday, 9 March 2014

9 Maret 2014 - Kasih / Agape



Kolose 3:14, “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Yesus adalah teladan sempurna dari kasih (1 Korintus 13). Dengan melihat teladan-Nya, kita menyadari bahwa kita dikasihi dan kita belajar untuk membalas kasih-Nya! Dalam keluarga unsur kasih itu mutlak diperlukan! Sudahkah kita  mengasihi keluarga / sesama kita seperti Tuhan mengasi-hi kita dengan kasih-Nya (Agape)?

Respon 1
SAAT TEDUH. Minggu, 9 Maret 2014. Praies God. “sebab itu Aku berfirman kepada-mu:  Biarkanlah  anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku....” (Keluaran 4:23). Seperti tujuan Tuhan membawa keluar bangsa Israel dari tanah Mesir bukan semata-mata untuk dibawa masuk tanah perjanjian tapi supaya bangas Israel dapat beribadah kepada Allah, dengan merdeka, demikianlah Ia membawa kita. Tapi kita tidak menangkap maksud Tuhan sehingga kita beribadah hanya karena takut tidak diberkati. Tujuan & misi Tuhan Yesus dalam dunia ini adalah mengembalikan manusia kepada design awal Allah, sekarakter dengan Allah. Menjadikan manusia memiliki gaya hidup yang tidak sewarna / tidak serupa / sungguh-sunggguh berbeda dengan dunia. Mengalami perubahan yang nyata sesuai dengan standar Allah. Dengan cara mengerjakan pembaharuan budi sehingga dapat membedakan: apa yang baik, yang mana kehendak Allah, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna. Sebab tanpa pembaharuan budi / cara berpikir, tidak mungkin  dapat  membedakan,  bahkan  tidak mampu dengan jelas membedakan antara dosa & kebenaran. Pembaharuan cara berpikir hanya didapat dari pengajaran & pengenalan akan Allah, yang adalah kebenaran yang sejati itu sendiri. Kuncinya adalah beribadah kepada Allah dengan cara yang benar, yaitu; mempersembahkan tubuh sebagai persemba-han yang hidup, yang Kudus & yang berkenan kepada Allah (Roma 12:2). Yang artinya mempertanggung jawabkan penggunaan selu-ruh anggota tubuh kita kepada Tuhan, diserah-kan dalam otoritas Tuhan sepenuhnya. Hidup bagi Tuhan. Tanpa keseriusan membawa diri kita dipimpin / dibawah otoritas Tuhan, tidak mungkin kita mengalami pembaharuan budi, tidak mungkin kita dapat tampil beda. Tuhan panggil kita bukan untuk menikmati fasilitas lahiriah, tapi Dia panggil kita untuk tidak menjadi sewarna dengan dunia tapi memberi warna! “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan  budimu,  sehingga  kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2). Morning. Jbu.

Respon 2
Matius 28:20, “dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Good Morning. Selamat beribadah. Full blessing.

Respon 3
Syalom. Hidup kita menjadi seperti apa tergantung siapa yang menguasai ruang kendali kita (Efesus 4:27). Dan janganlah beri kesempatan kepada iblis. Selamat beribadah Tuhan Yesus membrkati Ibu dan Keluarga.

JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment