Saturday, 22 March 2014

22 Maret 2014 - Mengapa Perlu Disiplin?



(Ibrani 12:4-11). Hidup sebagai anak-anak Terang harus membawa perbedaan, yaitu kita harus belajar disiplin sejak kita masih kecil, agar tidak terjadi kehancuran, perbuatan & kata-kata kita harus sesuai dengan firman Tuhan, bahkan displin harus dipenuhi dengan kasih! Sudahkah kita menjadi orang tua yang mengajarkan disiplin kepada anak-anak kita sejak kecil?

Respon 1
Hati yang penuh hikmat & pengertian itulah yang dimohon Salomo dari Allah, bukan umur panjang, kekayaan, nyawa musuh. Tuhan berkenan padanya. Maka yang lainnya, diberikan kepadanya. 1Raja-raja 3:4-1. Tahu memrioritaskan  apa yang berkenan pada Tuhan. Carilah Kerajaan Allah, maka segala yang lain akan ditambahkan kepadamu. Apa prioritas  nomor  satu yang kita cari? Selamat pagi dihari Sabtu. Selamat berakhir pekan. Jesus love you.


Respon 2
SAAT TEDUH. Sabtu, 22 Maret 2014.  “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” Yakobus 1:25. Kita melihat pentingnya firman Tuhan untuk memperkuat iman kita. Tapi ada hal lain yang perlu kita lakukan untuk membuat iman kita bertumbuh. “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Roma 10:17. “Tapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman & bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” Yakobus 1:22-24. (2 ayat ini harus selalu diaminkan bersamaan sebab   ini   sepaket).  Iman  diciptakan  untuk menghadapi konflik sehingga kita dapat bertumbuh melalui hidup dengan berespon benar iman tidak tumbuh tanpa konflik. Iman tidak tumbuh tanpa tekanan. Kita harus melatih otot-otot iman supaya bisa menjadi kuat. Otot iman harus kita gunakan & kembangkan. Tidak cukup hanya dengan mendengarkan CD pengajaran Alkitab untuk mengembangkan iman. Perjuangan iman kita terlatih & bertumbuh justru saat kita berdiri di tengah-tengah badai, saat diserang oleh godaan, dan setiap jenis pencobaan yang memberitahu bahwa kita tidak akan berhasil, bahwa kita akan tenggelam. Ketika kita berada di tengah-tengah badai, dan angin menderu di sekitar kita, ombak memecah di atas kapal kecil kt, baiklah kita berdiri & berkata “Saya percaya pada cara Tuhan, bahwa ini semua akan menjadi seperti yang Dia firmankan & rancangkan bagi saya”. Percayalah bahwa Tuhan akan melakukan apa yang  telah  Dia janjikan. Iman akan dilatih & diperkuat di tengah-tengah badai kehidupan, di dalam konflik dan tekanan. “Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar & rebut-lah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil & telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi” 1T imotius 6:12. Morning. Have a blessed weekend. JBU all.


Respon 3
Mengapa perlu disiplin? Itu judul renungan kita pagi ini. Jawabannya adalah untuk menghindari kehancuran. Anak yang tidak pernah di disiplinkan dia tidak akan tahu mana yang benar dan mana yang salah. Kadang ada orang tua yang bilang "kasihan. Udah biarin aja" itu kata-kata yang kurang mendidik. Kalau anak salah ya harus kita kasih tahu bahkan kalau perlu dihukum. Tapi mendisiplin tidak harus memukul atau marah dengan maki-maki. Itu aku yang salah, aku kalau  sudah  marah  suka lepas kontrol, kalau tahu anak salah terutama kalau dia bohong aku bisa marah besar, teriak-teriak dan mukul. Maksud hati itu adalah mendisiplin. Tapi itu salah. Aku membuat anakku semakin jadi pembohong karena dia takut dimarahi dan dipukul. Penyesalan memang datang bela-kangan. Aku menyesal sudah salah mendisi-plin anakku. Mendisiplin seharusnya adalah memberi tahu anak kalau itu salah dan jangan diulangi lagi. Kalau sampai diulang itu juga harus dihukum tapi hukumannya bukan yang bisa membuat dia sakit hati tapi harus bisa membuat dia slalu ingat kalau hal itu salah dan tidak boleh diulang. Ya aku berharap belum ada kata terlambat buat aku mendisiplin anakku dengan benar sesuai firman Tuhan. Bagi semua yang masih punya anak-anak kecil jangan seperti aku ya salah mendisiplin anak. Marah boleh, mukul boleh tapi harus ada batasannya dan setelah dihukum dan dimarahi jelaskan pada anak maksud dari kenapa kok dia dimarahi dan dipukul supaya dia mengerti kesalahannya. Memang susah mendidik anak, karena aku percaya tidak ada orang tua yang mau anaknya tidak jadi orang baik. Cuma cara mendisiplin dan mendidiknya yang harus di perbaiki. Thanks God buat 6 minggu yang luar biasa ini. Firman-Nya benar-benar menyentuh dan mengubah cara berpikirku.



JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment