Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang
patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada
jalan itu.” Sebagai orang tua kita dipanggil untuk mendidik / melatih
anak-anak kita sejak kecil. Melatih berbeda dengan mengajar! Melatih berarti
juga memberikan pengajaran tetapi mengajar belum tentu memberikan pelatihan!
Sudah kah kita sebagai orang melatih anak-anak kita melakukan kebenaran firman
Tuhan dalam kehidupan sehari-hari? 1 tindakan / teladan lebih berdampak dari
pada seribu kata-kata! Amin. Semangat menjadi orang tua teladan.
Respon 1
Matius 8:3, Lalu
Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau,
jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada
kustanya. Percayai Yesus pasti bisa menolong mujizat terjadi! Samuel Sianto
(SS) - YESTOYA Malang.
Respon 2
Jika amarah penguasa
menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah
kesalahan-kesalahan besar (Pengkhotbah 10:4). Banyak hal yang terjadi diluar
keinginan kita yang sering membuat kita ingin marah. Tapi ternyata kesabaran
mencegah kita dari kesalahan-kesalahan besar! Oleh sebab itu sabar. Have a
blessed week!
Respon 3
Amsal 22:6, Didiklah orang muda menurut jalan yang patut
baginya, maka pada
masa tuanyapun ia tidak
akan menyimpang dari pada jalan itu. Kemarin aku menulis mention dari Ps.
Gilbert L: memanjakan anak adalah kejahatan. Fendy langsung komentar “kok
bisa?” Ya ini jawabannya. Anak yang dididik sejak kecil maka pada masa tuanya
dia akan jadi orang benar. Kalau tidak dididik ya akan jadi anak yang
sembarangan, itu akan membuat anak itu susah menghadapi kehidupan ini, bukankah
itu jahat? Dikatakan direnungan kita hari ini mendidik itu sama dengan melatih,
melatih bukan hanya mengajari. Karena mengajar hanya teori, melatih itu
mempraktekan teori. Contohnya gini: Celyn pernah les renang, dia bukan hanya
diajari cara bergerak diair tapi dia dibawa langsung ke air dan disuruh
melakukan teori yang tadi dia dapat sambil terus didampingi gurunya sampai dia
benar-benar menguasai gerakan itu dan dia bisa berenang baru di lepas. Nah,
dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai orang tua juga seperti pelatih, kita
memberi teori tentang hidup dan melatih mereka setiap saat sambil terus
mengawasi mereka. Menjadi model dan pelatih
buat anak-anak kita itu tugas orang tua. Makanya jadi orang tua harus
berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan karena itulah yang akan
ditiru anak-anak kita dan itu yang akan membentuk cara mereka menghadapi hidup
ini. Hidup benar dihadapan Tuhan dan menjadi pelaku firman itu modal untuk
mendidik anak-anak kita menjadi orang-orang benar dihadapan manusia dan
dihadapan Tuhan. Tidak ada kata terlambat buat kita para orang tua, ayo kita
mulai mendidik anak-anak kita dalam kebenaran firman Tuhan.
No comments:
Post a Comment