2 Tim 3:15, “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah
mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menun-tun engkau
kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” Ayat 16, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang
ber-manfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki
kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Fir-man Tuhan itu hidup
dan penuh kuasa, lebih dari sekedar kata-kataa. Hanya firman Tuhan yang bisa
menegur kita secara pribadi & Roh Kudus yang ada didalam kita itulah yang
senantiasa bekerja & hidup bagi setiap kita yang terus mengandalkan-Nya.
Sudahkah kita peka mendengar suara-Nya?
Respon 1
“Aku
menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
(Mazmur 130:5). Melalui ayat ini kita dapat menangkap kesiapan pemazmur untuk
apapun yang Tuhan firmankan dan putuskan baginya. Inilah iman yang Murni. Dalam
membangun iman, kemungkinan besar kita harus masuk fase penundaan, fase
menanti-nanti. Dan memang pada dasarnya kita tidak suka menunggu. Apa yang
paling kita tidak suka adalah menunggu keinginan kita dipenuhi oleh Tuhan.
Pernahkah kita terburu-buru saat Tuhan sedang tidak terburu-buru? Sejujurnya
ini pasti sangat menjengkelkan! Kita merasa sudah siap, tapi sepertinya Tuhan
tidak. Tapi kebenarannya yang kita harus pahami adalah Tuhan ingin bekerja
dalam diri kita lebih dulu, sebelum Dia mengerjakan proyek-Nya untuk hidup
kita. Sehingga tiap orang percaya harus melalui proses menung-gu. Nuh menunggu
120 tahun sejak dia mulai membangun bahtera
itu sampai mulai hujan. Abraham diberitahu bahwa ia akan menjadi bapa suatu
bangsa yang besar & tidak akan memiliki anak sampai dia berusia 99 tahun.
Tuhan memberitahu Musa dia akan memim-pin orang-orang keluar dari 400 tahun
perbu-dakan, tapi kemudian membuatnya menunggu di padang gurun selama 40 tahun.
Yusuf menghabiskan bertahun-tahun di penjara sebelum Allah membangkitkan dia
untuk menjadi penguasa. Tuhan telah mengurapi Daud sebagai raja, tapi kemudian
Daud harus menunggu selama bertahun-tahun sampai dia benar-benar menjadi raja.
Yesus menunggu selama 30 tahun sebagai tukang kayu sebelum memulai pelayanan
publik. Diijinkan-Nya kita menunggu adalah untuk mengajar kita mempercayai
hati-Nya, cara & waktu-Nya kita diajar bahwa waktu-Nya sempurna. Kita
belajar lebih mempercayai-Nya daripada mempercayai pikiran & keinginan kita
sendiri. Dibutuhkan kesabaran untuk menanti nantikan Dia. Tapi
dalam sabar menunggu Tuhan inilah kita sedang melayani Tuhan (bukan melayani
diri sendiri) karena kita sepakat dengan cara-Nya & menghamba kepada
kehendak-Nya. Menunggu dengan sabar membangun iman yang murni Satu hal yang
harus kita pegang adalah penundaan yang diijinkan-Nya tidak pernah menghancur-kan
tujuan-Nya dalam kita tapi merupakan proses yang harus kita lalui untuk mewujud-kan
yang terbaik dari Tuhan. Selamat pagi. GBU all.
Respon 2
Lalu makin lama
makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN semesta alam menyertainya (1 Tawarikh
11:9). Tidak ada yang dapat membendung ketika penyertaan Tuhan ada dalam
hidupmu. Maju terus dan pegang janji-Nya. God bless you!
Respon 3
Being a good leader
requires the ability to lead yourself into servanthood. Menjadi seorang
pemimpin yang baik diperlukan kemampuan untuk memimpin diri sendiri dalam
melayani. Titus 2:7, dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat
baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu.
Sepertinya mudah menjadi pemimpin, padahal sebelum kita memimpin orang lain,
kita harus mampu memimpin diri kita sendiri. Lebih dari sembilan puluh persen
kegagalan anak terjadi karena kegagalan orang tuanya dalam memimpin anaknya.
Bila kita gagal memimpin keluarga, bagaimana kita bisa memimpin suatu
organisasi yang jauh lebih besar? Jangan pernah menyalahkan orang lain, tapi
renungkanlah bagaimana cara kita memimpin, lalu belajarlah dari firman Tuhan
kalau perlu temukan teladan yang baik jadikan mereka mentor kita lalu
belajarlah dari mereka. GBU.
JESUS BLESS
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment