Thursday, 27 March 2014

27 Maret 2014



2 Tim 3:15, “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menun-tun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” Ayat 16, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang ber-manfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Fir-man Tuhan itu hidup dan penuh kuasa, lebih dari sekedar kata-kataa. Hanya firman Tuhan yang bisa menegur kita secara pribadi & Roh Kudus yang ada didalam kita itulah yang senantiasa bekerja & hidup bagi setiap kita yang terus mengandalkan-Nya. Sudahkah kita peka mendengar suara-Nya?


Respon 1
“Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. (Mazmur 130:5). Melalui ayat ini kita dapat menangkap kesiapan pemazmur untuk apapun yang Tuhan firmankan dan putuskan baginya. Inilah iman yang Murni. Dalam membangun iman, kemungkinan besar kita harus masuk fase penundaan, fase menanti-nanti. Dan memang pada dasarnya kita tidak suka menunggu. Apa yang paling kita tidak suka adalah menunggu keinginan kita dipenuhi oleh Tuhan. Pernahkah kita terburu-buru saat Tuhan sedang tidak terburu-buru? Sejujurnya ini pasti sangat menjengkelkan! Kita merasa sudah siap, tapi sepertinya Tuhan tidak. Tapi kebenarannya yang kita harus pahami adalah Tuhan ingin bekerja dalam diri kita lebih dulu, sebelum Dia mengerjakan proyek-Nya untuk hidup kita. Sehingga tiap orang percaya harus melalui proses menung-gu. Nuh menunggu 120 tahun sejak dia mulai membangun bahtera itu sampai mulai hujan. Abraham diberitahu bahwa ia akan menjadi bapa suatu bangsa yang besar & tidak akan memiliki anak sampai dia berusia 99 tahun. Tuhan memberitahu Musa dia akan memim-pin orang-orang keluar dari 400 tahun perbu-dakan, tapi kemudian membuatnya menunggu di padang gurun selama 40 tahun. Yusuf menghabiskan bertahun-tahun di penjara sebelum Allah membangkitkan dia untuk menjadi penguasa. Tuhan telah mengurapi Daud sebagai raja, tapi kemudian Daud harus menunggu selama bertahun-tahun sampai dia benar-benar menjadi raja. Yesus menunggu selama 30 tahun sebagai tukang kayu sebelum memulai pelayanan publik. Diijinkan-Nya kita menunggu adalah untuk mengajar kita mempercayai hati-Nya, cara & waktu-Nya kita diajar bahwa waktu-Nya sempurna. Kita belajar lebih mempercayai-Nya daripada mempercayai pikiran & keinginan kita sendiri. Dibutuhkan kesabaran untuk menanti nantikan Dia. Tapi dalam sabar menunggu Tuhan inilah kita sedang melayani Tuhan (bukan melayani diri sendiri) karena kita sepakat dengan cara-Nya & menghamba kepada kehendak-Nya. Menunggu dengan sabar membangun iman yang murni Satu hal yang harus kita pegang adalah penundaan yang diijinkan-Nya tidak pernah menghancur-kan tujuan-Nya dalam kita tapi merupakan proses yang harus kita lalui untuk mewujud-kan yang terbaik dari Tuhan. Selamat pagi. GBU all.

Respon 2
Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN semesta alam menyertainya (1 Tawarikh 11:9). Tidak ada yang dapat membendung ketika penyertaan Tuhan ada dalam hidupmu. Maju terus dan pegang janji-Nya. God bless you!


Respon 3
Being a good leader requires the ability to lead yourself into servanthood. Menjadi seorang pemimpin yang baik diperlukan kemampuan untuk memimpin diri sendiri dalam melayani. Titus 2:7, dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu. Sepertinya mudah menjadi pemimpin, padahal sebelum kita memimpin orang lain, kita harus mampu memimpin diri kita sendiri. Lebih dari sembilan puluh persen kegagalan anak terjadi karena kegagalan orang tuanya dalam memimpin anaknya. Bila kita gagal memimpin keluarga, bagaimana kita bisa memimpin suatu organisasi yang jauh lebih besar? Jangan pernah menyalahkan orang lain, tapi renungkanlah bagaimana cara kita memimpin, lalu belajarlah dari firman Tuhan kalau perlu temukan teladan yang baik jadikan mereka mentor kita lalu belajarlah dari mereka. GBU.
 

JESUS BLESS

JESUS BLESS


No comments:

Post a Comment