1Tawarikh 25:6, “Mereka ini sekalian berada di bawah
pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan
diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk
raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman.” Sebagai orang tua
kita dapat menuntun setiap anggota keluarga kita untuk mengasihi & melayani
Tuhan. Sudah-kah kita mengambil bagian pelayanan ber-sama-sama dengan seluruh
anggota keluarga kita? Jadilah anak-anak Tuhan / keluarga yang membawa maksimum
impact bagi market-place kita? Karena sebenarnya semua umat Tuhan dipanggil
untuk melayani dengan memberikan maksimum impact
yang positif karena benih Ilahi sudah ada didalam setiap kita yang percaya,
Amin.
Respon 1
From Top down,
rather than Bottom up, if any discriminate treatment, then the slogan of unity
would be in vain Unity. Harus dimulai dari atas kebawah, dan bukan dari bawah
keatas, jika ada perbedaan perlakuan, slogan unity jadi sia sia. Mazmur 133:2,
“Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke
janggut Harun dan ke leher jubahnya.” Pepatah berkata guru kencing berdiri
murid kencing berlari, jadi sifat baik maupun buruk selalu turun dari atas
kebawah. Membangun kebersamaan memang harus dimulai dari pemimpin, rumah tangga
harus dimulai dari suami, perusahaan dimulai dari direktur, gereja dimulai dari
gembala dsbnya. Ibrani 7:7, “Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih
rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.” Bila kita orangnya mari mulai bangun
kebersamaan sekarang juga! Karena unity membangun kekuatan yang tidak mudah
dikalahkan, “Bersatu kita teguh bercerai kita
runtuh”. Libatkan Tuhan supaya unity kita disempurnakan oleh Dia, serta menjadi
berkat buat keluarga, gereja, bangsa dan negara.Pengkhotbah 4:12, “Dan bilamana
seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak
mudah diputuskan.” GBU.
Respon 2
Melayani Bersama
anggota Keluarga. 1Tawarikh 25:6, Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan
ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi
ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja.
Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman. Orang tua adalah contoh buat
anak-anaknya dalam melayani Tuhan. Anak yang orangtuanya rajin melayani Tuhan
pasti juga meniru, mereka akan belajar melayani Tuhan. Jadi kita para orang
tua, sudahkah kita belajar melayani Tuhan?
Melayani Tuhan bukan
hanya berbicara pelayanan di gereja saja, tapi juga di kehidupan sehari-hari,
bagaimana kita memberi contoh kepada anak-anak kita dalam menyikapi lingkungan
kita. Firman Tuhan berkata biarlah kebaikan-mu dilihat orang dan mereka akan
memulia-kan Tuhan. Belajar untuk menjadi keluarga yang bisa menjadi dampak buat
lingkungan kita biar nama Tuhan dipermuliakan. Happy weekend.
Respon 3
Pengenalan akan
Tuhan yang dipelihara di tiap keluarga akan mewariskan iman yang bertumbuh pada
generasi berikutnya. Shalom, selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati. GBU All.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment