Saturday, 1 March 2014

1 Maret 2014 - Melayani Bersama Anggota Keluarga



1Tawarikh 25:6, “Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman.” Sebagai orang tua kita dapat menuntun setiap anggota keluarga kita untuk mengasihi & melayani Tuhan. Sudah-kah kita mengambil bagian pelayanan ber-sama-sama dengan seluruh anggota keluarga kita? Jadilah anak-anak Tuhan / keluarga yang membawa maksimum impact bagi market-place kita? Karena sebenarnya semua umat Tuhan dipanggil untuk melayani dengan memberikan maksimum impact yang positif karena benih Ilahi sudah ada didalam setiap kita yang percaya, Amin.


Respon 1
From Top down, rather than Bottom up, if any discriminate treatment, then the slogan of unity would be in vain Unity. Harus dimulai dari atas kebawah, dan bukan dari bawah keatas, jika ada perbedaan perlakuan, slogan unity jadi sia sia. Mazmur 133:2, “Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.” Pepatah berkata guru kencing berdiri murid kencing berlari, jadi sifat baik maupun buruk selalu turun dari atas kebawah. Membangun kebersamaan memang harus dimulai dari pemimpin, rumah tangga harus dimulai dari suami, perusahaan dimulai dari direktur, gereja dimulai dari gembala dsbnya. Ibrani 7:7, “Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.” Bila kita orangnya mari mulai bangun kebersamaan sekarang juga! Karena unity membangun kekuatan yang  tidak  mudah  dikalahkan, “Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”. Libatkan Tuhan supaya unity kita disempurnakan oleh Dia, serta menjadi berkat buat keluarga, gereja, bangsa dan negara.Pengkhotbah 4:12, “Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” GBU.

Respon 2
Melayani Bersama anggota Keluarga. 1Tawarikh 25:6, Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman. Orang tua adalah contoh buat anak-anaknya dalam melayani Tuhan. Anak yang orangtuanya rajin melayani Tuhan pasti juga meniru, mereka akan belajar melayani Tuhan. Jadi kita para orang tua, sudahkah kita belajar melayani Tuhan?  Melayani Tuhan bukan hanya berbicara pelayanan di gereja saja, tapi juga di kehidupan sehari-hari, bagaimana kita memberi contoh kepada anak-anak kita dalam menyikapi lingkungan kita. Firman Tuhan berkata biarlah kebaikan-mu dilihat orang dan mereka akan memulia-kan Tuhan. Belajar untuk menjadi keluarga yang bisa menjadi dampak buat lingkungan kita biar nama Tuhan dipermuliakan. Happy weekend.

Respon 3
Pengenalan akan Tuhan yang dipelihara di tiap keluarga akan mewariskan iman yang bertumbuh pada generasi berikutnya. Shalom, selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati. GBU All.


 


JESUS BLESS


No comments:

Post a Comment