Sebagai orang tua
apakah kita adalah orang tua yang bijaksana? Amsal 23:15-16,19, “Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga
bersukacita. Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur. Hai
anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang
benar.” Orang Tua yang bebas? 1 Sam 2:12, “Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak
mengindahkan TUHAN.” Orang tua yang tidak
peduli? 1
Raja-Raja 1:5-6, “Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata:
‘Aku ini mau menjadi raja.’ Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan
orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya. Selama
hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: ‘Mengapa engkau
berbuat begitu?’ Iapun sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama
sesudah Absalom.” Atau orang tua yang diktator?
1 Sam 20:30, “Lalu bangkitlah amarah Saul
kepada Yonatan, katanya kepadanya: Anak sundal yang kurang ajar! Bukankah aku
tahu, bahwa engkau telah memilih pihak anak Isai dan itu noda bagi kau sendiri
dan bagi perut ibu-mu?” Pilihan ada dalam setiap hidup kita se-bagai orang
tua, jadilah orang tua yang bijak-sana, disiplin & penuh tanggung jawab, untuk
anak-anal yang kita cintai! Anak adalah titipan terindah yang Tuhan percayakan dalam
hidup kita, lindungi mereka dengan penuh kasih, Amin!
Semangat menjadi orang
tua yang bertanggung
jawab.
Respon 1
Renungan pagi ini tentang
beberapa tipe orang tua. 1. Orang tua yang bebas. Anak dimanja semua boleh
dilakukan. Bebas tanpa disiplin menghasilkan anak yang egois. 2. Orang tua yang
tidak peduli. Biasanya ini orang tua yang mengejar materi jadi kerja itu alasan
mereka untuk tidak memperhatikan anaknya. Sibuk, sibuk, sibuk. Menghasilkan
anak yang tidak tahu aturan. 3. Orang tua yang diktator. Anak salah langsung
sikat tanpa ditanya kenapa langsung marah, pukul, maki-maki. Menghasilkan anak yang
suka bohong karena takut dimarahi dan dipukul. Anak yang tidak punya
integritas. Kalau ada orang tuanya baik-baik, tapi kalau tidak ada orang tua brutal.
4. Orang tua yang bertang-gung jawab. Orang tua yang bukan hanya mendidik,
mendisiplin tapi penuh kasih. Bisa membagi waktu antara
kerja, pelayanan dan keluarga, sehingga
perhatian dan kontrol pada anak tetap ada. Menghasilkan anak yang bertanggung jawab,
disiplin dan bijak karena contoh dari orang tuanya. Nah, kalau saat ini kita
masih termasuk di orang tua 1, 2 dan 3 (aku di nomer 3). Ayo sama-sama belajar
jadi orang tua yang no. 4 karena itulah ideal Tuhan. Agar generasi muda kita
menjadi orang-orang yang bertanggung jawab, bijak dan disiplin di hadapan
manusia juga di hadapan Tuhan. Ayo mulai berubah!
Respon 2
Mazmur 118:6 Tuhan di
pihakku, aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
Jangan pernah takut menjalani hidup ini Yesus pasti bela kita! Samuel Sianto (SS)
- YESTOYA Malang.
Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat,
21 Maret 2014. “Jadi, iman timbul dari pendengaran & pendengaran oleh firman Kristus
(Injil)”. (Roma 10:17). Kita pasti tahu bahwa saat kita menerima Yesus sebagai
Juruselamat pribadi & diselamatkan, iman telah ditanam di dalam kita. Ini adalah
bagian terpenting dari rohani kita. Iman sudah diberikan Tuhan sejak awal kita
menerima keselamatan. Bertindak mempercayai bahwa Yesus mati bagiku, menjadi
Juruselamatku, itulah Iman. Tapi iman harus bertumbuh, tergantung kita sendiri
apakah kita bersedia mengembangkan iman itu atau tidak. Terserah kepada kita untuk
melakukan sesuatu dengan iman yang kita miliki. Bagaimana kita bisa
mengembangkan-nya? Pertama & terutama adalah dengan mendengarkan firman
Kristus (injil) (tidak ada buku lain yang bisa menggantikan, tidak juga buku
rohani yang bagus atau buku renungan). Saat kita mengkonsumsi firman Kristus, iman
kita akan diperkuat & ditum-buhkan. Saat kita makan & mencerna firman
Kristus, kebenaran menjadi bahan utama yang akan membangun iman
kita, makanan iman. Kebanyakan orang mengalami kesulitan untuk membangun Iman karena
makan atau mengkonsumsi hal-hal yang salah. Iman akan terbangun secara benar jika
kita mengkon-sumsi firman Kristus secara rutin. Saat ini jika kita merasa
seperti sedang berjuang dengan berat dalam iman kita, maka kita harus lakukan
perubahan pada makanan & pola makan kita. Makin banyak mengkonsumsi firman
Kristus. Akrab, cintai & mengerjakan firman Kristus (hidup dengan prinsip
injil), menjadikan firman Kristus bukan sekedar suplemen tapi sebagai kebutuhan
utama untuk kita bisa hidup benar. “Aku beroleh penger-tian dari titah-titah-Mu,
itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku
& terang bagi jalanku” (Mazmur 119:104-105). Makin tidak jelas dengan
kehidupan ini, harusnya makin gas pol mengisi diri dengan firman Kristus.
Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment