Friday, 21 March 2014

21 Maret 2014



Sebagai orang tua apakah kita adalah orang tua yang bijaksana? Amsal 23:15-16,19, “Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita. Jiwaku bersukaria, kalau bibirmu mengatakan yang jujur. Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan yang benar.” Orang Tua yang bebas? 1 Sam 2:12, “Adapun anak-anak lelaki Eli adalah orang-orang dursila; mereka tidak mengindahkan TUHAN.” Orang tua yang tidak    peduli?    1   Raja-Raja   1:5-6,   “Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: ‘Aku ini mau menjadi raja.’ Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya. Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: ‘Mengapa engkau berbuat begitu?’ Iapun sangat elok perawakannya dan dia adalah anak pertama sesudah Absalom.” Atau orang tua yang diktator? 1 Sam 20:30, “Lalu bangkitlah amarah Saul kepada Yonatan, katanya kepadanya: Anak sundal yang kurang ajar! Bukankah aku tahu, bahwa engkau telah memilih pihak anak Isai dan itu noda bagi kau sendiri dan bagi perut ibu-mu?” Pilihan ada dalam setiap hidup kita se-bagai orang tua, jadilah orang tua yang bijak-sana, disiplin & penuh tanggung jawab, untuk anak-anal yang kita cintai! Anak adalah titipan terindah yang Tuhan percayakan dalam hidup kita, lindungi mereka dengan penuh kasih,   Amin!   Semangat  menjadi  orang  tua yang bertanggung jawab.


Respon 1
Renungan pagi ini tentang beberapa tipe orang tua. 1. Orang tua yang bebas. Anak dimanja semua boleh dilakukan. Bebas tanpa disiplin menghasilkan anak yang egois. 2. Orang tua yang tidak peduli. Biasanya ini orang tua yang mengejar materi jadi kerja itu alasan mereka untuk tidak memperhatikan anaknya. Sibuk, sibuk, sibuk. Menghasilkan anak yang tidak tahu aturan. 3. Orang tua yang diktator. Anak salah langsung sikat tanpa ditanya kenapa langsung marah, pukul, maki-maki. Menghasilkan anak yang suka bohong karena takut dimarahi dan dipukul. Anak yang tidak punya integritas. Kalau ada orang tuanya baik-baik, tapi kalau tidak ada orang tua brutal. 4. Orang tua yang bertang-gung jawab. Orang tua yang bukan hanya mendidik, mendisiplin tapi penuh kasih. Bisa membagi  waktu  antara  kerja, pelayanan dan keluarga, sehingga perhatian dan kontrol pada anak tetap ada. Menghasilkan anak yang bertanggung jawab, disiplin dan bijak karena contoh dari orang tuanya. Nah, kalau saat ini kita masih termasuk di orang tua 1, 2 dan 3 (aku di nomer 3). Ayo sama-sama belajar jadi orang tua yang no. 4 karena itulah ideal Tuhan. Agar generasi muda kita menjadi orang-orang yang bertanggung jawab, bijak dan disiplin di hadapan manusia juga di hadapan Tuhan. Ayo mulai berubah!


Respon 2
Mazmur 118:6 Tuhan di pihakku, aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? Jangan pernah takut menjalani hidup ini Yesus pasti bela kita! Samuel Sianto (SS) - YESTOYA Malang.

Respon 3
SAAT TEDUH. Jumat, 21 Maret 2014. “Jadi, iman timbul dari pendengaran & pendengaran oleh firman Kristus (Injil)”. (Roma 10:17). Kita pasti tahu bahwa saat kita menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi & diselamatkan, iman telah ditanam di dalam kita. Ini adalah bagian terpenting dari rohani kita. Iman sudah diberikan Tuhan sejak awal kita menerima keselamatan. Bertindak mempercayai bahwa Yesus mati bagiku, menjadi Juruselamatku, itulah Iman. Tapi iman harus bertumbuh, tergantung kita sendiri apakah kita bersedia mengembangkan iman itu atau tidak. Terserah kepada kita untuk melakukan sesuatu dengan iman yang kita miliki. Bagaimana kita bisa mengembangkan-nya? Pertama & terutama adalah dengan mendengarkan firman Kristus (injil) (tidak ada buku lain yang bisa menggantikan, tidak juga buku rohani yang bagus atau buku renungan). Saat kita mengkonsumsi firman Kristus, iman kita akan diperkuat & ditum-buhkan. Saat kita makan & mencerna firman Kristus, kebenaran menjadi bahan utama yang akan membangun iman kita, makanan iman. Kebanyakan orang mengalami kesulitan untuk membangun Iman karena makan atau mengkonsumsi hal-hal yang salah. Iman akan terbangun secara benar jika kita mengkon-sumsi firman Kristus secara rutin. Saat ini jika kita merasa seperti sedang berjuang dengan berat dalam iman kita, maka kita harus lakukan perubahan pada makanan & pola makan kita. Makin banyak mengkonsumsi firman Kristus. Akrab, cintai & mengerjakan firman Kristus (hidup dengan prinsip injil), menjadikan firman Kristus bukan sekedar suplemen tapi sebagai kebutuhan utama untuk kita bisa hidup benar. “Aku beroleh penger-tian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku & terang bagi jalanku” (Mazmur 119:104-105). Makin tidak jelas dengan kehidupan ini, harusnya makin gas pol mengisi diri dengan firman Kristus. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati.


JESUS BLESS
 



No comments:

Post a Comment