Thursday, 13 March 2014

13 Maret 2014 - Memelihara Keluarga



Efesus 5:21-33, “dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,   karena   suami  adalah  kepala  isteri

sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya.  Sebab  itu  laki-laki  akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.” Ayat 23, suami memberikan kepemimpinan pada istrinya seperti Kristus pada jemaat-Nya, tidak dengan mendominasi tetapi dengan menghargai! Sebuah standard yang Allah berikan pada keluarga: 1. Saling merendahkan diri dalam takut akan Kristus. (Efesus 5:21). 2. Miliki kesatuan Roh melalui mezbah keluarga (Yosua 24:15b) 3. Miliki komunikasi yang jujur dan terbuka! Sudahkah kita minta pimpinan Tuhan agar standard ini bisa kita lakukan? (Menjadi suami pujaan & istri idaman & anak-anak yang diberkati dalam keluarga kita masing-masing? Amin! Semangat memelihara keluarga.

Respon 1
Hari ini renungannya makin mantap. Judul renungan pagi ini menarik banget buat aku. ‘Cara memelihara keluarga’, karena keluargaku adalah surgaku. Kemana-mana aku selalu ingin dengan keluargaku lengkap (keluarga inti) kalau ada 1 yang tidak ikut rasanya selalu ada yang kurang. Untuk menjaga keutuhan keluarga ini, Tuhan punya resep khusus, karena meskipun pernikahan kita diberkati di gereja belum tentu bisa bertahan sampai akhir karena banyak sekali masalah dan persoalan yang harus dihadapi dalam berkeluarga. Ini tipsnya: 1. Memiliki kesatuan Roh. Berdoa bersama, membaca Firman supaya hati dan pikiran kita selalu dibentengi dengan Firman Tuhan. 2. Menempatkan posisi yang sudah ditetapkan Tuhan dengan tepat, suami sebagai kepala, istri jadi penolong jangan dibalik nanti bisa kacau. 3. Saling percaya dan Saling menghor-mati. 4.  Setia. Ini sangat penting. 5. Komuni-
 kasi yang jujur dan terbuka. Berani mengakui kesalahan dan saling mengampuni. 6. Menjaga kemesraan dengan pasangan & anak. Meski kadang ada juga gesekan tapi jangan biarkan perang dingin ada di keluarga kita. Karena kalau itu dibiarkan terjadi maka cinta akan bisa habis dan pernikahan menjadi dingin. Cinta perlu di pupuk & dipelihara supaya makin berkembang. Aku slalu bilang sama suamiku, nanti kalau anak-anak sudah menikah semua, itu waktunya kita pacaran lagi sampai Tuhan datang menjemput dan aku selalu berdoa minta sama Tuhan, kami dijemput bersama-sama. Mesra bukan hanya bisa kita rasakan waktu pacara atau pengantin baru saja tapi itu bisa kita rasakan sampai kita tua bersama kalau cinta dipelihara dengan baik. Caranya gimana? Selalu ingatlah kebaikan pasangan atau anak kita, yang jelek-jelek dilupakan aja (susah ya). Kalau kita ingat yang baik-baik maka cinta kita akan semakin dalam pada pasangan dan anak-anak kita. 7. Melayani Tuhan di gereja lokal yang sama sekeluarga. Jangan suami melayani di gereja A, istri melayani di gereja B. Bahaya karena, di gereja pun banyak godaannya. Ya itu tips memelihara keluarga, aku percaya kita semua sudah mulai praktek ya selama 4 minggu ini. Dan aku percaya kita terus mau belajar mendekati idealnya Tuhan.

Respon 2
Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihat-lah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!” (Yesaya 35:4) – Kuatkanlah hatimu - Janganlah takut!

Respon 3
SAAT TEDUH. Kamis, 13 Maret 2013. Praise God. “Aku menghendaki, saudara-suadara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi  atasku  ini  justru  telah menyebabkan kemajuan Injil” (Filipi 1:12). Penting untuk sering secara khusus melakukan perenungan tentang bagaimana respon-respon kita saat situasi tidak terjadi sesuai keinginan kita. Adakah hari-hari kita penuhi dengan keluhan, sungut-sungut, protes, hati penuh pemberon-takan, geram, selalu menyalahkan orang lain, mencari-cari kesalahan / kelemahan & menja-tuhkan orang lain karena situasi kita tidak sebaik mereka? Ini terjadi karena kita lupa bahwa setiap hari & setiap situasi bahkan krisis adalah bagian dari proses bertumbuh kepada kedewasaan rohani. Kita dapat melewatinya dengan sukacita & penuh syukur jika kita memiliki prinsip Filipi 1:12,“bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan Kemajuan Injil dalamku”. Banyak yang menginginkan kedewasaan microwave. Memang di jaman modern, yang semuanya serba instan ini, mulai dari makanan cepat saji, fasilitas e-banking, panen padi  &  buah-buahan  yang  juga  bisa  diper cepat, bahkan memasakpun bisa dilakukan hitungan detik dengan microwave. Padahal tidak semua yang serba cepat itu baik. Kita pun sering berpikir segala sesuatu yang datang dari Tuhan juga harusnya cepat & mudah. Tapi Tuhan mengajarkan bahwa kekuatan Ilahi, hikmat dan pengetahuan, kedewasaan rohani dan karakter justru dibangun (proses) saat kita sedang mengalami ujian & semua itu membutuhkan waktu. Tidak ada istilah kedewasaan microwave. Karakter manusia dipersiapkan dalam periuk tanah kehidupan, dalam tempat masak yang prosesnya seolah terasa lambat. Tapi hasilnya sungguh luar biasa, kita akan semakin kuat, semakin berhikmat dan yang terpenting semakin indah & cantik di mata Tuhan. Tuhan mengijinkan, Tuhan pegang kendali, Tuhan melengkapi & mendampingi kita untuk mele-wati setiap proses yang harus terjadi, mele-watinya dengan taat & setia sebab “apa yang terjadi  atasku  ini  justru  telah menyebabkan Kemajuan Injil dalamku”. Pagi friends.. GBU


JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment