Matius 7:1-5, “Waspada-lah terhadap nabi-nabi palsu yang
datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka
adalah serigala yang buas.” Manusia tidak mampu untuk menghakimi dan
menghukum dengan adil, hanya Tuhan yang mampu melakukannya dengan adil, jika
kita mencoba untuk menghakimi dan menghukum maka kita telah berdosa, karena
kita telah mengambil Hak Tuhan. Janganlah menghakimi karena didunia ini Nobody's Perfect. Milikilah &
bergabung-lah dalam Komunitas Agape yaitu Komunitas yang saling
mengasihi sehingga kita dapat saling menolong untuk menemukan dan mengeluarkan
selumbar yang memang hanya dapat dilihat dan dikeluarkan oleh orang lain.
Matius 7:5, “Hai orang munafik, keluarkan-lah
dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluar-kan
selumbar itu dari mata saudaramu.” Dan 1 Korintus 13:12, “Karena sekarang kita melihat dalam cermin
suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan
muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan
mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.” Amin.
Respon 1
Matius 7:1-5 berbicara
tentang menghakimi orang lain. Di ayat 3 dikatakan "mengapakah engkau
melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak
engkau ketahui?" (selumbar itu serpihan kayu kecil yang seperti
debu). Kalau lagi konflik pasti yang terlihat adalah kesalahan orang lain dan
kita merasa diri kita benar. Padahal belum tentu seperti itu. Karena konflik
terjadi karena ada sesuatu yang kita ingini yang tidak kita dapat. Jadi
masalahnya kan ada di diri kita sendiri. Bukan orang lain! Tapi udah biasa
lebih enak melihat kesalahan orang lain daripada mengkoreksi diri sendiri.
Lebih enak menghakimi orang lain, ngomongin kejelekan orang lain, menilai
kekurangan orang lain. Seolah-olah kita ini orang paling benar di dunia ini.
Tapi pagi ini kita diingatkan nobody's perfect, tidak ada orang yang sempurna.
Termasuk diri kita sendiri. Jadi jangan pernah menghakimi orang lain tapi
biarlah kita sadar bahwa konflik terjadi itu juga karena kesalahan kita. Kalau
itu kita lakukan maka, pertengkaran akan bisa dihindari. Amin. Jangan lupa
nanti sore kom-sel di rumah Pak Hosea / Bu Wiwin. Pemba-wa Firman: BP. Paulus,
WL: Ibu Wiwin. Mari menikmati lawatan
Tuhan dan kebersamaan bersama saudara-saudara seiman. Salam komsel.
Respon 2
Renungan Pagi. Rabu,
05 Maret 2014. Bahan: 1Samuel 13-14. Nats: Oleh karena engkau berharga di
mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau . (Yesaya 43:4). Anda berharga. Bacaan: Yesaya 43:1-7. Relakah
Anda mengeluarkan uang ratusan juta atau menulis cek bernilai jutaan untuk
sebuah barang yang tidak berharga? Tentu tidak! Kita bersedia membayar mahal
hanya untuk sesuatu yang kita anggap berharga dan bernilai. Demikian juga
ketika Allah meninggalkan takhta kemuliaan-Nya di surga, turun dan mengambil
rupa seorang hamba, serta mati disalib untuk menebus manusia dari dosa.
Bukankah ini sebuah harga yang begitu mahal? Lalu, apakah mungkin Allah mau
menebus sesuatu yang tidak berarti
dengan harga mahal? Tentu
tidak! Jika Allah mengurbankan Anak-Nya yang tunggal dan sangat berarti
bagi-Nya untuk sesuatu yang tidak berharga, tentu ini sebuah kekonyolan besar!
Mengapa Allah melakukan semua itu demi kita? Sekarang kita memiliki jawaban
pasti: karena kita berharga di mata-Nya! Bacaan hari ini memuat beberapa
ungkapan tentang betapa berharganya kita sebagai kepunyaan-Nya (ayat 1,3,4).
Itu sebabnya Allah mau mengorbankan segala sesuatu untuk menyelamatkan kita.
Dia mengejar, mencari, melongok ke tempat gelap untuk mencari manusia yang
terhilang. Biarlah pengertian ini memupus semua cara pandang yang salah tentang
diri sendiri. Selama ini mungkin kita merasa tidak berarti dan tidak berharga.
Mungkin kita memiliki latar belakang dan masa lalu yang suram.Jangan biarkan
hal ini merasuk dan merusak diri kita. Jangan mudah memercayai apa yang dikata-kan
orang lain atau diri sendiri mengenai
diri Anda, tetapi
percayalah pada apa yang dikatakan Tuhan tentang diri kita, “Engkau berharga di
mata-Ku” (Yesaya 43:4). Tuhan berkorban dengan harga mahal untuk sesuatu yang
sungguh berarti Tuhan Yesus member-kati.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment