Wednesday, 5 March 2014

5 Maret 2014 - Nobody’s Perfect



Matius 7:1-5, “Waspada-lah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” Manusia tidak mampu untuk menghakimi dan menghukum dengan adil, hanya Tuhan yang mampu melakukannya dengan adil, jika kita mencoba untuk menghakimi dan menghukum maka kita telah berdosa, karena kita telah mengambil Hak Tuhan. Janganlah menghakimi karena didunia ini Nobody's Perfect. Milikilah & bergabung-lah  dalam Komunitas Agape yaitu Komunitas yang saling mengasihi sehingga kita dapat saling menolong untuk menemukan dan mengeluarkan selumbar yang memang hanya dapat dilihat dan dikeluarkan oleh orang lain. Matius 7:5, “Hai orang munafik, keluarkan-lah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluar-kan selumbar itu dari mata saudaramu.” Dan 1 Korintus 13:12, “Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.” Amin.


Respon 1
Matius 7:1-5 berbicara tentang menghakimi orang lain. Di ayat 3 dikatakan "mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?" (selumbar itu serpihan kayu kecil yang seperti debu). Kalau lagi konflik pasti yang terlihat adalah kesalahan orang lain dan kita merasa diri kita benar. Padahal belum tentu seperti itu. Karena konflik terjadi karena ada sesuatu yang kita ingini yang tidak kita dapat. Jadi masalahnya kan ada di diri kita sendiri. Bukan orang lain! Tapi udah biasa lebih enak melihat kesalahan orang lain daripada mengkoreksi diri sendiri. Lebih enak menghakimi orang lain, ngomongin kejelekan orang lain, menilai kekurangan orang lain. Seolah-olah kita ini orang paling benar di dunia ini. Tapi pagi ini kita diingatkan nobody's perfect, tidak ada orang yang sempurna. Termasuk diri kita sendiri. Jadi jangan pernah menghakimi orang lain tapi biarlah kita sadar bahwa konflik terjadi itu juga karena kesalahan kita. Kalau itu kita lakukan maka, pertengkaran akan bisa dihindari. Amin. Jangan lupa nanti sore kom-sel di rumah Pak Hosea / Bu Wiwin. Pemba-wa Firman: BP. Paulus, WL: Ibu Wiwin. Mari menikmati lawatan Tuhan dan kebersamaan bersama saudara-saudara seiman. Salam komsel.


Respon 2
Renungan Pagi. Rabu, 05 Maret 2014. Bahan: 1Samuel 13-14. Nats: Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau . (Yesaya 43:4).  Anda berharga. Bacaan: Yesaya 43:1-7. Relakah Anda mengeluarkan uang ratusan juta atau menulis cek bernilai jutaan untuk sebuah barang yang tidak berharga? Tentu tidak! Kita bersedia membayar mahal hanya untuk sesuatu yang kita anggap berharga dan bernilai. Demikian juga ketika Allah meninggalkan takhta kemuliaan-Nya di surga, turun dan mengambil rupa seorang hamba, serta mati disalib untuk menebus manusia dari dosa. Bukankah ini sebuah harga yang begitu mahal? Lalu, apakah mungkin Allah mau menebus  sesuatu  yang  tidak  berarti dengan harga mahal? Tentu tidak! Jika Allah mengurbankan Anak-Nya yang tunggal dan sangat berarti bagi-Nya untuk sesuatu yang tidak berharga, tentu ini sebuah kekonyolan besar! Mengapa Allah melakukan semua itu demi kita? Sekarang kita memiliki jawaban pasti: karena kita berharga di mata-Nya! Bacaan hari ini memuat beberapa ungkapan tentang betapa berharganya kita sebagai kepunyaan-Nya (ayat 1,3,4). Itu sebabnya Allah mau mengorbankan segala sesuatu untuk menyelamatkan kita. Dia mengejar, mencari, melongok ke tempat gelap untuk mencari manusia yang terhilang. Biarlah pengertian ini memupus semua cara pandang yang salah tentang diri sendiri. Selama ini mungkin kita merasa tidak berarti dan tidak berharga. Mungkin kita memiliki latar belakang dan masa lalu yang suram.Jangan biarkan hal ini merasuk dan merusak diri kita. Jangan mudah memercayai apa yang dikata-kan  orang lain atau diri sendiri mengenai diri Anda, tetapi percayalah pada apa yang dikatakan Tuhan tentang diri kita, “Engkau berharga di mata-Ku” (Yesaya 43:4). Tuhan berkorban dengan harga mahal untuk sesuatu yang sungguh berarti Tuhan Yesus member-kati.


JESUS BLESS
 



No comments:

Post a Comment