Efesus 6:4, “Dan kamu, bapa- bapa, jangan-lah bangkitkan
amarah di dalam hati anak- anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan
nasihat Tuhan.” Melalui pem-bacaan kita pagi ini Rasul Paulus meminta agar
para Bapak terus mendidik, memelihara, membesarkan hingga dewasa, menghargai, memberikan
/ menyediakan makanan (memenuhi kebutuhan
anak-anaknya) baik jasmani maupun rohani, Amin. Sudahkan kita para Bapak
mempunyai peran sebagai seorang kepala
keluarga yang baik? Sudahkah kita para Bapak memberikan teladan kepada
anak-anak kita khususnya dalam hal-hal spiritual? Ingat saat orang tua tidak
mengasihi & memimpin anak-anak (keluarga) dengan benar, citra / gambar
Allah akan rusak! Amin.
Respon 1
Dengarlah, hai orang
Israel! Kamu sekarang menghadapi pertempuran melawan musuhmu; janganlah lemah
hatimu, janganlah takut, janganlah gentar dan janganlah gemetar karena mereka,
(Ulangan 20:3). Hari ini mungkin banyak hal yang harus dihadapi dan
diselesaikan, jangan sampai semua membuatmu lemah, takut dan gentar. Yesus
Allah Imanuel besertamu!
Respon 2
Surga Bersukacita! 03/19/2014 — Anne Cetas. Santapan
Rohani. Baca: Lukas 15:1-10, Demikian juga akan ada sukacita pada
malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat. Lukas 15:10 Joann
dibesarkan dalam suatu keluarga Kristen. Namun ketika kuliah, ia mulai memperta-nyakan
keyakinannya dan akhirnya menjauh dari Allah. Setelah lulus kuliah, ia
bepergian ke sejumlah negara dengan niat untuk mencari kebahagiaan, tetapi
ternyata kepuasan tidak juga ia temukan. Lewat kesulitan demi kesulitan yang
dialaminya, ia menyadari bahwa Allah sedang mengejar dirinya dan ia memang
membutuhkan Allah. Dari Jerman, Joann menelepon orang-tuanya di Amerika Serikat
dan berkata, “Aku telah menyerahkan hidupku kepada Kristus, dan Dia sedang me-ngubah
hidupku! Maafkan aku kalau selama ini aku membuat kalian khawatir.” Orang tua
Joann begitu gembira sehingga mereka mengundang anak-anak
yang lain beserta pasangan mereka untuk berkumpul dengan segera agar berita
tersebut dapat disampaikan langsung kepada mereka. “Saudara kalian telah
menerima Kristus!” ucap mereka, sambil menitikkan airmata tanda sukacita. Dalam
Lukas 15, seorang wanita yang menemukan kembali dirham miliknya memanggil para
sahabat dan tetangganya untuk bersukacita bersamanya (ayat 9). Yesus
menceritakan kisah itu, dan kisah-kisah mengenai seekor domba yang hilang dan
seorang anak yang hilang, kepada para pemuka agama di masa-Nya untuk
menunjukkan bagaimana Dia datang ke dunia untuk mencari manusia berdosa yang
terhilang. Ketika kita menerima anugerah keselamatan dari Allah, ada suka-cita
di bumi dan di surga. Yesus berkata, “Demikian juga akan ada sukacita pada
malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat” (ay.10).
Betapa indahnya ketika Yesus menjangkau kita dan surga bersukacita
ketika kita menanggapinya! Ku terhilang, Yesus temukanku. Temukanku domba yang
tersesat, dekapku dengan tangan kasih-Nya, bawaku kembali ke jalan-Nya. Para
malaikat bersukacita ketika kita bertobat.
Respon 3
RENUNGAN PAGI. Rabu,
19 Maret 2014. Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara ke-ras kepada mereka,
karena ia ingin melepas-kan Yesus. Tetapi mereka berteriak memba-lasnya,
katanya: “Salibkanlah Dia! Salibkan-lah Dia!” (Lukas 23:20-21). Salibkan Dia!
Salibkan Dia! Ya salibkan Dia! Bagaimana teriakan itu terngiang dalam hati kita.
Namun mengapa sering kita kembali turut meneriak-kannya? Saat memandang rendah
penebusan-Nya, saat menganggap remeh kasih-Nya, saat menganggap itu tidak
pernah terjadi dan kem-bali hidup dalam dosa. Haruskah Ia disalibkan lagi hanya
untuk menebus dosa kita? Tidak, bukan? Tuhan Yesus memberkati.
Respon 4
Syalom. Amin. Orang yang
slalu bersyukur akan sanggup menanggung permasalahan hidupnya. Mengucap syukurlah
dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah. (1Tesalonika 5:18). Terima
kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas Tuhan memberkati Ibu dan keluarga.
No comments:
Post a Comment