Saturday, 31 October 2015

NO ISOLATION #3



NO ISOLATION




NO ISOLATION #3
(From the UNCHURCHED)
(Diambil dari Khotbah AOC, 25 Oktober 2015)


Intro:
Beberapa hal tentang perbedaan: Perbedaan perempuan dengan laki-laki (dari baju, ekspresi, ketika berkemas untuk bepergian, ketika mendapat SMS, ketika ke kamar mandi saat pesta, ketika putus asmara, ketika kembali dari salon, ketika becermin).

POINT:
Suatu hari, ada juga argumen tentang PERBEDAAN. Suatu hari, ada argumen perbedaan antara: Orang kafir dan orang baik, orang percaya dan tidak percaya, orang di dalam Tuhan atau tidak.

Orang Yahudi jaman dulu berpikir: keselamatan Mesias itu hanya bagi mereka. Mereka pikir 10 perintah Allah hanya bagi mereka. Sehingga, selain Yahudi, bangsa-bangsa lain dianggap: Gentiles (kafir, termasuk orang indonesia hari ini). Orang Yahudi waktu itu dikenal dengan “penyunatan”; jadi bangsa-bangsa lain dianggap kafir dan tidak bersunat.
Bisakah Anda menghentikan Tuhan mengasihi orang kafir? Bisakah Anda  menghentikan Tuhan tidak mengasihi orang-orang yang belum bergereja? Bisakah Anda menghentikan Tuhan dari  orang-orang berdosa?

Kita ada hari ini, karena Keselamatan dari Yesus juga buat kita orang Indonesia. Lukas, penulis buku Kisah menuliskan lebih banyak lagi cerita tentang orang kafir yang bertobat. Suatu hari, di event yang berbeda, ada argumen ini lagi. Kali ini antara Paulus dengan orang-orang yang lain.

Kisah Para Rasul 15:1-2
Kisah Para Rasul 15:7, 9
Kisah Para Rasul 15:19

Semua orang bisa dapat kesempatan mengalami Yesus dan anugrahNya!

Beberapa Fakta tentang karya Tuhan:
ü  Yesus mati bagi semua orang (2 Korintus 5:15)
ü  Pengampunan Tuhan bagi semua orang (Roma 3: 23 – 24 )
ü  Anugerah Tuhan bagi semua orang (Roma 5: 8)

Kalau  itu yang Tuhan lakukan bagi saya, bagi Anda dan ternyata bagi semua orang. APA YANG BISA KITA LAKUKAN? APA YANG PERLU KITA LAKUKAN?

1.  Jangan mengisolasi orang-orang yang tidak bergereja.
(a)    Tidak semua mereka punya masalah besar.
(b)   Tidak merasa bersalah.
(c)    Jarang-jarang  adalah hal yang biasa.
(d)   Mereka juga punya kerohanian.
(e)    Mereka tidak jelas artinya: KRISTEN.
(f)    Tidak semua berasal dari agama berbeda.
(g)   Mereka suka transparansi.
(h)   Mengundang kawan mereka, saat menikmati gereja.

Ketika Anda mencoba memahami dan merangkul, nilai Anda harus jelas:
-        Kita mempengaruhi, bukan terpengaruhi
-        Anda tidak ambil nilai hidup mereka, tapi kita membagi nilai Tuhan bagi mereka
-        Jangan mengisolasi unchurched dari gereja

2.  Jangan menimbulkan kesulitan bagi unchurched untuk berbalik kepada Tuhan.
Apa kita bisa jadi orang yang non-judgemental? Kita sendiri datang sama Tuhan, berubah dulu atau setelah datang kepada Tuhan baru ubahkan? Bukankah kita semua perlahan-lahan berubah. Kalau semua orang nunggu siap, tidak akan pernah ada orang yang siap untuk berubah.

Di AOC kita selalu berkata: tidak ada 1 pun kita yang sempurna, tapi kita semua membuka diri untuk disempurnakan oleh Tuhan. Ketika Paulus berpendapat di Kisah Para Rasul 15:19, “Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa bangsa lain yang berbalik kepada Allah.” Mari mengasihi orang untuk mengalami perubahan hidup.

3.  Jangan lupa terus mengundang orang untuk terus mengalami Yesus.
Karena: Yesus mati bagi semua orang. Pengampunan Yesus bagi semua orang
anugerah-Nya bagi semua orang.

Pertanyaan Besar:
Apakah AOC mempersulit orang berbalik kepada Tuhan?
Apakah kita mempermudah orang berbalik kepada Tuhan?

No comments:

Post a Comment