NO ISOLATION
Filpi 2:4, “dan
janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi
kepentingan orang lain juga.” Amin. Pada umumnya semua orang fokus kepada
diri sendiri (faktor ekonomi, kesehatan, pekerjaan, dll), apalagi untuk
hari-hari ini: ‘kondisi/situasi sulit atau khususnya perekonomian ‘yang
mengharuskan kita’ harus bertahan dengan apapun yang terjadi. Sehingga bisakah
kita ‘memperhatikan orang lain’?? Jadikan Firman Tuhan hari ini menjadi rhema
buat kita semua, sekalipun kita dalam kondisi sesulit apapun. Tetap PEDULI
dengan orang lain, mungkin bukan hal materi yang kita berikan, tetapi Sharing
Hidup/motivasi/kekuatan/Menjalin Hubungan/kepedulian yang lain
(DOA), itu yang bisa kita berikan. Amin.
Ucapan Terima
Kasih
Terima kasih
saudara-saudaraku, Komunitas Sel CL1-8 khususnya & AOC members, support
DOAnya untuk Pak Tjoek, Tuhan berkati pelayanan kita semua. Amin.
Respon 1
Bukan tanpa sebab
bila belalang digolongkan sebagai binatang yang lemah namun menakjubkan dalam
Amsal 30:27. Meski di masa kini wabah belalang jauh lebih dapat dikendalikan
daripada ribuan tahun lampau, para ahli masih berkesimpulan bahwa jika serbuan
belalang itu masih muncul kembali maka saat itu terjadi, tidak ada kekuatan
apapun yang dapat menahan kehancurannya atas tumbuh-tumbuhan di atas bumi yang
dilewatinya. Kekuatan belalang berasal dari jumlah kumpulan yang sangat banyak
(berjuta-juta banyaknya), tapi itu baru satu faktor saja. Sebab lain ialah
jumlah yang banyak itu mampu bergerak dengan harmonis, teratur, sangat kompak
untuk satu tujuan -walaupun tiada terlihat ada sosok pemimpinnya. Penelitian
menunjukkan fakta bahwa setiap belalang dapat menjadi pemimpin sekaligus
pengikut yang sangat baik. Jika mereka sedang memimpin, mereka mengarahkan
dengan baik & jika sedang mengikut, mereka melakukannya dengan segala
kerelaan. Persatuan mereka menjadi dashyat karena setiap individu tidak mencari
kepentingannya sendiri melainkan bersatu untuk kepentingan bersama yang lebih
besar. Tidak heran kehadiran mereka sangat ditakuti & berakibat fatal bagi
setiap sasaran mereka. Dari sini kita dapat belajar sesuatu. Manusia pernah
bersatu serupa itu & hampir menghasilkan karya besar berupa menara Babel.
Membuktikan akan kuasa persatuan. Sayangnya, persatuan yang demikian bukan yang
dikehendaki Tuhan. Dia merindukan anak-anakNya, gereja-gerejaNya bersatu BUKAN
demi tujuan & ambisi-ambisi mereka sendiri namun bagi tujuan &
kepentingan Kerajaan-Nya: menjadi saksi, memberitakan injil-Nya &
memuridkan bangsa-bangsa -supaya sebanyak-banyaknya jiwa mendengar kabar baik
itu & berbalik pada Tuhan menerima keselamatan. Suatu pekerjaan besar yang
hanya dapat dicapai melalui persatuan umat-Nya di bumi. Sementara itu, maukah
Anda mempersiapkan diri menghidupi hikmat belalang: dalam hidup sehari-hari,
entah sebagai pemimpin atau pengikut Anda melakukannya dengan segala kerendahan
hati & tidak mementingkan diri? Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)
Respon 2
“Membangun keluarga
tanpa peraturan seperti membangun rumah tanpa pengaman.” Xavier Quentin
Pranata.

No comments:
Post a Comment