Thursday, 15 October 2015

15 Oktober 2015


NO ISOLATION



Filpi 2:4, “dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” Amin. Pada umumnya semua orang fokus kepada diri sendiri (faktor ekonomi, kesehatan, pekerjaan, dll), apalagi untuk hari-hari ini: ‘kondisi/situasi sulit atau khususnya perekonomian ‘yang mengharuskan kita’ harus bertahan dengan apapun yang terjadi. Sehingga bisakah kita ‘memperhatikan orang lain’?? Jadikan Firman Tuhan hari ini menjadi rhema buat kita semua, sekalipun kita dalam kondisi sesulit apapun. Tetap PEDULI dengan orang lain, mungkin bukan hal materi yang kita berikan, tetapi Sharing Hidup/motivasi/kekuatan/Menjalin Hubungan/kepedulian yang lain (DOA), itu yang bisa kita berikan. Amin.

Ucapan Terima Kasih
Terima kasih saudara-saudaraku, Komunitas Sel CL1-8 khususnya & AOC members, support DOAnya untuk Pak Tjoek, Tuhan berkati pelayanan kita semua. Amin.

Respon 1
Bukan tanpa sebab bila belalang digolongkan sebagai binatang yang lemah namun menakjubkan dalam Amsal 30:27. Meski di masa kini wabah belalang jauh lebih dapat dikendalikan daripada ribuan tahun lampau, para ahli masih berkesimpulan bahwa jika serbuan belalang itu masih muncul kembali maka saat itu terjadi, tidak ada kekuatan apapun yang dapat menahan kehancurannya atas tumbuh-tumbuhan di atas bumi yang dilewatinya. Kekuatan belalang berasal dari jumlah kumpulan yang sangat banyak (berjuta-juta banyaknya), tapi itu baru satu faktor saja. Sebab lain ialah jumlah yang banyak itu mampu bergerak dengan harmonis, teratur, sangat kompak untuk satu tujuan -walaupun tiada terlihat ada sosok pemimpinnya. Penelitian menunjukkan fakta bahwa setiap belalang dapat menjadi pemimpin sekaligus pengikut yang sangat baik. Jika mereka sedang memimpin, mereka mengarahkan dengan baik & jika sedang mengikut, mereka melakukannya dengan segala kerelaan. Persatuan mereka menjadi dashyat karena setiap individu tidak mencari kepentingannya sendiri melainkan bersatu untuk kepentingan bersama yang lebih besar. Tidak heran kehadiran mereka sangat ditakuti & berakibat fatal bagi setiap sasaran mereka. Dari sini kita dapat belajar sesuatu. Manusia pernah bersatu serupa itu & hampir menghasilkan karya besar berupa menara Babel. Membuktikan akan kuasa persatuan. Sayangnya, persatuan yang demikian bukan yang dikehendaki Tuhan. Dia merindukan anak-anakNya, gereja-gerejaNya bersatu BUKAN demi tujuan & ambisi-ambisi mereka sendiri namun bagi tujuan & kepentingan Kerajaan-Nya: menjadi saksi, memberitakan injil-Nya & memuridkan bangsa-bangsa -supaya sebanyak-banyaknya jiwa mendengar kabar baik itu & berbalik pada Tuhan menerima keselamatan. Suatu pekerjaan besar yang hanya dapat dicapai melalui persatuan umat-Nya di bumi. Sementara itu, maukah Anda mempersiapkan diri menghidupi hikmat belalang: dalam hidup sehari-hari, entah sebagai pemimpin atau pengikut Anda melakukannya dengan segala kerendahan hati & tidak mementingkan diri? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
“Membangun keluarga tanpa peraturan seperti membangun rumah tanpa pengaman.” Xavier Quentin Pranata.

No comments:

Post a Comment