NO
ISOLATION
NO ISOLATION #2
(Diambil
dari Khotbah Alfa Omega Church,
18
Oktober 2015)
Intro:
Tanpa kita sadari, banyak di antara kita meresponi beberapa hal, dengan
respon yang cenderung mengisolasi diri
kita dari hal-hal yang Tuhan ingin kita kerjakan dan lakukan dan alami.
Setiap orang harus bertanggung jawab atas perjalanan kehidupan iman dan
rohaninya, dan apapun cerita Anda, itu berharga bagi Tuhan, Sebab Tuhan ingin
membangun cerita yang lebih luar biasa dari yang kita miliki saat ini.
Banyak orang yang tidak percaya, mereka menjadi percaya. Tapi yang
harus jadi beban kita adalah orang yang percaya, yang sudah tahu Tuhan dan tahu
apa yang Tuhan mau, tapi mengisolasi diri.
Setiap cerita berharga, dan setiap cerita kecewa, marah, pahit, sakit
hati, bisa dikategorikan menjadi 4 tipe orang Kristen yaitu:
1.
The Hurt
2.
The Bitter
3.
The Non-Educated
4.
The God-type Person
MENGAPA SAYA DAN KITA SEMUA CENDERUNG MENGISOLASI DIRI, dengan prinsip:
yang penting kita baik dengan orang.
·
Karena cara berpikir dan paradigma
agamawi membuat kita bangga dengan apa yang sudah kita lakukan. Tapi INJIL,
membuat kita bangga akan apa yang YESUS sudah lakukan.
·
Karena mereka percaya pada nilai-nilai
diri mereka sendiri, daripada nilai-nilai Tuhan dan nilai-nilai Firman Tuhan.
·
Karena nilai dan prinsip mereka
berdasarkan pengalaman masa lalu dan bukan berdasarkan Firman Tuhan dan Prinsip
Tuhan.
Ada prinsip yang harus saya dan kita semua ingat: “Don’t be
defined by the hell we are going through, but the heaven we are going to”
(Jangan dibentuk oleh neraka yang pernah/sedang kita alami, tapi dibentuk oleh
surga yang akan kita tuju).
Ibrani 10:22-26
Pikiran agamawi kita dan pikiran kita akan makin mejauhkan kita dari
Tuhan, tapi Yesus mengajak kita untuk tidak fokus sama perbuatan kita,
perbuatan orang lain, kata kita, kata orang lain, prinsip kita, prinsip orang
lain, TAPI HANYA FOKUS PADA KATA YESUS DAN PRINSIP YESUS!
APA
YANG HARUS KITA LAKUKAN ?
1.
Kembali kepada tujuan Tuhan
Kej 2:18 (BIS) – Lalu TUHAN Allah berkata,
“Tidak baik manusia hidup sendirian. Aku akan membuat teman yang cocok untuk
membantunya.”
2.
Kenakan nilai Tuhan daripada nilai diri sendiri
Perhatikan Roma 12:1-2 (BIS). Efesus 6:10-20
menjelaskan (perhatikan ayat 11 dan 13):
è Ayat 11: “Kenakanlah seluruh senjata Allah supaya kamu dapat bertahan
melawan tipu daya Iblis”.
è Ayat 13: “Sebab itu ambilah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya
kamu dapat mengadakan perlawanan
3.
Bergabunglah dengan kawanan domba, lewat Komunitas (Cell Group)
Setiap anak Tuhan perlu ada di komunitas (Cell
Group) gereja lokal.
Tujuan Berkomunitas (Cell Group)
A)
Menguji apa Anda benar-benar orang
baik. Orang baik bukan orang yang lari, tapi
orang yang mau belajar mengasihi kekurangan orang lain. Tuhan bilang, mengasihi
orang yang mengasihi kita itu mudah, semua orang bisa. Tapi mengasihi orang
yang tidak baik sama kita itu butuh KASIH. Selfish people–demanding
(orang egois-banyak permintaan). Good people-serving (orang baik-melayani).
B)
Menjadi murid Kristus. Bukan soal Anda baik atau buruk, tapi soal Anda mau jadi murid Yesus
atau tidak. Bukan soal ada si ini dan si itu di komsel, tapi soal Anda mau jadi
murid YESUS atau tidak. Yesus bilang, kita mempermuliakan Tuhan dan menjadi
kesaksian bagi dunia, ketika kita belajar menyatu dan mengasihi satu dengan
yang lain, lewat komsel. Yesus bilang, kamu adalah muridku jika kamu saling
mengasihi!
C)
Memperkuat nilai/prinsip
Allah. Kadang kita bisa melenceng – pikiran, nilai, budaya.
Tapi di komsel kita diarahkan. If you hate God’s principle, let’s go back to
His love. Go back to your first love. It’s not about what others have done to
you, but about what God has done to you and for you. (Jika Anda membenci
prinsip Tuhan, kembali kepada kasihNya, kembali pada cinta mula-mula Anda pada
Tuhan. Hal ini bukan tentang apa yang harus orang lain lakukan pada Anda, tapi
tentang Tuhan yang sudah mengorbankan diriNya untuk saya dan Anda). Kita
bertumbuh dalam komunitas tidak terisolasi.
D)
Orang Lain membutuhkan
Anda. Anda membutuhkan orang lain, orang lain
membutuhkan Anda. Kalau Anda merasa sudah baik, bertolong-tolonglah bagi mereka
yang kurang baik. Orang baik bukan orang yang hidup untuk diri sendiri. Itu
bukan baik, tapi egois. Orang baik selalu memikirkan ada orang lain yang butuh
pertolongan dari dirinya.
You need community and somebody in the community needs you.
Kesimpulan
Bayangkan ketika kita mau memakai nilai dan prinsip Tuhan dalam hidup
kita untuk tidak terisolasi dari Tuhan dan dari sesama. Kita akan jauh lebih
terbentuk menjadi seperti Kristus! Kadang ada kecewa, sakit hati, yang Tuhan
ijinkan terjadi, bukan untuk menyakiti kita, tapi untuk memproses kita semua
untuk menjadi seperti Kristus dan nilai-nilai Yesus makin berakar kuat dalam kita!!
No comments:
Post a Comment