NO ISOLATION
2 Petrus 3:9, “Tuhan
tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai
kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan
ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” Tuhan
ingin agar setiap orang mendengarkan injil & tidak menghendaki seorangpun
binasa supaya mereka juga “berbalik”/”bertobat”. Apakah kita masih peduli
dengan jiwa-jiwa yang belum mengenal Injil? Kedewasaan Rohani bukan untuk
‘mengisolasi diri’, tetapi ‘bertumbuh’ semakin serupa Kristus, yaitu
dengan cara: Berinteraksilah dengan mereka, karena kita adalah bagian dari
sebuah masyarakat. Amin.
Respon 1
“Mimpi indah yang
benar-benar indah kalau mimpi itu menjadi kenyataan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Dalam satu kutipan
dikatakan, “Dunia non Kristen tidak membaca Alkitab. Orang-orang Kristenlah
yang mereka baca.” Meskipun selalu ada orang-orang yang membenci orang-orang
Kristen & iman Kristen namun sebagian besar tidak demikian. Kebanyakan yang
tawar hati lalu menjauh dari hal-hal yang berbau Kristen atau terkait dengan
Kristus acapkali disebabkan mereka tersandung sebab perbuatan orang-orang
Kristen sendiri. Kita tidak akan membuat perbedaan jika kita berlaku sama
seperti kebanyakan atau bahkan mungkin kurang dari yang dianut pemeluk iman
& kepercayaan yang lain. Apakah itu? Jauhnya kesenjangan antara giatnya
melakukan praktek-praktek ibadah dengan perbuatan-perbuatan nyata sebagai
orang-orang yang ditebus & akan mewarisi sorga. Sudah menjadi rahasia umum
jika tidak banyak perbedaan antara orang yang rajin beribadah dengan yang
tidak. Untuk sementara waktu, mungkin tampak perbedaan-perbedaan dalam
tampilan-tampilan luar namun apa yang ada dalam batin & perilaku
sehari-hari yang tak tampak di depan umum seringkali tidak banyak perbedaan.
Mengapa? Karena kuasa mengubah hidup itu ada pada Pribadi (Kristus), bukan pada
ajaran agama atau lembaga rohani. Hanya mereka yang mengalami jamahan Tuhan,
yang diubahkan hidupnya lalu memberikan dirinya untuk hidup mengasihi Tuhan
dengan MENJADI PELAKU-PELAKU FIRMAN yang sungguh-sungguh akan menghasilkan
perbedaan yang berdampak di masyarakat. Sebaliknya, jika firman Tuhan hanya
menjadi bahan-bahan pembicaraan, sekedar diperdengarkan untuk waktu-waktu
tertentu & di ruang-ruang ibadah semata, tapi tak bergaung dalam hidup
sehari-hari maka dampak menyedihkanlah yang terjadi: anggota-anggota keluarga
muak dengan gaya hidup yang munafik; orang-orang di sekitar kita tersandung &
kecewa dengan sikap-sikap yang lebih buruk daripada mereka yang tidak menyebut
diri “anak Tuhan”. Secara umum, dunia tetap tidak mengetahui standard-standard
yang benar & makin muak dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan nama
Kristus -sebab kita tidak lebih baik dari dunia dalam sifat-sifat yang mulia.
Renungkan & jawablah. Adakah cara lain memuliakan Kristus selain menjadi
pelaku firman? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment