Monday, 12 October 2015

12 Oktober 2015

NO ISOLATION




2 Petrus 3:9, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” Tuhan ingin agar setiap orang mendengarkan injil & tidak menghendaki seorangpun binasa supaya mereka juga “berbalik”/”bertobat”. Apakah kita masih peduli dengan jiwa-jiwa yang belum mengenal Injil? Kedewasaan Rohani bukan untuk ‘mengisolasi diri’, tetapi ‘bertumbuh’ semakin serupa Kristus, yaitu dengan cara: Berinteraksilah dengan mereka, karena kita adalah bagian dari sebuah masyarakat. Amin.

Respon 1
“Mimpi indah yang benar-benar indah kalau mimpi itu menjadi kenyataan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 2
Dalam satu kutipan dikatakan, “Dunia non Kristen tidak membaca Alkitab. Orang-orang Kristenlah yang mereka baca.” Meskipun selalu ada orang-orang yang membenci orang-orang Kristen & iman Kristen namun sebagian besar tidak demikian. Kebanyakan yang tawar hati lalu menjauh dari hal-hal yang berbau Kristen atau terkait dengan Kristus acapkali disebabkan mereka tersandung sebab perbuatan orang-orang Kristen sendiri. Kita tidak akan membuat perbedaan jika kita berlaku sama seperti kebanyakan atau bahkan mungkin kurang dari yang dianut pemeluk iman & kepercayaan yang lain. Apakah itu? Jauhnya kesenjangan antara giatnya melakukan praktek-praktek ibadah dengan perbuatan-perbuatan nyata sebagai orang-orang yang ditebus & akan mewarisi sorga. Sudah menjadi rahasia umum jika tidak banyak perbedaan antara orang yang rajin beribadah dengan yang tidak. Untuk sementara waktu, mungkin tampak perbedaan-perbedaan dalam tampilan-tampilan luar namun apa yang ada dalam batin & perilaku sehari-hari yang tak tampak di depan umum seringkali tidak banyak perbedaan. Mengapa? Karena kuasa mengubah hidup itu ada pada Pribadi (Kristus), bukan pada ajaran agama atau lembaga rohani. Hanya mereka yang mengalami jamahan Tuhan, yang diubahkan hidupnya lalu memberikan dirinya untuk hidup mengasihi Tuhan dengan MENJADI PELAKU-PELAKU FIRMAN yang sungguh-sungguh akan menghasilkan perbedaan yang berdampak di masyarakat. Sebaliknya, jika firman Tuhan hanya menjadi bahan-bahan pembicaraan, sekedar diperdengarkan untuk waktu-waktu tertentu & di ruang-ruang ibadah semata, tapi tak bergaung dalam hidup sehari-hari maka dampak menyedihkanlah yang terjadi: anggota-anggota keluarga muak dengan gaya hidup yang munafik; orang-orang di sekitar kita tersandung & kecewa dengan sikap-sikap yang lebih buruk daripada mereka yang tidak menyebut diri “anak Tuhan”. Secara umum, dunia tetap tidak mengetahui standard-standard yang benar & makin muak dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan nama Kristus -sebab kita tidak lebih baik dari dunia dalam sifat-sifat yang mulia. Renungkan & jawablah. Adakah cara lain memuliakan Kristus selain menjadi pelaku firman? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)



No comments:

Post a Comment