NO ISOLATION
Matius 9:10, “Kemudian
ketika Yesus ‘makan’ di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai
dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.”
Sikap ramah dan bersahabat sangat diperlukan dalam kehidupan
kita. Belajar seperti apa yang Tuhan lakukan saat duduk ‘makan di rumah
Matius’, banyak pemungut cukai dan orang berdosa yang duduk makan bersama DIA.
Berarti disaat duduk bersama-sama dengan teman-teman kita maupun
saudara-saudara kita yang lain, tunjukkan sikap ramah & bersahabat. Bahkan
bangun hubungan lebih lagi dengan mereka ‘bersaksi’ tentang kasih Tuhan dsbnya.
Sehingga kita bisa menjangkau mereka untuk percaya & menerima Tuhan sebagai
JuruselamatNya. Amin.
Respon 1
Mereka yang
sungguh-sungguh mencari Tuhan mendapat janji dari Tuhan sendiri bahwa mereka
akan berjumpa dengan Tuhan. “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku;
apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu
menemukan Aku,” (Yer. 29:13-14a). Jika hati kita tulus, seperti Kornelius
(Kisah 10), Tuhan memiliki banyak cara (yang tidak kita ketahui) untuk menarik
kita kepada-Nya. Anda cukup memulainya dengan memanjatkan doa pribadi dari
lubuk hati terdalam untuk mengenal Dia & mengalami perjumpaan pribadi
dengan Dia dengan segala kesungguhan. Dalam 2 Tawarikh 34, kita membaca tentang
Yosia, salah satu raja Yehuda yang terkenal karena kebangunan rohaninya. Di
usia 16 tahun (setara pelajar SMA kelas 1), ia telah mencari Tuhan dari bapa
leluhurnya, Daud. Dalam waktu 4 tahun saja (usia 20 tahun), ia mulai
menghapuskan penyembahan berhala -dewa-dewi apapun- yang disembah di seluruh
Yehuda bahkan di kota-kota yang dulunya bagian dari kerajaan 10 suku Israel
yang telah ditinggalkan penduduknya setelah ditawan oleh bangsa Asyur. Yang
perlu kita garisbawahi ialah bahwa dalam masa 4 tahun saja, Yosia tahu siapa Allahnya.
Ia telah mengenalnya dengan baik sehingga bisa membedakan mana Allah yang
sejati & yang manakah berhala-berhala itu. Tidak ada keraguan mengenai itu
sehingga dengan berani ia membersihkan bangsanya dari penyembahan berhala. Dari
sanalah kemudian dimulai suatu masa kasih karunia, pemulihan & kebangunan
rohani besar sekitar 11 tahun lamanya. Yosia gugur dalam perang pada usia muda
(39 tahun). Tapi hidupnya tidak pernah sia-sia karena telah mencari Allah &
ia menemukan (atau tepatnya ditemukan) Tuhan sejati. Setelah bertahun-tahun,
adakah Anda masih meraba-raba akan keberadaan Tuhan? Masih samar-samarkah
pribadi-Nya bagi Anda? Mungkinkah itu karena satu dua jam saja di tempat
ibadah, dengan setengah hati tertuju pada Tuhan? Jadi, maukah Anda mencari Dia
dengan segenap hati demi suatu perjumpaan & persahabatan terindah dengan
sang penguasa jagad raya itu? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 2
SAAT TEDUH. Minggu,
11 Oktober 2015. Merawat Hati. Sebab pada waktu Salomo sudah tua, istri-istrinya
itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan
sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya (1 Raja-Raja
11:4). Merawat sesuatu biasanya tidak mudah, seperti dialami kolektor tanaman
hias langka berharga mahal. Begitu sayang kepada tanamannya, ia bisa
menghabiskan waktu berjam-jam untuk merawatnya. Membersihkan daun, menyirami,
memberikan pupuk, bahkan mengamati dengan teliti setiap lembar daun kalau-kalau
ada hama, dilakukannya dengan tekun. “Tanaman-tanaman ini begitu berharga,
sedikit saja kita lalai, tanaman itu bisa rusak!” ujarnya. Hati yang semula
tulus tidak dijamin akan tulus terus seumur hidup bila tidak dirawat dengan
baik oleh pemiliknya. Merawat hati memerlukan ketegasan untuk hidup berdasarkan
prinsip firman Tuhan. Salomo mungkin merasa yakin bahwa imannya tak akan goyah
bila ia bergaul dan menikahi perempuan kafir. Bahkan, Salomo mungkin juga yakin
bahwa dirinya yang akan memengaruhi istri-istrinya. Ternyata, ia keliru!
Istri-istrinyalah yang memengaruhi dirinya. Salomo tidak sanggup mempertahankan
ketulusan hatinya. Hatinya mulai condong kepada ilah lain setelah ia menjadi
tua. Ia jatuh dalam dosa karena mengabaikan petunjuk Tuhan (Kel. 34:16; Ul.
7:3-4). Firman Tuhan adalah terang dan pelita yang akan menerangi hati dan
langkah kita. Tindakan mengabaikan firman-Nya adalah celah bagi Iblis untuk
mencondongkan hati kita kepada dosa. Marilah membuang jauh-jauh pikiran bahwa
diri kita begitu kuat dan kebal terhadap pengaruh dosa. Kehadiran firman Tuhan
setiap harilah yang mampu menjaga dan merawat hati kita tetap benar di
hadapan-Nya —SYS. TANPA KOMITMEN UNTUK HIDUP MENURUT PRINSIP FIRMAN ALLAH, HATI
KITA AKAN MUDAH TERGODA UNTUK MELAKUKAN KEJAHATAN. Selamat pagi. Selamat
beribadah. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment