NO ISOLATION
Yoh 3:16, “Karena
begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan
Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal.” Amin. Mungkin seringkali kita berpikir
bahwa hidupku ya hidupku, hidup orang lain, aku nggak peduli :(. Mereka yang
belum percaya, membutuhkan seseorang untuk membimbing mereka datang kepada
Tuhan. Jadi harus ada orang lain yang peduli sehingga mereka tidak binasa.
Sejauh ini sudahkah kita peduli dengan mereka yang belum percaya?? Jadilah
“mentor” bagi mereka yang belum percaya, bimbing untuk mereka datang, percaya
& terima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Amin.
Respon 1
Kita telah sering
mendengar (dan menyanyikan pujiannya): “Dia hanya sejauh doa”. Itu benar. Tuhan
tidak pernah tidur, Dia selalu menjaga kita. Dia pun tak jauh. Tidak diperlukan
alat atau sambungan khusus untuk memanggil Dia datang untuk menemani atau
menolong kita. Dia Allah yang lebih dari sanggup menjaga kekasih-kekasihNya,
yang selalu ada bagi anak-anakNya. Akan tetapi, hal-hal berikut ini perlu
benar-benar kita ketahui: Meski Dia dekat & penuh kasih, Dia tetap Tuhan
& kita manusia (dan kita perlu mengingatkan diri kita akan kenyataan ini
berulangkali). Maksudnya, karena Dia Tuhan & bukan mesin otomatis atau
pelayan kita -maka ada sesuatu yang perlu ditegaskan ketika kita berpikir bahwa
Dia akan secara serta merta melakukan sesuatu bagi kita kapanpun, dimanapun,
apapun yang kita doakan. Jika orang biasa saja tidak bisa kita perlakukan semau
kita, mengapa masih ada yang berpikir “Tuhan pasti melakukan apapun sejauh aku
perlu asal aku berdoa pada-Nya -bahkan untuk membereskan segala kekacauan yang
aku buat?” Dia memang hanya sejauh doa. Tapi ini tidak berlaku bagi setiap
orang. Mazmur 145:18 memberitahu kita: Tuhan dekat kepada setiap orang yang
berseru kepada-Nya DALAM KETULUSAN atau INTEGRITAS (mayoritas terjemahan
Alkitab mengartikan demikian). Maksudnya, Tuhan mencari orang yang mencari
& berharap SEMATA-MATA HANYA kepada-Nya. BUKAN yang mencari pertolongan
dari Dia namun juga masih meragukan-Nya; yang tetap mengandalkan atau percaya
pada sumber-sumber pertolongan lain; yang setengah hati & mencoba-coba
peruntungannya dengan Tuhan sembari mengharap nasib baik dari kekuatan lain
seperti uang, kuasa gelap, koneksi dsb; yang datang berdoa demi untuk
'memanfaatkan' & 'mendesak' Tuhan memenuhi keinginan-keinginannya saja.
Iman itu harus teguh. Mereka yang sungguh-sungguh berharap pada Tuhan akan
berkata, “Semua kekuatan dunia sia-sia (Maz. 33:17), begitu pun berlindung pada
manusia yang berkuasa sekalipun!” (Maz. 118:8-9). Bagi YANG BERSERAH TOTAL, Dia
memang sejauh doa. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center
Surabaya)
Respon 2
Mat 6:34 – Sebab
itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena besok mempunyai kesusahannya
sendiri! Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari! STOP kuatir, YESUS sanggup
memenuhi semua kebutuhan kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 3
“Kebahagiaan,
semakin dibagi, semakin ditambahkan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 4
SAAT TEDUH. Rabu,
14 Oktober 2015. Hidup atau Mati. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati
adalah keuntungan (Filipi 1:21). Pernyataan Paulus ini dapat membuat kita
menggeleng-gelengkan kepala. Takjub, atau menganggapnya tidak waras. Ya, tidak
banyak manusia di dunia ini yang mengharapkan kematian dirinya sendiri. Pada
umumnya, orang sangat menghindari kematian. Berapa pun dana yang harus
disiapkan untuk mempertahankan nyawa seseorang, niscaya akan diupayakan. Paulus
menyiratkan bahwa secara manusiawi, jika boleh memilih, ia lebih senang untuk
mati dan diam bersama dengan Kristus. Cinta Paulus kepada Kristus begitu besar.
Paulus rindu bertemu dengan Kristus secara pribadi. Di sisi lain, Paulus juga
sadar bahwa hidupnya di dunia ini memiliki peran dan tanggung jawab yang besar.
Selama masih bernapas, ia akan bekerja menghasilkan buah rohani dalam melayani
jemaat. Komitmen ini adalah ekspresi konkret dari cinta dan ketaatan Paulus
kepada Kristus. Cinta dan komitmen Paulus terlihat dari bagaimana ia memandang
segala sesuatu dari sudut pandang Kristus. Hidup seperti yang dimiliki Paulus
ini adalah hidup yang sungguh berarti. Kunci dari sikap mental dan cara pandang
Paulus yang positif di tengah deraan kesulitan hidup tersebut adalah cintanya
kepada Kristus. Kristuslah yang telah menopang dan memberi kekuatan kepada
Paulus di dalam pelayanannya. Kristuslah yang mengarahkan matanya melampaui
kefanaan dunia ini dan memandang pada kekekalan. Belajar dari kehidupan Paulus,
marilah kita pun belajar untuk mengasihi Tuhan Yesus dan mulai melihat segala
sesuatu dari sudut pandang Dia —ENO. JIKA KITA HIDUP UNTUK KRISTUS, MAKA MATI
ADALAH KEUNTU-NGAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:
Post a Comment