Wednesday, 14 October 2015

14 Oktober 2015

NO ISOLATION




Yoh 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Amin. Mungkin seringkali kita berpikir bahwa hidupku ya hidupku, hidup orang lain, aku nggak peduli :(. Mereka yang belum percaya, membutuhkan seseorang untuk membimbing mereka datang kepada Tuhan. Jadi harus ada orang lain yang peduli sehingga mereka tidak binasa. Sejauh ini sudahkah kita peduli dengan mereka yang belum percaya?? Jadilah “mentor” bagi mereka yang belum percaya, bimbing untuk mereka datang, percaya & terima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Amin.

Respon 1
Kita telah sering mendengar (dan menyanyikan pujiannya): “Dia hanya sejauh doa”. Itu benar. Tuhan tidak pernah tidur, Dia selalu menjaga kita. Dia pun tak jauh. Tidak diperlukan alat atau sambungan khusus untuk memanggil Dia datang untuk menemani atau menolong kita. Dia Allah yang lebih dari sanggup menjaga kekasih-kekasihNya, yang selalu ada bagi anak-anakNya. Akan tetapi, hal-hal berikut ini perlu benar-benar kita ketahui: Meski Dia dekat & penuh kasih, Dia tetap Tuhan & kita manusia (dan kita perlu mengingatkan diri kita akan kenyataan ini berulangkali). Maksudnya, karena Dia Tuhan & bukan mesin otomatis atau pelayan kita -maka ada sesuatu yang perlu ditegaskan ketika kita berpikir bahwa Dia akan secara serta merta melakukan sesuatu bagi kita kapanpun, dimanapun, apapun yang kita doakan. Jika orang biasa saja tidak bisa kita perlakukan semau kita, mengapa masih ada yang berpikir “Tuhan pasti melakukan apapun sejauh aku perlu asal aku berdoa pada-Nya -bahkan untuk membereskan segala kekacauan yang aku buat?” Dia memang hanya sejauh doa. Tapi ini tidak berlaku bagi setiap orang. Mazmur 145:18 memberitahu kita: Tuhan dekat kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya DALAM KETULUSAN atau INTEGRITAS (mayoritas terjemahan Alkitab mengartikan demikian). Maksudnya, Tuhan mencari orang yang mencari & berharap SEMATA-MATA HANYA kepada-Nya. BUKAN yang mencari pertolongan dari Dia namun juga masih meragukan-Nya; yang tetap mengandalkan atau percaya pada sumber-sumber pertolongan lain; yang setengah hati & mencoba-coba peruntungannya dengan Tuhan sembari mengharap nasib baik dari kekuatan lain seperti uang, kuasa gelap, koneksi dsb; yang datang berdoa demi untuk 'memanfaatkan' & 'mendesak' Tuhan memenuhi keinginan-keinginannya saja. Iman itu harus teguh. Mereka yang sungguh-sungguh berharap pada Tuhan akan berkata, “Semua kekuatan dunia sia-sia (Maz. 33:17), begitu pun berlindung pada manusia yang berkuasa sekalipun!” (Maz. 118:8-9). Bagi YANG BERSERAH TOTAL, Dia memang sejauh doa. Bagaimana dengan Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

Respon 2
Mat 6:34 – Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena besok mempunyai kesusahannya sendiri! Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari! STOP kuatir, YESUS sanggup memenuhi semua kebutuhan kita! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.

Respon 3
“Kebahagiaan, semakin dibagi, semakin ditambahkan.” Xavier Quentin Pranata.


Respon 4
SAAT TEDUH. Rabu, 14 Oktober 2015. Hidup atau Mati. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21). Pernyataan Paulus ini dapat membuat kita menggeleng-gelengkan kepala. Takjub, atau menganggapnya tidak waras. Ya, tidak banyak manusia di dunia ini yang mengharapkan kematian dirinya sendiri. Pada umumnya, orang sangat menghindari kematian. Berapa pun dana yang harus disiapkan untuk mempertahankan nyawa seseorang, niscaya akan diupayakan. Paulus menyiratkan bahwa secara manusiawi, jika boleh memilih, ia lebih senang untuk mati dan diam bersama dengan Kristus. Cinta Paulus kepada Kristus begitu besar. Paulus rindu bertemu dengan Kristus secara pribadi. Di sisi lain, Paulus juga sadar bahwa hidupnya di dunia ini memiliki peran dan tanggung jawab yang besar. Selama masih bernapas, ia akan bekerja menghasilkan buah rohani dalam melayani jemaat. Komitmen ini adalah ekspresi konkret dari cinta dan ketaatan Paulus kepada Kristus. Cinta dan komitmen Paulus terlihat dari bagaimana ia memandang segala sesuatu dari sudut pandang Kristus. Hidup seperti yang dimiliki Paulus ini adalah hidup yang sungguh berarti. Kunci dari sikap mental dan cara pandang Paulus yang positif di tengah deraan kesulitan hidup tersebut adalah cintanya kepada Kristus. Kristuslah yang telah menopang dan memberi kekuatan kepada Paulus di dalam pelayanannya. Kristuslah yang mengarahkan matanya melampaui kefanaan dunia ini dan memandang pada kekekalan. Belajar dari kehidupan Paulus, marilah kita pun belajar untuk mengasihi Tuhan Yesus dan mulai melihat segala sesuatu dari sudut pandang Dia —ENO. JIKA KITA HIDUP UNTUK KRISTUS, MAKA MATI ADALAH KEUNTU-NGAN. Selamat pagi. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

No comments:

Post a Comment