NO ISOLATION
Amsal 14:31, “Siapa
menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas
kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.” Amin. Injil harus diberitakan
juga kepada ‘orang yang lemah/miskin’, perhatikan juga bahwa Yesus Kristus menyamakan
diriNya dengan ‘orang miskin’ (siapa menindas orang yang lemah, menghina
Penciptanya). Miliki HATI BELAS KASIHAN kepada mereka yang tertindas (yang
belum percaya) sebab Tuhan “menaruh perhatian khusus kepada mereka yang lemah”
(siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia). Amin.
Respon 1
Mat 12:13 – YESUS:
“Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu n
menjadi SEHAT! Tangan TUHAN selalu TERULUR siap MENOLONGmu. Sekarangpun mujizat
pasti terjadi! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
Penulis kitab
Ibrani melarang pembacanya, orang-orang percaya Yahudi, untuk mendapat
peneguhan atas iman mereka dari hal-hal lain seperti mengikuti aturan-aturan
mengenai makanan atau yang lainnya terkait praktek-praktek ritual yudaisme yang
sebelumnya banyak mereka terima & dengar dari tokoh-tokoh agama mereka.
Hati mereka hanya boleh diperkuat oleh kasih karunia (Ibr. 13:9). Artinya,
bahwa hanya atas kasih karunia itu mereka berdiri, berbangga, bersandar &
menjadi teguh hingga akhirnya. Bukan pada kenyataan mereka telah mengikuti
aturan-aturan yang tampak rohani & ketat itu. “All by grace, not even one
work!” Apa yang dimaksud dengan diperkuat sepenuhnya oleh kasih karunia itu? 1-
Sewaktu jatuh dalam dosa. Yaitu bahwa ketika kita akhirnya jatuh dalam dosa,
kita harus kembali berdiri oleh kuasa kasih-Nya. Tujuh kali orang benar jatuh,
ia akan bangkit kembali (Ams. 24:16). Tidak ada kata menyerah, sebab saat ORANG
BENAR (yaitu yang menjaga langkahnya di jalan Tuhan) jatuh, ia tidak akan
dibiarkan tergeletak. Tuhan akan menopang tangannya & membangunkan ia
kembali (Maz. 37:23-24). 2- Sewaktu menghadapi dosa & pencobaan. Bahwa
pencobaan yang terjadi pada kita pastilah diukur sesuai kasih karunia pada kita
sehingga tidak melampaui kekuatan kita (1 Kor. 10:13). Dan bahwa di setiap
ujian atau cobaan, kasih karunia-Nya cukup bagi kita sehingga kita dapat
menanggung segala perkara & senantiasa dimampukan menjadi pemenang (Fil.
4:13). Oleh kasih karunia itu, hikmat akan diberikan & jalan akan terbuka
bagi kita. 3- Sepanjang jalan mengiring Juruselamat. Oleh kasih Tuhan kita
memulai & karena kasih itu pula kita akan mengakhirinya (1 Tes 5:23-24; 1
Pet. 5:10). Bukankah Yesus sendiri yang menjadi jaminan kita oleh janji-Nya,
“Ketahuilah, Aku menyertai kalian sampai kesudahan segala sesuatu!” (Mat
28:20b)? Jadi, mengapa lesu, tertunduk lemah & putus asa? Mengapa tidak
menengadah, tersenyum & menerima segala kelimpahan kekuatan kasih
karunia-Nya yang akan menyempurnakan penyerahan & ketaatan Anda itu? Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment