Saturday, 17 October 2015

17 Oktober 2015

NO ISOLATION



Amsal 14:31, “Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia.” Amin. Injil harus diberitakan juga kepada ‘orang yang lemah/miskin’, perhatikan juga bahwa Yesus Kristus menyamakan diriNya dengan ‘orang miskin’ (siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya). Miliki HATI BELAS KASIHAN kepada mereka yang tertindas (yang belum percaya) sebab Tuhan “menaruh perhatian khusus kepada mereka yang lemah” (siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia). Amin.

Respon 1
Mat 12:13 – YESUS: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka pulihlah tangannya itu n menjadi SEHAT! Tangan TUHAN selalu TERULUR siap MENOLONGmu. Sekarangpun mujizat pasti terjadi! Samuel Sianto(SS)-YESTOYA Malang.

Respon 2

Penulis kitab Ibrani melarang pembacanya, orang-orang percaya Yahudi, untuk mendapat peneguhan atas iman mereka dari hal-hal lain seperti mengikuti aturan-aturan mengenai makanan atau yang lainnya terkait praktek-praktek ritual yudaisme yang sebelumnya banyak mereka terima & dengar dari tokoh-tokoh agama mereka. Hati mereka hanya boleh diperkuat oleh kasih karunia (Ibr. 13:9). Artinya, bahwa hanya atas kasih karunia itu mereka berdiri, berbangga, bersandar & menjadi teguh hingga akhirnya. Bukan pada kenyataan mereka telah mengikuti aturan-aturan yang tampak rohani & ketat itu. “All by grace, not even one work!” Apa yang dimaksud dengan diperkuat sepenuhnya oleh kasih karunia itu? 1- Sewaktu jatuh dalam dosa. Yaitu bahwa ketika kita akhirnya jatuh dalam dosa, kita harus kembali berdiri oleh kuasa kasih-Nya. Tujuh kali orang benar jatuh, ia akan bangkit kembali (Ams. 24:16). Tidak ada kata menyerah, sebab saat ORANG BENAR (yaitu yang menjaga langkahnya di jalan Tuhan) jatuh, ia tidak akan dibiarkan tergeletak. Tuhan akan menopang tangannya & membangunkan ia kembali (Maz. 37:23-24). 2- Sewaktu menghadapi dosa & pencobaan. Bahwa pencobaan yang terjadi pada kita pastilah diukur sesuai kasih karunia pada kita sehingga tidak melampaui kekuatan kita (1 Kor. 10:13). Dan bahwa di setiap ujian atau cobaan, kasih karunia-Nya cukup bagi kita sehingga kita dapat menanggung segala perkara & senantiasa dimampukan menjadi pemenang (Fil. 4:13). Oleh kasih karunia itu, hikmat akan diberikan & jalan akan terbuka bagi kita. 3- Sepanjang jalan mengiring Juruselamat. Oleh kasih Tuhan kita memulai & karena kasih itu pula kita akan mengakhirinya (1 Tes 5:23-24; 1 Pet. 5:10). Bukankah Yesus sendiri yang menjadi jaminan kita oleh janji-Nya, “Ketahuilah, Aku menyertai kalian sampai kesudahan segala sesuatu!” (Mat 28:20b)? Jadi, mengapa lesu, tertunduk lemah & putus asa? Mengapa tidak menengadah, tersenyum & menerima segala kelimpahan kekuatan kasih karunia-Nya yang akan menyempurnakan penyerahan & ketaatan Anda itu? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment