NO ISOLATION
Praktek Firman
Tuhan dalam Komsel (1 Yoh 4:20). Komsel adalah GAYA HIDUP Allah, tempat
kita mempraktekkan kata “SALING”. Ada 25 kata ‘saling’ dalam alkitab yang bisa
kita praktekkan bersama-sama. Saling menguatkan, saling mendoakan, saling
membangun dsbnya. Sudahkah kita tertanam dalam Komsel untuk bertumbuh
bersama-sama & mempraktekkan firman Tuhan? Pastikan saat ini saudara sudah
tertanam dalam Komsel & bertumbuh secara spiritual J.
Respon 1
Hati Seorang Hamba.
1 Tesalonika 2:1-12. Dalam memberitakan Injil, rasul Paulus sudah sering
mengalami penganiayaan. Hal yang sama terjadi ketika ia pergi memberitakan
Injil di kota Tesalonika. Meskipun ada hambatan dan tantangan yang berat,
dengan anugerah Tuhan. Paulus tetap berani datang memberitakan Injil ke
Tesalonika. Kedatangannya tidak sia-sia (1-2) karena Injil yang diberitakannya
bersemi di hati jemaat Tesalonika. Mengapa mereka menyambut Injil yang Paulus
beritakan? Karena Paulus memberitakan Injil dengan maksud yang murni, tanpa
tipu daya, dan motivasi yang tersembunyi (3). Paulus menyadari bahwa Allah
telah memanggil dan memercayakan tugas pelayanan kepadanya (4). Ia memberitakan
Injil bukan untuk mendapatkan pujian dan mencari keuntungan, melainkan untuk
menyenangkan hati Tuhan (6). Baik jemaat di Tesalonika maupun Tuhan tahu dan
menjadi saksinya, bahwa Paulus memberitakan dengan motivasi yang benar (5, 10).
Ia memberitakan Injil, melayani dan mengajar dengan penuh kasih dan keramahan
serta rela berbagi hidup dengan jemaat di Tesalonika (7), seperti kasih seorang
ibu dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Dalam hal ini, Paulus telah
memberikan teladan dengan berusaha dan berjerih lelah bekerja (membuat kemah)
memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan para rekan kerjanya, supaya dalam
memberitakan Injil mereka tidak menjadi beban bagi jemaat (8-9). Selain itu,
Paulus juga bagaikan seorang bapa yang tegas dan penuh disiplin terhadap
anak-anaknya (11). Ia menasihati dan menguatkan mereka secara pribadi di dalam
ajaran dan nasihat Tuhan. Ia mendorong mereka hidup sesuai kehendak Allah, yang
telah memanggil mereka untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya
(12). Kita perlu menyadari bahwa kita dapat melayani karena Tuhan telah
memanggil dan mempercayakan tugas pelayanan kepada kita. Oleh karena itu, kita
harus melayani dengan motivasi yang benar yaitu menyenangkan hati Tuhan dan
bukan mencari pujian orang lain serta keuntungan sendiri... Gbu. (Bp. Budi –
PT. MPU)
Respon 2
“Rencana yang
terbaik adalah yang bisa dikerjakan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 3
SAAT TEDUH. Senin,
5 Oktober 2015. Kerajaan ALLAH. Bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah (Markus 4:27-28). Pengetahuan manusia
terbatas. Anda pernah mengunjungi Taman Burung atau Taman Reptil? Kita akan
terbelalak ketika tahu betapa banyaknya jenis burung atau reptil yang ada di
bumi ini. Namanya, habitatnya, jenisnya, warna-warninya, dan cara hidupnya
beraneka-ragam. Kita tersadar, masih banyak hal yang belum kita ketahui. Para
cendekiawan pun mengakui, kian banyak mereka belajar untuk menambah
pengetahuan, kian banyak dijumpai hal-hal yang belum diketahui. Perumpamaan
Tuhan Yesus kali ini mengajarkan tentang kerahasiaan cara Allah bekerja.
Manusia tahu menabur. Tahu juga menuai. Tetapi, bagaimana tepatnya proses
pertumbuhan tanaman berlangsung, itu tak diketahuinya dengan terperinci. Alam
punya cerita, bumi menyimpan rahasianya sendiri. Apalagi Allah! Pekerjaan-Nya
sungguh tak terselami. Meskipun kelihatan gelap dan terdengar senyap, karya
Allah tak pernah berhenti. Jangan cemas, buah pekerjaan Allah pasti akan dituai
kelak. Kerajaan-Nya pasti semakin nyata dan menang. Cara kerja Tuhan bukannya
tidak masuk akal, melainkan sering melampaui daya jangkau nalar dan pengertian
kita. Sekalipun banyak orang mengira Tuhan itu tidak ada, tuli, dan bisu—sebab
penderitaan dan kejahatan merajalela di bumi—tetaplah percaya. Tuhan tidak akan
berhenti bekerja hanya karena kita ragu, letih, bosan, dan kehilangan arah.
Hidup memang mengundang banyak tanda tanya dan menyimpan segudang rahasia.
Namun, yakinlah, Tuhan terus berkarya untuk mendatangkan kerajaan-Nya di bumi
—PAD. “DATANGLAH KERAJAAN-MU, JADILAH KEHENDAK-MU”–DOA TERBAIK YANG TAK BOLEH
LENYAP DARI HIDUP KITA. Selamat pagi. Semangat awal minggu. Tuhan Yesus
memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Ketika engkau
mengadapi kesulitan, pakailah IMAN. Bila imanmu belum sebesar biji sesawi,
masih ada PENGHARAPAN. Bila semuanya gagal, INGAT KASIH TUHAN sempurna dalam
hidupmu, Dia tidak pernah tinggalkanmu dan Dia senantiasa besertamu! (GNCC)
Respon 5
Kegairahan akan
perkara-perkara rohani tidak selalu dapat dilihat dari menurunnya minat &
semangat untuk datang beribadah di gereja. Kesuaman rohani dapat dilihat dari
kehidupan sehari-hari kita, keluarga kita, kerabat-kerabat kita hingga
rekan-rekan kita seiman di tempat kerja atau di gereja yang hidupnya
sehari-hari tidak sesuai dengan identitasnya sebagai pengikut Kristus, dimana
nilai-nilai kehidupan orang-orang Kristen tidak lagi selaras dengan kehendak
Tuhan sebagaimana dinyatakan dalam kebenaran-kebenaran firman-Nya. Jika
antusiasme kita akan Kristus berlangsung dalam hitungan menit atau satu jam
saja di waktu-waktu ibadah gerejawi saja maka kita tidak sedang lapar &
haus akan Tuhan. Jika firman-Nya menjadi pertimbangan kedua, ketiga atau yang
terakhir dalam keputusan-keputusan hidup kita, maka kita telah tergelincir dalam
kemalasan rohani. Kita perlu memeriksa hati kita, lalu jujur pada diri sendiri
di hadapan Tuhan yang mengetahui segala sesuatu. Bahwa kita sering melalaikan
firman-Nya. Bahwa perintah-perintahNya bukanlah prioritas-prioritas utama dalam
hidup kita. Bahwa hidup kita tidak sepenuhnya didasarkan atas
perkataan-perkataanNya. Bahwa kita sering meragukan Tuhan, lalu melangkah
sendiri & mengabaikan petunjuk-petunjukNya. Bahwa kita merasa tidak terlalu
perlu sungguh-sungguh merenungkan & menjalani hidup sesuai ketetapan-ketetapan
Tuhan. Bahwa kita hanya menyediakan bagian hati yang kecil untuk menghidupi
kebenaran-kebenaranNya... Sesungguhnya, jika kita tahu & percaya bahwa
firman Tuhan itu bagaikan air (hujan) yang mengairi tanah hati kita yang kering
(Yes. 55:10-11) & gersang, juga bahwa perkataan-perkataanNya itu bagaikan
roti bagi jiwa kita (Mat. 4:4) -maka seperti tubuh kita membutuhkan makanan
& minuman demikian pula manusia batiniah kita. Tanpa disegarkan, dikuatkan
& disehatkan oleh makanan-makanan sorgawi niscaya hidup rohani kita lemah
& mati. Jadi maukah Anda mengkonsumsi roti & air rohani itu setiap hari
dengan MERENUNGKAN & MELAKUKANYA -supaya Anda menjadi KUAT & MANTAP
dalam perjalanan menuju kediaman & warisan kekal Anda? Salam revival! GBU.
(Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment