Monday, 5 October 2015

5 Oktober 2015

NO ISOLATION




Praktek Firman Tuhan dalam Komsel (1 Yoh 4:20). Komsel adalah GAYA HIDUP Allah, tempat kita mempraktekkan kata “SALING”. Ada 25 kata ‘saling’ dalam alkitab yang bisa kita praktekkan bersama-sama. Saling menguatkan, saling mendoakan, saling membangun dsbnya. Sudahkah kita tertanam dalam Komsel untuk bertumbuh bersama-sama & mempraktekkan firman Tuhan? Pastikan saat ini saudara sudah tertanam dalam Komsel & bertumbuh secara spiritual J.

Respon 1
Hati Seorang Hamba. 1 Tesalonika 2:1-12. Dalam memberitakan Injil, rasul Paulus sudah sering mengalami penganiayaan. Hal yang sama terjadi ketika ia pergi memberitakan Injil di kota Tesalonika. Meskipun ada hambatan dan tantangan yang berat, dengan anugerah Tuhan. Paulus tetap berani datang memberitakan Injil ke Tesalonika. Kedatangannya tidak sia-sia (1-2) karena Injil yang diberitakannya bersemi di hati jemaat Tesalonika. Mengapa mereka menyambut Injil yang Paulus beritakan? Karena Paulus memberitakan Injil dengan maksud yang murni, tanpa tipu daya, dan motivasi yang tersembunyi (3). Paulus menyadari bahwa Allah telah memanggil dan memercayakan tugas pelayanan kepadanya (4). Ia memberitakan Injil bukan untuk mendapatkan pujian dan mencari keuntungan, melainkan untuk menyenangkan hati Tuhan (6). Baik jemaat di Tesalonika maupun Tuhan tahu dan menjadi saksinya, bahwa Paulus memberitakan dengan motivasi yang benar (5, 10). Ia memberitakan Injil, melayani dan mengajar dengan penuh kasih dan keramahan serta rela berbagi hidup dengan jemaat di Tesalonika (7), seperti kasih seorang ibu dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya. Dalam hal ini, Paulus telah memberikan teladan dengan berusaha dan berjerih lelah bekerja (membuat kemah) memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan para rekan kerjanya, supaya dalam memberitakan Injil mereka tidak menjadi beban bagi jemaat (8-9). Selain itu, Paulus juga bagaikan seorang bapa yang tegas dan penuh disiplin terhadap anak-anaknya (11). Ia menasihati dan menguatkan mereka secara pribadi di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Ia mendorong mereka hidup sesuai kehendak Allah, yang telah memanggil mereka untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah dan kemuliaan-Nya (12). Kita perlu menyadari bahwa kita dapat melayani karena Tuhan telah memanggil dan mempercayakan tugas pelayanan kepada kita. Oleh karena itu, kita harus melayani dengan motivasi yang benar yaitu menyenangkan hati Tuhan dan bukan mencari pujian orang lain serta keuntungan sendiri... Gbu. (Bp. Budi – PT. MPU)

Respon 2
“Rencana yang terbaik adalah yang bisa dikerjakan.” Xavier Quentin Pranata.

Respon 3
SAAT TEDUH. Senin, 5 Oktober 2015. Kerajaan ALLAH. Bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah (Markus 4:27-28). Pengetahuan manusia terbatas. Anda pernah mengunjungi Taman Burung atau Taman Reptil? Kita akan terbelalak ketika tahu betapa banyaknya jenis burung atau reptil yang ada di bumi ini. Namanya, habitatnya, jenisnya, warna-warninya, dan cara hidupnya beraneka-ragam. Kita tersadar, masih banyak hal yang belum kita ketahui. Para cendekiawan pun mengakui, kian banyak mereka belajar untuk menambah pengetahuan, kian banyak dijumpai hal-hal yang belum diketahui. Perumpamaan Tuhan Yesus kali ini mengajarkan tentang kerahasiaan cara Allah bekerja. Manusia tahu menabur. Tahu juga menuai. Tetapi, bagaimana tepatnya proses pertumbuhan tanaman berlangsung, itu tak diketahuinya dengan terperinci. Alam punya cerita, bumi menyimpan rahasianya sendiri. Apalagi Allah! Pekerjaan-Nya sungguh tak terselami. Meskipun kelihatan gelap dan terdengar senyap, karya Allah tak pernah berhenti. Jangan cemas, buah pekerjaan Allah pasti akan dituai kelak. Kerajaan-Nya pasti semakin nyata dan menang. Cara kerja Tuhan bukannya tidak masuk akal, melainkan sering melampaui daya jangkau nalar dan pengertian kita. Sekalipun banyak orang mengira Tuhan itu tidak ada, tuli, dan bisu—sebab penderitaan dan kejahatan merajalela di bumi—tetaplah percaya. Tuhan tidak akan berhenti bekerja hanya karena kita ragu, letih, bosan, dan kehilangan arah. Hidup memang mengundang banyak tanda tanya dan menyimpan segudang rahasia. Namun, yakinlah, Tuhan terus berkarya untuk mendatangkan kerajaan-Nya di bumi —PAD. “DATANGLAH KERAJAAN-MU, JADILAH KEHENDAK-MU”–DOA TERBAIK YANG TAK BOLEH LENYAP DARI HIDUP KITA. Selamat pagi. Semangat awal minggu. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)

Respon 4
Ketika engkau mengadapi kesulitan, pakailah IMAN. Bila imanmu belum sebesar biji sesawi, masih ada PENGHARAPAN. Bila semuanya gagal, INGAT KASIH TUHAN sempurna dalam hidupmu, Dia tidak pernah tinggalkanmu dan Dia senantiasa besertamu! (GNCC)

Respon 5
Kegairahan akan perkara-perkara rohani tidak selalu dapat dilihat dari menurunnya minat & semangat untuk datang beribadah di gereja. Kesuaman rohani dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari kita, keluarga kita, kerabat-kerabat kita hingga rekan-rekan kita seiman di tempat kerja atau di gereja yang hidupnya sehari-hari tidak sesuai dengan identitasnya sebagai pengikut Kristus, dimana nilai-nilai kehidupan orang-orang Kristen tidak lagi selaras dengan kehendak Tuhan sebagaimana dinyatakan dalam kebenaran-kebenaran firman-Nya. Jika antusiasme kita akan Kristus berlangsung dalam hitungan menit atau satu jam saja di waktu-waktu ibadah gerejawi saja maka kita tidak sedang lapar & haus akan Tuhan. Jika firman-Nya menjadi pertimbangan kedua, ketiga atau yang terakhir dalam keputusan-keputusan hidup kita, maka kita telah tergelincir dalam kemalasan rohani. Kita perlu memeriksa hati kita, lalu jujur pada diri sendiri di hadapan Tuhan yang mengetahui segala sesuatu. Bahwa kita sering melalaikan firman-Nya. Bahwa perintah-perintahNya bukanlah prioritas-prioritas utama dalam hidup kita. Bahwa hidup kita tidak sepenuhnya didasarkan atas perkataan-perkataanNya. Bahwa kita sering meragukan Tuhan, lalu melangkah sendiri & mengabaikan petunjuk-petunjukNya. Bahwa kita merasa tidak terlalu perlu sungguh-sungguh merenungkan & menjalani hidup sesuai ketetapan-ketetapan Tuhan. Bahwa kita hanya menyediakan bagian hati yang kecil untuk menghidupi kebenaran-kebenaranNya... Sesungguhnya, jika kita tahu & percaya bahwa firman Tuhan itu bagaikan air (hujan) yang mengairi tanah hati kita yang kering (Yes. 55:10-11) & gersang, juga bahwa perkataan-perkataanNya itu bagaikan roti bagi jiwa kita (Mat. 4:4) -maka seperti tubuh kita membutuhkan makanan & minuman demikian pula manusia batiniah kita. Tanpa disegarkan, dikuatkan & disehatkan oleh makanan-makanan sorgawi niscaya hidup rohani kita lemah & mati. Jadi maukah Anda mengkonsumsi roti & air rohani itu setiap hari dengan MERENUNGKAN & MELAKUKANYA -supaya Anda menjadi KUAT & MANTAP dalam perjalanan menuju kediaman & warisan kekal Anda? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:

Post a Comment