NO ISOLATION
1 Petrus 4:10, “Layanilah
seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap
orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” Amin. Saat kita
mengalami pertumbuhan rohani, maka Tuhan akan memberkati kita dengan
karunia-karunia rohaniNya (Roma 12:6-8 & 1 Kor 12:8-10), dengan tujuan DIA
menginginkan dari pemberian karunia-karunia tersebut, kita dapat melayani
sesama kita & memakai karunia tersebut untuk memaksimal-kannya. Amin.
Melalui Komunitas Sel mari kita mempraktek-kan ‘karunia-karunia’ yang sudah
Tuhan berikan sehingga Komsel benar-benar merupakan sarana yang telah Tuhan
sediakan untuk kita MELAYANI saudara-saudara kita. Amin.
Respon 1
“Tanpa Tuhan, siapa
pun tidak akan mampu bertahan.” Xavier Quentin Pranata.
Respon 2
Mat 14:35-36 – maka
semua orang yang sakit dibawa kepada YESUS dan semua yang menjamah-NYA menjadi
SEMBUH! YESUS sumber KESEMBUHANku. Datang pada-NYA sekarang! Samuel
Sianto(SS)-YESTOYA Ministry.
Respon 3
SAAT TEDUH. Sabtu,
10 Oktober 2015. Kekeringan Rohani. Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan
Musa, kata mereka: ‘Berikanlah air kepada kami supaya kami dapat minum.’ Tetapi
Musa berkata kepada mereka: ‘Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah
kamu mencobai TUHAN?’ (Keluaran 17:2). Ketika masih kuliah saya mengalami
kemarau panjang yang sangat merepotkan. Ketika itu saya tinggal di kos bersama
lima orang teman. Kami harus sangat berhemat agar persediaan air cukup untuk
memenuhi kebutuhan harian. Demi menghemat air, kami antara lain makan dengan
menggunakan kertas makan, bukan piring. Sungguh tersiksa kami saat itu. Air
merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan kita. Bahkan saat menghabiskan waktu
untuk melakukan aktivitas ringan pun, kita membutuhkan air untuk minum. Wajar
jika masalah kekurangan air yang dialami oleh bangsa Israel di padang gurun
membuat mereka resah. Tetapi, yang membuat tidak wajar adalah ketika mereka
bersungut-sungut dan kehilangan kepercayaan kepada Tuhan. Mereka tidak hanya
mengalami kekeringan secara jasmani, namun juga rohani. Mereka telah mengalami
penyertaan dan pemeliharaan Tuhan di sepanjang perjalanan dari tanah Mesir.
Tetapi, mereka belum juga belajar bersandar kepada Tuhan. Di balik dahaga
jasmani yang mereka alami, sesungguhnya bangsa Israel mengalami dahaga rohani.
Hal inilah yang menjadikan mereka merasa lebih baik tinggal di Mesir. Mereka
tidak memahami arti kemerdekaan dari perbudakan. Kekeringan rohani membutakan
mereka akan kehadiran Tuhan yang menyegarkan hidup, yang menjanjikan hari depan
penuh harapan. Apakah kita mengalami kekeringan rohani? Jangan biarkan jiwa
kita mengalami gejala kekeringan dan dahaga. Mari segarkan dahaga kita dengan
meminum air hidup yang Tuhan sediakan!—EBL. MINUMLAH AIR HIDUP YANG TUHAN
SEDIAKAN! NISCAYA KITA TIDAK AKAN PERNAH DAHAGA SELAMANYA. Selamat pagi.
Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati. (Madam Ossy)
Respon 4
Kasih karunia Tuhan
bisa disalahgunakan! Rasul Yudas mengatakannya dalam suratnya di ayat ke-4.
Sesungguhnya, ia memberikan peringatan, akan ada orang-orang yang masuk secara
halus & tersembunyi di tengah-tengah jemaat lalu menyampaikan sesuatu yang nyatanya
bertentangan dengan ajaran yang sehat & sejati dari Kristus. Yaitu bahwa
karena pada kita diberikan kasih karunia, itu lalu menjadi jaminan terbebas
dari hukuman atas perbuatan-perbuatan dosa kita. Dan dengan demikian, mereka
membolehkan orang-orang percaya hidup dalam dosa di hadapan Tuhan. Ayat yang
sama memberitahukan kita bagaimana kasih karunia itu disalahgunakan: 1- dengan
hidup dalam kefasikan (ungodly) daripada kekudusan (Yud. 4c). Yang tampaknya
saleh belum tentu dari Tuhan tapi mereka yang mengabdikan dirinya pada Yang
Mahakudus pasti menjadi orang-orang yang saleh -yang artinya hidup dalam suatu
standard kekudusan yang benar di hadapan Tuhan. Bersih dari dalam batinnya
& memiliki gaya hidup yang taat pada petunjuk-petunjuk firman dalam kesehariannya
di hadapan Tuhan (bukan hanya yang dilihat orang). 2- dengan melepaskan &
melampiaskan hawa nafsunya (Yud. 4d) ketimbang mengendalikannya. Yesus
mengajarkan supaya setiap orang berdosa berbalik kepada-Nya & tidak berbuat
dosa lagi -yang artinya tidak terus berbuat dosa & terikat kembali pada
dosa-dosanya (Yoh. 5:14;8:11). Hawa nafsu sudah seharusnya disalibkan sebagai
bagian dari apa yang disebut “menyangkal diri” dalam mengikut Yesus. Makin
mengenal Tuhan seharusnya makin rohani, bukan duniawi. 3- dengan menyangkal
Yesus sebagai Penguasa & Tuhan dalam hidupnya (Yud. 4e). Bukan dengan
perkataan -sebab orang-orang ini ada di antara anak-anak Tuhan & beribadah-
tapi dengan perbuatan mereka menampilkan suatu gaya hidup ‘semau gue’ daripada
meminta Tuhan yang menuntun tiap langkah, keputusan-keputusan penting &
tujuan hidupnya. Tidak tunduk pada kehendak Tuhan namun mengharap kebaikan,
keuntungan, berkat & keselamatan dari Tuhan. Tuhan tahu siapa-siapa yang
menyalahgunakan kasih karunia-Nya. Pastikah bahwa itu bukan Anda? Salam
revival! GBU. (Worship Center Surabaya)
Respon 5
Tuhan, Sang
Penyelamat. Mazmur 38. Penyebab utama orang Kristen tidak bertumbuh dengan
sehat secara rohani karena dosa yang tidak dibereskan di hadapan Tuhan. Semakin
dosa itu disembunyikan, semakin jauh pula dirinya dari Tuhan, sehingga
mengakibatkan ia menjadi tidak peka lagi terhadap kehendak Tuhan dalam
hidupnya. Tidak demikian dengan pemazmur. Pada bacaan firman hari ini, kita
lihat bagaimana pemazmur dalam pergumulan dengan dosa, bersedia terbuka
terhadap Allah. Selain itu, kita melihat bagaimana pemazmur dipenuhi dengan
perasaan ngeri akan kemarahan Tuhan (2-4), perasaan sedih karena ditinggalkan
oleh orang-orang yang dekat dengannya (12), perasaan takut akan intrik-intrik
dan perbuatan jahat dari para musuhnya (13, 20, 21). Ditambah lagi, tubuhnya
didera sakit penyakit (4-10, 11, 14, 18). Meski ia menyadari bahwa semua itu
dialaminya akibat dosanya sendiri, semua itu “...terlalu berat bagiku” (5) kata
pemazmur. Indahnya, pemazmur tidak menjauh dari Allah. Ia tidak menjadi putus
asa terhadap Allahnya yang penuh kasih setia. Dalam ketakutan dan segala
penderitaannya, ia justru memilih mendekat kepada Allah (1, 10, 16, 22-23). Ia
mengakui kesalahan dan dosanya (4-6, 19). Dengan penuh keterbukaan, ia menerima
segala penderitaannya sebagai cara Allah menyucikannya dari dosa. Ia tidak
berhenti berharap kepada-Nya (16) dan menyebut Allah sebagai “keselamatanku”
(23). Dalam pergumulan atas dosa, bagaimanakah sikap kita? Firman Tuhan dalam 1
Yohanes 1:9 berkata demikian: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah
setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan
kita dari segala kejahatan.” Mari meneladani pemazmur, yang di tengah
pergumulan dosa tidak menjauh dari Tuhan. Jangan menjauh dari Tuhanmu!
Berserulah kepada-Nya dan tetaplah berharap pada pertolongan-Nya! Karena Ia
adalah keselamatan kita. (Bp. Budi – PT. MPU)

No comments:
Post a Comment