NO ISOLATION
Matius 5:16, “Demikianlah
hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu
yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Sebagai anak Tuhan/orang
percaya, DIA telah menempatkan kita dalam suatu budaya untuk memberi pengaruh
yang baik, pengaruh yang benar, & “membuat perbedaan”/berdampak bagi
marketplace kita masing-masing! Kita dipilih & dipanggil bukan untuk
mengisolasi diri, tetapi terus bertumbuh & menjadi dampak (menjadi terang).
Sudahkah kita menjadi TERANG/memberi pengaruh positif kepada orang-orang
di sekitar kita?? Amin.
Respon 1
Banyak ahli di
bidang medis sangat tahu & sadar bahwa manusia memerlukan rasa sakit dalam
batas tertentu. Bagaimana bisa? Anggaplah tubuh kita sebagai contohnya. Rasa
sakit yang kita alami sesungguhnya memberikan peringatan akan adanya sesuatu
yang tidak beres atau bahkan berbahaya sedang terjadi atas tubuh kita. Para
dokter setuju bahwa yang berbahaya ialah penyakit yang tidak terdeteksi melalui
gejala-gejala atau tanda-tanda gangguan rasa sakit tertentu. Sesungguhnya lebih
daripada yang kita sangka, syaraf yang peka dengan rasa sakit telah banyak kali
menyelamatkan tubuh & nyawa kita lebih daripada yang kita pikirkan.
Bagaimana dengan syaraf-syaraf rohani, yang menjadi alarm rasa sakit di
kehidupan rohani kita? Tampaknya serupa. Sesungguhnya hati kita harus dijaga
sedemikian rupa, dengan segala kesanggupan yang kita punya (Ams. 4:23). Salah
satunya supaya kepekaannya tidak berkurang & tidak menjadi tumpul -suatu
keadaan yang dapat membawa kita terperosok dalam kondisi rohani yang buruk lalu
hanyut semakin jauh dalam dosa-dosa yang lebih jahat & sangat jahat.
Kondisi dimana orang bisa mengerjakan dengan serakah segala macam dosa &
kecemaran, TANPA MERASA BERSALAH/BERDOSA LAGI (Ef. 4:17-19). Setidaknya 4 hal
yang harus kita waspadai supaya sensitifitas rohani itu tidak lenyap dari hati
kita: 1- Sikap suka membenarkan diri sendiri termasuk kebiasaan mengemukakan
alasan-alasan pembenar (lebih-lebih dengan menggunakan ayat-ayat firman) atas
dosa-dosa & kesalahan-kesalahan kita. 2- Sikap suka mengoreksi &
mengkritik orang lain ketimbang diri sendiri dimana yang seharusnya kita
lakukan adalah kebalikannya (Maz. 139:23-24). 3- Mengotak atik atau meyakini
suatu kebenaran firman yang telah jelas maknanya tetapi dikaburkan sesuai
ukuran-ukuran & keinginan-keinginan kita sendiri. 4- Tidak menjalin
hubungan secara benar dengan Roh Kudus: dengan sengaja menolak suara-Nya yang
menempelak dosa-dosa kita. Jangan biarkan kepekaan Anda akan dosa lenyap.
Karenanya, maukah Anda mengijinkan Roh-Nya mengoreksi & menuntun Anda pada
jalan kemenangan Kristus? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)

No comments:
Post a Comment