Tuesday, 13 October 2015

13 Oktober 2015

NO ISOLATION



Matius 5:16, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Sebagai anak Tuhan/orang percaya, DIA telah menempatkan kita dalam suatu budaya untuk memberi pengaruh yang baik, pengaruh yang benar, & “membuat perbedaan”/berdampak bagi marketplace kita masing-masing! Kita dipilih & dipanggil bukan untuk mengisolasi diri, tetapi terus bertumbuh & menjadi dampak (menjadi terang). Sudahkah kita menjadi TERANG/memberi pengaruh positif kepada orang-orang di sekitar kita?? Amin.

Respon 1
Banyak ahli di bidang medis sangat tahu & sadar bahwa manusia memerlukan rasa sakit dalam batas tertentu. Bagaimana bisa? Anggaplah tubuh kita sebagai contohnya. Rasa sakit yang kita alami sesungguhnya memberikan peringatan akan adanya sesuatu yang tidak beres atau bahkan berbahaya sedang terjadi atas tubuh kita. Para dokter setuju bahwa yang berbahaya ialah penyakit yang tidak terdeteksi melalui gejala-gejala atau tanda-tanda gangguan rasa sakit tertentu. Sesungguhnya lebih daripada yang kita sangka, syaraf yang peka dengan rasa sakit telah banyak kali menyelamatkan tubuh & nyawa kita lebih daripada yang kita pikirkan. Bagaimana dengan syaraf-syaraf rohani, yang menjadi alarm rasa sakit di kehidupan rohani kita? Tampaknya serupa. Sesungguhnya hati kita harus dijaga sedemikian rupa, dengan segala kesanggupan yang kita punya (Ams. 4:23). Salah satunya supaya kepekaannya tidak berkurang & tidak menjadi tumpul -suatu keadaan yang dapat membawa kita terperosok dalam kondisi rohani yang buruk lalu hanyut semakin jauh dalam dosa-dosa yang lebih jahat & sangat jahat. Kondisi dimana orang bisa mengerjakan dengan serakah segala macam dosa & kecemaran, TANPA MERASA BERSALAH/BERDOSA LAGI (Ef. 4:17-19). Setidaknya 4 hal yang harus kita waspadai supaya sensitifitas rohani itu tidak lenyap dari hati kita: 1- Sikap suka membenarkan diri sendiri termasuk kebiasaan mengemukakan alasan-alasan pembenar (lebih-lebih dengan menggunakan ayat-ayat firman) atas dosa-dosa & kesalahan-kesalahan kita. 2- Sikap suka mengoreksi & mengkritik orang lain ketimbang diri sendiri dimana yang seharusnya kita lakukan adalah kebalikannya (Maz. 139:23-24). 3- Mengotak atik atau meyakini suatu kebenaran firman yang telah jelas maknanya tetapi dikaburkan sesuai ukuran-ukuran & keinginan-keinginan kita sendiri. 4- Tidak menjalin hubungan secara benar dengan Roh Kudus: dengan sengaja menolak suara-Nya yang menempelak dosa-dosa kita. Jangan biarkan kepekaan Anda akan dosa lenyap. Karenanya, maukah Anda mengijinkan Roh-Nya mengoreksi & menuntun Anda pada jalan kemenangan Kristus? Salam revival! GBU. (Worship Center Surabaya)


No comments:

Post a Comment