Friday, 9 October 2015

9 Oktober 2015

NO ISOLATION




Matius 18:19, “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” Ada KUASA yang dahsyat bila kita bersekutu satu dengan yang lain. Melalui Komsel kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bersekutu, bersama-sama dengan saudara seiman saling mendukung, saling mensupport, saling menguatkan & saling mendoakan satu dengan yang lain. Ada KUASA yang dahsyat bila 2 atau 3 orang berkumpul bersama sama dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.

Respon 1
HATI KRISTUS. Bacaan: Lukas 19:37-44. NATS: Sekiranya ... mataku jadi pancuran air mata, maka siang malam aku akan menangisi orang-orang putri bangsaku yang terbunuh! (Yeremia 9:1). Ketika sedang mengisi sebuah survei lewat internet, muncul sebuah pertanyaan, “Hal apakah mengenai Anda yang tidak disangka-sangka oleh orang lain?” Jawabannya adalah bahwa sesungguhnya saya sangat sentimental. Pada saat melihat film, tenggorokan saya akan tercekat ketika irama biola yang mengiringinya mengalun semakin keras, mata para tokohnya mulai berlinang air mata, dan seorang anak lelaki menemukan anjingnya yang telah lama hilang-atau situasi yang mirip dengan itu. Saya menjadi sensitif ketika keadaan-keadaan seperti itu muncul. Memang, perasaan kita mudah hanyut pada saat melihat para tokoh dan peristiwa fiktif. Namun, lain persoalannya ketika kita merasakan kesedihan dan kedukaan mendalam melihat jiwa-jiwa dan berbagai kebutuhan mereka di dunia nyata. Hati yang hancur karena menggumulkan orang-orang yang memberontak, menderita, terhilang, dan patah hati, mencerminkan hati dan belas kasihan Yesus yang menangisi Yerusalem yang suka melawan (Lukas 19:41). Saat umat yang dipimpin Yeremia menjauh dari Allah dan kasih-Nya, ia juga merasa ingin menangis. Ia merasakan beban berat di hati Allah dan juga kehancuran umat-Nya. Menangis tampaknya menjadi satu-satunya reaksi yang tepat (Yeremia 9:1). Pada saat kita melihat kondisi dunia yang telah jatuh ke dalam dosa dan orang-orang terhilang yang ada di sekitar kita, mohonlah kepada Allah supaya kita diberi hati yang mencerminkan hati Yesus Kristus, yaitu hati yang menangis bersama dengan-Nya atas dunia yang terhilang dan kemudian menjangkau mereka dalam kasih. BELAS KASIHAN SEJATI ADALAH KASIH DALAM PERBUATAN.

Respon 2

Jumat, 9 Oktober 2015. Bacaan: Matius 8:23-27. Setahun: Matius 21-22. Nats: Lalu bangunlah Yesus membentak angin dan danau itu, sehingga danau itu menjadi teduh sekali. Orang-orang itu pun heran dan berkata, ‘Orang seperti apa Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?’ (Matius 8:26-27). ORANG APAKAH DIA INI? Orang apakah Dia ini? Dia sama dengan kita, tetapi juga sangat berbeda dari kita. Seperti kita, Dia dapat menjadi lelah dan perlu tidur. Tetapi, berbeda dari kita, Dia berbicara dan mendiamkan angin ribut. Dia dilahirkan oleh anak dara, dan Dia tidak memiliki ayah biologis; sesungguhnya, Dia Anak Tunggal Allah yang dikandung dari Roh Kudus. Dia merasa lapar, tetapi Dia juga mampu memberi makan 5.000 orang dari hanya lima roti dan dua ikan. Dia telah dicobai dalam segala hal, tetapi, tidak seperti kita, Dia tidak berbuat dosa. Dia mati, tetapi Dia bukan sekadar mengembuskan napas terakhir, melainkan mati untuk menebus dosa seluruh dunia. Dia juga dikuburkan, tetapi pada hari ketiga Dia bangkit dari antara orang mati, selaras dengan perkataan-Nya: “Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan mati selama-lamanya walaupun ia sudah mati” (Yoh. 11:25). Orang apakah Dia ini? Dia hidup, mati, dan bangkit kembali untuk memberikan kehidupan kekal kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Dia bisa mengampuni dosa, termasuk mengampuni mereka yang membunuh-Nya, juga mengampuni dan menyelamatkan orang jahat di kayu salib (Luk. 23:43). Dan Dia sampai sekarang masih menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya apa pun dosa mereka (Yoh. 3:16). Orang apakah Dia ini? Siapakah Yesus ini? Bersyukurlah kepada Yesus karena Dia telah menyelamatkan kita dan menciptakan kita kembali menjadi serupa dengan diri-Nya --Daniel Korre. DIA SAMA DENGAN KITA SEHINGGA DAPAT MEMAHAMI KITA. DIA BERBEDA DARI KITA SEHINGGA DAPAT MENYELAMATKAN KITA. (Ibu Caroline – Bandung) 

No comments:

Post a Comment