NO ISOLATION
Matius 18:19, “Dan
lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat
meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di
sorga.” Ada KUASA yang dahsyat bila kita bersekutu satu dengan yang lain.
Melalui Komsel kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bersekutu, bersama-sama
dengan saudara seiman saling mendukung, saling mensupport, saling menguatkan
& saling mendoakan satu dengan yang lain. Ada KUASA yang dahsyat bila 2
atau 3 orang berkumpul bersama sama dalam Nama Tuhan Yesus. Amin.
Respon 1
HATI KRISTUS.
Bacaan: Lukas 19:37-44. NATS: Sekiranya ... mataku jadi pancuran air mata, maka
siang malam aku akan menangisi orang-orang putri bangsaku yang terbunuh!
(Yeremia 9:1). Ketika sedang mengisi sebuah survei lewat internet, muncul
sebuah pertanyaan, “Hal apakah mengenai Anda yang tidak disangka-sangka oleh
orang lain?” Jawabannya adalah bahwa sesungguhnya saya sangat sentimental. Pada
saat melihat film, tenggorokan saya akan tercekat ketika irama biola yang
mengiringinya mengalun semakin keras, mata para tokohnya mulai berlinang air
mata, dan seorang anak lelaki menemukan anjingnya yang telah lama hilang-atau
situasi yang mirip dengan itu. Saya menjadi sensitif ketika keadaan-keadaan
seperti itu muncul. Memang, perasaan kita mudah hanyut pada saat melihat para
tokoh dan peristiwa fiktif. Namun, lain persoalannya ketika kita merasakan
kesedihan dan kedukaan mendalam melihat jiwa-jiwa dan berbagai kebutuhan mereka
di dunia nyata. Hati yang hancur karena menggumulkan orang-orang yang
memberontak, menderita, terhilang, dan patah hati, mencerminkan hati dan belas
kasihan Yesus yang menangisi Yerusalem yang suka melawan (Lukas 19:41). Saat
umat yang dipimpin Yeremia menjauh dari Allah dan kasih-Nya, ia juga merasa
ingin menangis. Ia merasakan beban berat di hati Allah dan juga kehancuran
umat-Nya. Menangis tampaknya menjadi satu-satunya reaksi yang tepat (Yeremia
9:1). Pada saat kita melihat kondisi dunia yang telah jatuh ke dalam dosa dan
orang-orang terhilang yang ada di sekitar kita, mohonlah kepada Allah supaya
kita diberi hati yang mencerminkan hati Yesus Kristus, yaitu hati yang menangis
bersama dengan-Nya atas dunia yang terhilang dan kemudian menjangkau mereka
dalam kasih. BELAS KASIHAN SEJATI ADALAH KASIH DALAM PERBUATAN.
Respon 2
Jumat, 9 Oktober
2015. Bacaan: Matius 8:23-27. Setahun: Matius 21-22. Nats: Lalu bangunlah Yesus
membentak angin dan danau itu, sehingga danau itu menjadi teduh sekali.
Orang-orang itu pun heran dan berkata, ‘Orang seperti apa Dia ini, sehingga
angin dan danau pun taat kepada-Nya?’ (Matius 8:26-27). ORANG APAKAH DIA INI?
Orang apakah Dia ini? Dia sama dengan kita, tetapi juga sangat berbeda dari
kita. Seperti kita, Dia dapat menjadi lelah dan perlu tidur. Tetapi, berbeda
dari kita, Dia berbicara dan mendiamkan angin ribut. Dia dilahirkan oleh anak
dara, dan Dia tidak memiliki ayah biologis; sesungguhnya, Dia Anak Tunggal
Allah yang dikandung dari Roh Kudus. Dia merasa lapar, tetapi Dia juga mampu
memberi makan 5.000 orang dari hanya lima roti dan dua ikan. Dia telah dicobai
dalam segala hal, tetapi, tidak seperti kita, Dia tidak berbuat dosa. Dia mati,
tetapi Dia bukan sekadar mengembuskan napas terakhir, melainkan mati untuk
menebus dosa seluruh dunia. Dia juga dikuburkan, tetapi pada hari ketiga Dia bangkit
dari antara orang mati, selaras dengan perkataan-Nya: “Akulah kebangkitan dan
hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan mati selama-lamanya
walaupun ia sudah mati” (Yoh. 11:25). Orang apakah Dia ini? Dia hidup, mati,
dan bangkit kembali untuk memberikan kehidupan kekal kepada semua orang yang
percaya kepada-Nya. Dia bisa mengampuni dosa, termasuk mengampuni mereka yang
membunuh-Nya, juga mengampuni dan menyelamatkan orang jahat di kayu salib (Luk.
23:43). Dan Dia sampai sekarang masih menyelamatkan setiap orang yang percaya
kepada-Nya apa pun dosa mereka (Yoh. 3:16). Orang apakah Dia ini? Siapakah
Yesus ini? Bersyukurlah kepada Yesus karena Dia telah menyelamatkan kita dan
menciptakan kita kembali menjadi serupa dengan diri-Nya --Daniel Korre. DIA
SAMA DENGAN KITA SEHINGGA DAPAT MEMAHAMI KITA. DIA BERBEDA DARI KITA SEHINGGA
DAPAT MENYELAMATKAN KITA. (Ibu Caroline – Bandung)

No comments:
Post a Comment