(Amsal 1:8-9 & 19:20, 29:17)
Amsal 1:8, “Hai anakku, dengarkanlah
didikan ayahmu, dan jangan menyia- nyiakan ajaran ibumu”. Sadarkah kita
kalau jasa orang tua yang selalu mendoakan & mengusahakan yang terbaik buat
anak-anak-Nya adalah orang tua yang berhasil / orang tua yang hebat? Kalau saat
ini kita sudah menjadi hebat. Sadarkah kita bahwa semua itu peran orang tua
yang hebat yang senantiasa mengerjakan hal terkecil hingga terbesar & telah
menjadi teladan dalam hidup kita, orang tua yang hebat adalah orang tua yang telah
melahirkan anak-anak yang sukses secara jasmani maupun rohani. Amin.
Respon 1
Saat teduh. Jumat, 7 Februari 2014 “Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah &
mati, ia tetap satu biji saja; tapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak
buah.” (Yoh 12:24). Kegagalan tragis dalam hidup adalah saat kita tidak dapat
bertahan hidup benar karena tidak bersedia mati terhadap hal-hal duniawi.
Sebaliknya, kesuksesan sejati adalah saat kita bersedia mati untuk bertumbuh
& menghasilkan buah. Saat merenungkan perjalanan kita dengan Yesus ada satu
waktu di mana kita mungkin bertanya-tanya, “Mengapa ini begitu sulit? Begitu
banyak pergumulan yang aku hadapi. Kapan akhirnya ini semua akan berakhir?”
Dalam perjalanan hidup saya bersama Tuhan, saya belajar bahwa pertumbuhan rohani
seringkali terjadi seperti pertumbuhan yang biasa kita lihat, buah terbaik
matang perlahan-lahan. Masalahnya adalah kita cenderung tidak sabar melihat
kemajuan pertumbuhan & saat kita tidak melihat buah sebanyak yang kita
inginkan, menjadi putus asa & berhenti bertumbuh. Pertumbuhan membutuhkan
waktu. Langkah terbaik supaya bertumbuh: 1. Pelihara pertumbuhan bersama dengan
Firman Tuhan saat kita membaca perkataan-perkataan Tuhan berulang kali, itu
akan membantu kita untuk selalu ingat bahwa Ia sedang bekerja, bahkan ketika
kita tidak bisa melihatnya. “Kita tahu sekaragn, bahwa Allah turut bekerja
dalam segala sesuatu untuk menjadikan kita lebih baik lagi” (Rm 8:28). 2. Bekerja
sama dengan Tuhan, saat Ia memangkas ranting pohon pertumbuhan “Setiap ranting
pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya & setiap ranting yang berbuah,
dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah” (Yoh 15:2).
Taat & rela saat Ia memin-ta kita membuang semua hal dalam diri & hidup
kita yang tidak berkenan kepada-Nya. 3. Berdoa dengan bantuan daftar buah Roh (Gal
5:22-23). Minta Tuhan untuk membantu
kita menumbuhkan buah ini dalam diri kita sudahkah kasih, sukacita, damai
sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan,
penguasaan diri terus bertumbuh dalam diri kita.. Sekaligus jadi rapor kita
setiap hari. Makin bertumbuh, makin berkenan. Selamat pagi friends. Tuhan Yesus
memberkati.
Respon 2
Hai, anakku,
dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu (Amsal
1:8). Kemarin di komsel, Pak Tjoek bilang tanpa kita sadari orang tua kita
adalah mentor kita mulai awal kita hidup, mulai belajar ngomong, belajar jalan
yang sangat berperan adalah orang tua dan itu sering tidak
kita sadari betapa
berjasanya orang tua kita sehingga kita ada seperti sekarang ini. Kita memang
tidak bisa memilih kita mau lahir di orang tua yang seperti apa. Kadang ada
perbuatan orang tua yang tidak sejalan dengan kita yang melukai hati kita tapi
sadarlah bahwa semua orang tua selalu ingin anaknya menjadi orang yang
berhasil, sehingga mungkin mendidik terlalu keras. Tapi yang perlu kita tahu
orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik buat kita. Belajar bersyukur
untuk orang tua yang hebat yang sudah diberikan Tuhan buat kita semua. Dan mau
dengan rendah hati menerima nasihat dan didikan mereka. Tuhan berkata
“hormatilah orangtuamu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Allah,
Tuhanmu, kepadamu”. (Kel 20:12). Mau dididik membuat kita berhasil. Happy Friday.
Respon 3
Mzm 39:10, aku diam,
tidak kubuka mulutku, sebab Engkau
sendirilah yang bertindak! Kalau kita berserah pada-NYA, mengerjakan bagian
kita, maka Yesus bertindak mengada-kan Mujizat untuk kita pasti terjadi! Samuel
Sianto (SS)-YESTOYA Malang.
No comments:
Post a Comment