1Tawarikh 17:27, “Kiranya
Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di
hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN,
diberkati untuk selama- lamanya.” Amin! (Ayat Favoritku J)
Kita tidak ingin sekedar hidup mengalir begitu saja, tetapi kita ingin mencapai sesuatu dalam hidup,
berprestasi dalam sekolah, sukses dalam karier, membangun Rumah Tangga yang
bahagia, dll. Semua itu hanya terjadi bila kita dapat memanfaatkan waktu dengan bijakasana.
Dan hal yang paling bijaksana adalah memanfaatkan waktu kita untuk hidup BAGI
Tuhan & melayaniNya (melalui keluarga kita terlebih dahulu tentunya) Amin!
Setiap kita memiliki 24 jam sehari. Sudahkah kita melakukan lebih banyak hal?
Menggunakan kesempatan yang ada dengan membangun hubungan lebih baik lagi dengan suami / istri kita?? Anak-anak kita?? Sesibuk apapun
kita, sediakanlah waktu bagi keluarga kita (suami/istri & anak-anak kita)
terlebih dahulu (penting bagi perkembangan anak & keharmonisan keluarga
kita). Amin! Semangat membangun Quality Time bersama keluarga Tercinta.
Respon 1
Jumat, 28 Februari 2014. Bacaan: Yohanes 10:7-18. Setahun:
Bilangan 34-36. Nats: Akulah pintu; siapa saja yang masuk melalui Aku, ia akan
diselamatkan dan ia akan masuk dan keluar serta menemukan padang rumput.
(Yohanes 10:9). PINTU. George Adam Smith, seorang guru Alkitab, suatu kali
berkunjung ke Israel dan bercakap-cakap dengan seorang gembala. George ingin
tahu apa yang dilakukan para gembala Israel terhadap domba-domba yang mereka
gembalakan. Menjelang malam, ia melihat gembala menggiring
domba ke sebuah
gua kecil. “Apakah aman? Bukankah tidak ada pintu penutupnya?”
tanya George. “Sayalah pintunya, “ kata gembala itu. Dalam budaya di Timur
Tengah, gembala akan berbaring di depan lubang gua sehingga tidak ada serigala
atau binatang buas yang dapat masuk tanpa melalui tubuhnya. Gembala yang baik
menyerahkan nyawa bagi dombanya. Ia sendiri yang menjadi pintu agar dombanya
aman dan terlindung dari serangan binatang buas. Yesus adalah guru, penginjil,
dan pembuat mukjizat, namun Dia memperkenalkan diri-Nya sebagai Gembala yang
baik. Dia tidak saja memberikan nyawa-Nya, tetapi Dia juga yang menjaga dan
memelihara hidup kita. Apabila Yesus sendiri yang menjadi perlindungan kita,
apa yang perlu kita takutkan? Apabila si jahat hendak menyentuh kita, para
domba-Nya, apakah ia sanggup melewati Sang Gembala? Rasa aman sejati bukan
terdapat di dalam deposito, properti, atau harta yang kita miliki. Itu semua tidak dapat memberikan keamanan yang sesungguhnya. Kiranya
kita tenang di dalam naunganNya. Badai hidup boleh menerjang, masalah dan
tantangan dapat menerpa, namun kita tetap tinggal tenang dalam lindunganNya.
Ingat, Gembala kita adalah Pintu. Kita aman bersama-Nya. --Hendro Saputro.
Yesus adalah pintu yang sejati, Pelindung dan Pemelihara kawanan domba-Nya.
Respon 2
TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi
berperang (2 Samuel 8:14). Kalau Tuhan memberi berarti tidak tergantung
kekuatan & kemampuan Daud. Demikian juga dalam hidup kita. Jangan lemah
ketika lihat kekuatan & kemampuan diri sendiri, tapi lihat kepada Tuhan
Yesus yang memberi, maka kita akan mendapat kekuatan.
Respon 3
“Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” (Kisah
Para Rasul 20:35b). TUHAN memberkati kita supaya kita menjadi berkat bagi orang
lain, bukan untuk diri sendiri. Shalom, selamat pagi, TUHAN memberkati. GBU
All.
Respon 4
Pentingnya WAKTU Bersama Keluarga. 1Tawarikh 17:27, ‘Kiranya
Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di
hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN,
diberkati untuk selama-lamanya.’ Amin! Aku sebenarnya bingung apa hubungannya
ayat ini dengan judul renungan pagi ini. Kemarin guru les Celyn bilang, dia di
protes sama anaknya (masih TK), anaknya bilang ‘Mami, sekarang kita kok nggak
pernah nonton tv bareng-bareng lagi ya?
Dulu masih sempat. Sekarang Mami kalau pulang malam, terus langsung bobok.’ Gurunya Celyn
langsung sedih denger itu, dan dia langsung mengatur jadwal les murid-muridnya
dan harus ada yang ditinggalkan demi anaknya. Aku melihat itu tindakan yang
tepat, jadi kalau ada orang yang bilang ‘sekarang ini jamannya orang
berlomba-lomba cari uang, toh uang juga untuk keluar-ga’, itu salah banget.
Karena kebersamaan dalam keluarga itu benar-benar sangat penting. Di waktu
kebersamaan itu kita bisa memupuk keakraban di keluarga, bercanda sama pasangan
dan anak, ngobrol, cerita pengalaman masing-masing itu membuat satu sama lain
menikmati waktu itu. Kalau anak yang nggak pernah diajak ngobrol sama orang
tuanya dia akan jadi anak yang nggak tahu cara membawa diri dan nggak peka akan
keadaan sekelilingnya. Karena dia nggak pernah dengar cerita orang tuanya dalam
menghadapi masalah, dalam bersosialisasi dengan orang lain dll. Kebersamaan / quality time itu membangun kasih mesra dan waktu saat yang tepat
untuk menanamkan nilai-nilai kerohanian yang membentuk iman mereka. Jadi para
orang tua yang sekarang ini lagi sibuk dan kurang waktu bersama keluarga. Mari
kita tata ulang kehidupan kita, karena pasangan kita, anak-anak kita bukan
hanya butuh materi tapi mereka juga butuh perhatian dan kebersamaan. Happy
Friday.
Respon 5
Syalom. Amin... “Tetapi kpd kita masing-masing tlh
dianugerahkn kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.” (Efesus 4:7).
Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN memberkati.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment