Friday, 28 February 2014

28 Februari 2014 - Pentingnya WAKTU Bersama Keluarga



1Tawarikh 17:27, “Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama- lamanya.” Amin! (Ayat Favoritku J) Kita tidak ingin sekedar hidup mengalir begitu saja, tetapi kita ingin mencapai sesuatu dalam hidup, berprestasi dalam sekolah, sukses dalam karier, membangun Rumah Tangga yang bahagia, dll. Semua itu hanya terjadi bila kita dapat memanfaatkan waktu dengan bijakasana. Dan hal yang paling bijaksana adalah memanfaatkan waktu kita untuk hidup BAGI Tuhan & melayaniNya (melalui keluarga kita terlebih dahulu tentunya) Amin! Setiap kita memiliki 24 jam sehari. Sudahkah kita melakukan lebih banyak hal? Menggunakan kesempatan yang ada dengan membangun hubungan lebih baik lagi dengan suami / istri kita?? Anak-anak kita?? Sesibuk apapun kita, sediakanlah waktu bagi keluarga kita (suami/istri & anak-anak kita) terlebih dahulu (penting bagi perkembangan anak & keharmonisan keluarga kita). Amin! Semangat membangun Quality Time bersama keluarga Tercinta.


Respon 1
Jumat, 28 Februari 2014. Bacaan: Yohanes 10:7-18. Setahun: Bilangan 34-36. Nats: Akulah pintu; siapa saja yang masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan dan ia akan masuk dan keluar serta menemukan padang rumput. (Yohanes 10:9). PINTU. George Adam Smith, seorang guru Alkitab, suatu kali berkunjung ke Israel dan bercakap-cakap dengan seorang gembala. George ingin tahu apa yang dilakukan para gembala Israel terhadap domba-domba yang mereka gembalakan. Menjelang malam, ia melihat gembala   menggiring  domba  ke  sebuah  gua kecil. “Apakah aman? Bukankah tidak ada pintu penutupnya?” tanya George. “Sayalah pintunya, “ kata gembala itu. Dalam budaya di Timur Tengah, gembala akan berbaring di depan lubang gua sehingga tidak ada serigala atau binatang buas yang dapat masuk tanpa melalui tubuhnya. Gembala yang baik menyerahkan nyawa bagi dombanya. Ia sendiri yang menjadi pintu agar dombanya aman dan terlindung dari serangan binatang buas. Yesus adalah guru, penginjil, dan pembuat mukjizat, namun Dia memperkenalkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik. Dia tidak saja memberikan nyawa-Nya, tetapi Dia juga yang menjaga dan memelihara hidup kita. Apabila Yesus sendiri yang menjadi perlindungan kita, apa yang perlu kita takutkan? Apabila si jahat hendak menyentuh kita, para domba-Nya, apakah ia sanggup melewati Sang Gembala? Rasa aman sejati bukan terdapat di dalam deposito, properti, atau harta yang kita miliki. Itu semua tidak dapat memberikan keamanan yang sesungguhnya. Kiranya kita tenang di dalam naunganNya. Badai hidup boleh menerjang, masalah dan tantangan dapat menerpa, namun kita tetap tinggal tenang dalam lindunganNya. Ingat, Gembala kita adalah Pintu. Kita aman bersama-Nya. --Hendro Saputro. Yesus adalah pintu yang sejati, Pelindung dan Pemelihara kawanan domba-Nya.


Respon 2
TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang (2 Samuel 8:14). Kalau Tuhan memberi berarti tidak tergantung kekuatan & kemampuan Daud. Demikian juga dalam hidup kita. Jangan lemah ketika lihat kekuatan & kemampuan diri sendiri, tapi lihat kepada Tuhan Yesus yang memberi, maka kita akan mendapat kekuatan.



Respon 3
“Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” (Kisah Para Rasul 20:35b). TUHAN memberkati kita supaya kita menjadi berkat bagi orang lain, bukan untuk diri sendiri. Shalom, selamat pagi, TUHAN memberkati. GBU All.

Respon 4
Pentingnya WAKTU Bersama Keluarga. 1Tawarikh 17:27, ‘Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.’ Amin! Aku sebenarnya bingung apa hubungannya ayat ini dengan judul renungan pagi ini. Kemarin guru les Celyn bilang, dia di protes sama anaknya (masih TK), anaknya bilang ‘Mami, sekarang kita kok nggak pernah nonton tv bareng-bareng lagi ya?  Dulu masih sempat. Sekarang Mami kalau pulang malam, terus langsung bobok.’ Gurunya Celyn langsung sedih denger itu, dan dia langsung mengatur jadwal les murid-muridnya dan harus ada yang ditinggalkan demi anaknya. Aku melihat itu tindakan yang tepat, jadi kalau ada orang yang bilang ‘sekarang ini jamannya orang berlomba-lomba cari uang, toh uang juga untuk keluar-ga’, itu salah banget. Karena kebersamaan dalam keluarga itu benar-benar sangat penting. Di waktu kebersamaan itu kita bisa memupuk keakraban di keluarga, bercanda sama pasangan dan anak, ngobrol, cerita pengalaman masing-masing itu membuat satu sama lain menikmati waktu itu. Kalau anak yang nggak pernah diajak ngobrol sama orang tuanya dia akan jadi anak yang nggak tahu cara membawa diri dan nggak peka akan keadaan sekelilingnya. Karena dia nggak pernah dengar cerita orang tuanya dalam menghadapi masalah, dalam bersosialisasi dengan orang lain dll.  Kebersamaan / quality time itu membangun kasih mesra dan waktu saat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kerohanian yang membentuk iman mereka. Jadi para orang tua yang sekarang ini lagi sibuk dan kurang waktu bersama keluarga. Mari kita tata ulang kehidupan kita, karena pasangan kita, anak-anak kita bukan hanya butuh materi tapi mereka juga butuh perhatian dan kebersamaan. Happy Friday.


Respon 5
Syalom. Amin... “Tetapi kpd kita masing-masing tlh dianugerahkn kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.” (Efesus 4:7). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN memberkati.





JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment