(Kejadian 2:18-25)
Tuhan mempunyai tujuan bagi setiap keluarga yaitu menggenapi misi Allah dan
menjadikan keluarga sebagai alat untuk memperlebar kerajaan surge (Kejadian
1:26-28). Sudahkah kita sebagai keluarga-keluarga Ilahi membangun hubungan dengan
sesama lebih lagi? (Ulangan 6:4-9) Semangat menggenapi Rencana-Nya (menjadi
saksi, memuridkan & bermultiplikasi). Amin.
Respon 1
Carilah TUHAN selama
Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik
meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia
kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita,
sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. - demikianlah firman-Ku yang
keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan
sia- sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil
dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. - Yesaya 55:6-7&11. Shalom selamat
pagi, Tuhan memberkati. Gbu All.
Respon 2
Renungan Pagi.
Kamis, 20 Februari 2014. Bahan: Imamat 16-18. Nats: Mengapa engkau melihat
serpihan di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di matamu sendiri tidak engkau
ketahui? (Lukas 6:41). TEMBOK KESOMBONGAN. Bacaan: Lukas 6:41-42. Seusai
kebaktian, dua pemuda berjalan sambil bercakap-cakap. ”Keterlaluan sekali Bapak
yang duduk di depan kita tadi! Sudah tidur, dengkurannya keras lagi.” Pemuda
pertama mengomel. Tak mau kalah, pemuda kedua juga ikut mengomel, “Bapak tadi
memang keterlaluan, dengkurannya membuat saya terbangun.” Melihat kelemahan
orang lain memang mudah, tetapi tak mudah menyadari kesalahan sendiri. Banyak
orang kristiani juga mengomel dan mengeluhkan kelemahan orang lain atau mencela
mereka yang berbuat salah. Tanpa disadari mereka juga bisa melakukan kesalahan yang
sama. Mari kita belajar untuk berhenti menghakimi dan mencari-cari kesalahan
orang lain, sebab jika hal ini terus kita lakukan, kita tidak akan pernah
memiliki waktu untuk menilai diri sendiri. Itu bisa menjadikan, kita munafik,
seperti orang Farisi dan ahli Taurat yang dikecam oleh Tuhan Yesus. Hal ini
kelihatannya sepele, tetapi kalau tidak cepat diatasi, tanpa sadar kita
membangun tembok kesombongan yang tinggi. Kita akan selalu merasa paling benar,
paling suci, paling rohani. Firman Allah hari ini menasihati; daripada kita
mencari-cari kesalahan orang lain yang dapat dikritik dan dihakimi, lebih baik
kita melihat keberadaan diri sendiri di hadapan Allah. Kita harus belajar
menyadari bahwa tidak ada
manusia yang sempurna, tidak ada manusia yang
tak pernah berbuat salah. Kalau kita mau jujur, bukankah kita juga pernah
salah? Kalau kita sendiri kadang juga berbuat salah, mengapa kita sibuk
mencari-cari kesalahan orang lain? Lebih mudah menemukan kesalahan kecil orang
lain daripada menyadari kesalahan besar diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
Jangan kamu
khawatir, karena: Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat
menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (Matius 6:27). Serahkanlah segala
kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (1 Petrus 5:7).
No comments:
Post a Comment