Yohanes 8:44, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin
melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula
dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran.
Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah
pendusta dan bapa segala dusta.” Sadarkah kita bahwa iblis suka mengelabuhi
kita dengan hal-hal kecil supaya kita berdusta? Hidup adalah pilihan, jadi
ambil keputusan yang benar. Cintailah Tuhan dan jauhilah dusta / kejahatan!
Amin.
Respon 1
Mazmur 27:7,
‘Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!’
Alamat yang tepat hanya Yesus yang bisa menjawab doa kita. Berdoalah, mujizat
sekarang terjadi! Samuel Sianto (SS)-YESTOYA Malang.
Respon 2
Yohanes 8:44, ‘iblislah
yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan keinginan bapamu. Ia
adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di
dalam dia tidak ada kebenaran, apabila ia berkata dusta, ia berkata atas
kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.’ Ayat ini
sudah sering kita baca, mulai kecil kita sudah diajari kalau berbohong itu dosa
(didalam agama apapun). Tapi kenapa kok kita tidak bisa tidak bohong? Kadang
karena sungkan ketika kita ditanya “Sudah makan?” kita jawab “Sudah” padahal
belum. Itu contoh yang gampang aja dan kita menganggap itu hal biasa aja tidak
akan ada pengaruhnya apa-apa. Padahal tanpa sadar kita sudah melakukan dusta.
Kayaknya kata-kataku ini lebay ya, gitu kok di bilang dusta. Tapi memang itulah
kenyataannya. Tuhan bilang, katakan ya kalau ya, tidak kalau tidak, jangan menjadi saksi dusta.
Seringkali hal-hal kecil yang menurut kita hanya “bohong kecil” kok, “guyonan”
kok, tapi apa kita tau itu “bohong kecil” dan “guyonan” dimata Tuhan. Firman
Tuhan hari ini mengingatkan kalau kita anak Tuhan untuk jangan melakukan
keinginan iblis. Kalau kita melakukan keinginan iblis yang Bapa tidak kita ingini.
Segala dusta kita akan jadi anak iblis. Memang keras teguran hari ini, tapi
mari kita belajar untuk hanya melakukan keinginan Bapa kita. Memang susah, tapi
susah bukan tidak bisa. Setuju?
Respon 3
‘Sesudah itu raja
memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa.
Berbicaralah raja kepada Daniel: Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah
kiranya yang melepaskan engkau!’ (Daniel 6:17) Dan Allah menyelamatkan Daniel
di gua singa! Yesus yang kita sembah juga tidak pernah
mengecewakan, Dia pasti tolong hidupmu. Have
a blessed week.
No comments:
Post a Comment