Monday, 10 February 2014

10 Februari 2014



Yohanes 8:44, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” Sadarkah kita bahwa iblis suka mengelabuhi kita dengan hal-hal kecil supaya kita berdusta? Hidup adalah pilihan, jadi ambil keputusan yang benar. Cintailah Tuhan dan jauhilah dusta / kejahatan! Amin.

Respon 1
Mazmur 27:7, ‘Dengarlah, Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!’ Alamat yang tepat hanya Yesus yang bisa menjawab doa kita. Berdoalah, mujizat sekarang terjadi! Samuel Sianto (SS)-YESTOYA Malang.


Respon 2

Yohanes 8:44, ‘iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran, apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.’ Ayat ini sudah sering kita baca, mulai kecil kita sudah diajari kalau berbohong itu dosa (didalam agama apapun). Tapi kenapa kok kita tidak bisa tidak bohong? Kadang karena sungkan ketika kita ditanya “Sudah makan?” kita jawab “Sudah” padahal belum. Itu contoh yang gampang aja dan kita menganggap itu hal biasa aja tidak akan ada pengaruhnya apa-apa. Padahal tanpa sadar kita sudah melakukan dusta. Kayaknya kata-kataku ini lebay ya, gitu kok di bilang dusta. Tapi memang itulah kenyataannya. Tuhan bilang, katakan ya kalau ya, tidak kalau tidak, jangan menjadi saksi dusta. Seringkali hal-hal kecil yang menurut kita hanya “bohong kecil” kok, “guyonan” kok, tapi apa kita tau itu “bohong kecil” dan “guyonan” dimata Tuhan. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kalau kita anak Tuhan untuk jangan melakukan keinginan iblis. Kalau kita melakukan keinginan iblis yang Bapa tidak kita ingini. Segala dusta kita akan jadi anak iblis. Memang keras teguran hari ini, tapi mari kita belajar untuk hanya melakukan keinginan Bapa kita. Memang susah, tapi susah bukan tidak bisa. Setuju?


Respon 3
‘Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!’ (Daniel 6:17) Dan Allah menyelamatkan Daniel di gua singa! Yesus yang kita sembah juga  tidak  pernah  mengecewakan,  Dia pasti tolong hidupmu. Have a blessed week.

No comments:

Post a Comment