(Efesus 5:21-33). Ayat22: “Istri-istri mengertilah dan dukunglah
suami-suamimu, dengan cara yang menunjukkan dukunganmu bagi Kristus”. Ayat 23: “Suami
memberikan kepemimpinan pada istrinya seperti Kristus
kepada Jemaat-Nya, tidak dengan dominasi, tetapi dengan menghargai” (Terjemahan bebas Alkitab “The Message”). Saat seorang suami mendekat
dan tunduk kepada Kristus & istri juga mendekat dan tunduk pada Kristus,
maka mereka menjadi dekat satu dengan yang lainnya! Rangkaian nasihat dari
Rasul Paulus mengenai hubugan suami istri dimulai dengan ayat 21: “Rendahkanlah dirimu seorang kepada yang
lain didalam takut akan Kristus.” Sudahkah kita merendahkan hati / rela untuk
mengesampingkan kepentingan pribadi demi kebaikan dan kebahagiaan pasangan hidup
kita? Amin.
Respon 1
Efesus 5: 22, “Hai
istri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan.” Ayat 25, “Hai suami,
kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah
menyerahkan diri-Nya baginya”.
Di bunyi Firman Tuhan tadi tidak ada
kata-kata kalau. Istri tunduklah pada suamimu Kalau, suami kasihilah istrimu,
kalau tidak ada kata-kata seperti itu, dan itu bukan pilihan, tapi itu perintah.
Sebagai manusia untuk tunduk itu amat sangat susah, apalagi kalau suaminya
mengjengkelkan, untuk mengasihi istri yang menyusahkan itu butuh pengorbanan yang
berdarah-darah. 2 pribadi dari latar belakang yang berbeda di satukan itu bukan
hal yang mudah. Tapi kalau kita mau melibatkan Tuhan di dalam rumah tangga
kita, percayalah kita akan sedikit demi sedikit terseret menuju idealnya yang
Tuhan mau. Caranya gimana? Ya kita tidak usah menuntut pasangan kita yang
melakukan Firman Tuhan, tapi diri kita dulu yang belajar melakukan Firman
Tuhan. Kalau kita berubah, pasangan akan melihat perubahan dan dia akan ikut
berubah. seperti Firman di Matius 7:12: ‘Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya
orang lain perbuat kepadamu, perbuatlah
demikian juga kepada mereka.’ Jadi gini,
kalau kita ingin suami / istri kita ngomong yang manis, kita harus lakukan dulu
pada pasangan kita, bukan menuntut tapi melakukan lebih dulu supaya jadi
contoh. Kalau itu kita lakukan sesuatu pasti terjadi di rumah tangga kita. Itu
sudah aku alami dan aku sudah merasakan peruba-hannya. Yang lain mau coba? Jangan
menun-tut tapi lakukan. Selamat mencoba.
Respon 2
Syalom. Amin... “Tangan-Ku
juga meletakkan dasar bumi, dan tangan kanan-Ku membentangkan langit. Ketika
Aku menyebut namanya, semuanya bermunculan.” (Yesaya 48:13). Terima kasih Ibu
Siu, selamat beraktivitas Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
Keberhasilan
senantiasa mengikuti perjalanan hidup orang percaya, asal kita dengan
sungguh-sungguh mengasihi Dia
dan hidup berkenan Kepada-Nya (
Amsal 3:9 ). Shalom selamat pagi Tuhan memberkati. GBU All.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment