Wednesday, 12 February 2014

12 Februari 2014



Efesus 4:26, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam,  sebelum padam amarahmu”. Apakah kita sebagai anak-anak Tuhan boleh marah? Kita boleh marah asal kemarahan itu tepat, positif & harus dikenda-likan sehingga tidak berlebihan & menimbul-kan dosa! Firman Tuhan menegaskan jangan-lah amarah kita berkobar sampai matahari terbenam, seorang pemenang sejati adalah orang yang mampu menguasai diri disaat emosinya mulai tidak terkendali. (Galatia 5:22-23). Amin.


Respon 1
Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya (Lukas 10:39, 42). Bersekutu dan mendengarkan sabda-Nya adalah bagian terbaik dalam hidup kita mulailah harimu dengan bagian yang terbaik. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 2
Mazmur 107:35, ‘Dibuat-Nya padang gurun menjadi kolam air dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran air!’ Yang tidak bisa Yesus jadikan bisa, pasti bisa! Samuel Sianto (SS)-YESTOYA Malang.

Respon 3
Saat teduh. Rabu, 12 Februari 2014. “Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa & lalu aku akan masuk menghadap raja, sung-guhpun berlawanan dengan undang-undang, (aturan untuk calon ratu yang jika dilanggar bukan hanya beresiko kehilangan kesempatan jadi ratu tapi juga kehilangan nyawa) kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati” (Est 4:16). Saya melihat pribadi yang mengagum-kan dalam diri Ester melalui pernyataan, tindakan, keputusan & keberaniannya. Yang saya pelajari, Ester tahu tujuan hidupnya. Ia tidak berkata, “Duh, kalau ngerti jadi begini, kalau  akhirnya  tidak  jadi ratu, mending aku tidak perlu susah-susah ikuti rangkaian persiapan yang sangat tidak nyaman sebagai persyaratan jadi ratu itu sedari awal” (Est 2:2-4). Ia tidak menyesali apa yang telah dilaluinya, yang mungkin pada akhirnya harus direlakan. Ia tidak menyalahkan siapa-siapa, ia tidak mengumpat. Menyadari maksud Tuhan & prioritas yang benar dalam hidupnya, ia berani bertindak ekstrim karena ia tahu kehendak / maksud Tuhan yang membawanya sampai pada titik itu. Ia mengerjakan misi Tuhan bagi hidupnya dengan tindakan nyata. Tahu apa yang Benar yang harus dilakukannya & dikerjakan dengan Hati, yang teruji ketulusan & kemurniannya. Ia tidak silau terhadap harta mewah yang ditawarkan raja, tapi pada akhirnya kualitas ini juga yang membawanya mencapai tempat termulia & memperoleh yang terbaik / paling berharga, yaitu Hati Raja. (Ester. 2:15). Ingat jika dirinya ada pada posisi itu (siap menjadi ratu) pasti ada tugas khusus dari Tuhan disitu. Ia tidak hanya menikmati untuk dirinya sendiri, ia tahu ada kesempatan untuk melakukan sesuatu bagi orang lain. Orang yang paling malang adalah orang yang tidak tahu (atau tidak mau tahu) tentang tujuan Tuhan bagi hidupnya, apa maksud Tuhan membawanya di titik & posisi itu, kesempatan untuk lakukan sesuatu bagi orang lain. Hidupnya penuh sungut-sungut, tidak puas, kecewa karena gunakan kesempatan puaskan diri sendiri bukan puaskan Tuhan “Apa yang bisa kita lakukan bagi-Nya & sesama di posisi kita saat ini?” Selamat pagi semua. Selamat mewarnai dunia. Tuhan Yesus memberkati.


JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment