Efesus 4:26, “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu
berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu”. Apakah kita sebagai anak-anak Tuhan boleh marah? Kita boleh marah
asal kemarahan itu tepat, positif & harus dikenda-likan sehingga tidak berlebihan
& menimbul-kan dosa! Firman Tuhan menegaskan jangan-lah amarah kita
berkobar sampai matahari terbenam, seorang pemenang sejati adalah orang yang
mampu menguasai diri disaat emosinya mulai tidak terkendali. (Galatia 5:22-23).
Amin.
Respon 1
Maria ini duduk
dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, Maria telah memilih
bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya (Lukas 10:39, 42).
Bersekutu dan mendengarkan sabda-Nya adalah bagian terbaik dalam hidup kita
mulailah harimu dengan bagian yang terbaik. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 2
Mazmur 107:35,
‘Dibuat-Nya padang gurun menjadi kolam air dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran
air!’ Yang tidak bisa Yesus jadikan bisa, pasti bisa! Samuel Sianto (SS)-YESTOYA
Malang.
Respon 3
Saat teduh. Rabu, 12
Februari 2014. “Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa & lalu aku akan
masuk menghadap raja, sung-guhpun berlawanan dengan undang-undang, (aturan untuk
calon ratu yang jika dilanggar bukan hanya beresiko kehilangan kesempatan jadi
ratu tapi juga kehilangan nyawa) kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati” (Est
4:16). Saya melihat pribadi yang mengagum-kan dalam diri Ester melalui
pernyataan, tindakan, keputusan & keberaniannya. Yang saya pelajari, Ester
tahu tujuan hidupnya. Ia tidak berkata, “Duh, kalau ngerti jadi begini, kalau akhirnya tidak jadi ratu, mending aku tidak perlu
susah-susah ikuti rangkaian persiapan yang sangat tidak nyaman sebagai
persyaratan jadi ratu itu sedari awal” (Est 2:2-4). Ia tidak menyesali apa yang
telah dilaluinya, yang mungkin pada akhirnya harus direlakan. Ia tidak
menyalahkan siapa-siapa, ia tidak mengumpat. Menyadari maksud Tuhan & prioritas
yang benar dalam hidupnya, ia berani bertindak ekstrim karena ia tahu kehendak /
maksud Tuhan yang membawanya sampai pada titik itu. Ia mengerjakan misi Tuhan
bagi hidupnya dengan tindakan nyata. Tahu apa yang Benar yang harus
dilakukannya & dikerjakan dengan Hati, yang teruji ketulusan &
kemurniannya. Ia tidak silau terhadap harta mewah yang ditawarkan raja, tapi
pada akhirnya kualitas ini juga yang membawanya mencapai tempat termulia &
memperoleh yang terbaik / paling berharga, yaitu Hati Raja. (Ester. 2:15). Ingat
jika dirinya ada pada posisi itu (siap menjadi ratu) pasti ada tugas khusus
dari Tuhan disitu. Ia tidak hanya
menikmati untuk dirinya sendiri, ia tahu ada kesempatan untuk melakukan sesuatu
bagi orang lain. Orang yang paling malang adalah orang yang tidak tahu (atau
tidak mau tahu) tentang tujuan Tuhan bagi hidupnya, apa maksud Tuhan membawanya
di titik & posisi itu, kesempatan untuk lakukan sesuatu bagi orang lain.
Hidupnya penuh sungut-sungut, tidak puas, kecewa karena gunakan kesempatan
puaskan diri sendiri bukan puaskan Tuhan “Apa yang bisa kita lakukan bagi-Nya
& sesama di posisi kita saat ini?” Selamat pagi semua. Selamat mewarnai
dunia. Tuhan Yesus memberkati.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment