Monday, 24 February 2014

24 Februari 2014 - Peran Suami Bagi Keluarga



(Efesus 5:25, 28-30 & 33). Standard kasih seperti apa yang perlu dimiliki oleh seorang suami terhadap istrinya? Kata kasihi, kata aslinya adalah: agapao yang artinya mengusahakan yang terbaik untuk orang lain. Jadi standard kasih dalam sebuah pernikahan Kristen adalah hubungan seperti Kristus terhadap jemaat-Nya! Yaitu: 1. Kasih yang tidak egois (ayat 25). 2. Kasih yang suci (ayat 26). 3. Kasih yang senantiasa memberi dan mengorbankan diri (ayat 25). 4. Kasih yang mengasuh dan merawat (ayat 29). 5. Kasih yang mengutamakan kesejahteraan istrinya (ayat 29), 6. Kasih yang melibatkan komitmen selain perasaan (ayat 31) dan 7. Kasih yang mengutamakan istri diatas hubungan yang lain (ayat 31).  Ps.J.Oentoro semangat bagi suami untuk menjalankan peran bagi keluarga.


Respon 1
Renungan hari ini: “Hal apa sajakah yang kita dapatkan, jika kita menjadi yang terbaik? Jawabannya adalah kita akan diberkati secara melimpah dalam hal materi. Kita akan cukup makan, minum dan berbagai fasilitas kehidupan akan mewarnai kita (Pengkhotbah 9:7). Dengan demikian kita dapat menyalur-kan berkat yang kita dapati juga pada orang lain dan menyalurkan juga pada kelebaran kerajaan Allah (Mzm 67:1-3). Tidak ada kata sulit untuk menjadi yang terbaik dalam apapun yang dikerjakan, asalkan menempat-kan Tuhan di atasnya.” Shalom, selamat pagi, Tuhan Yesus memberkati.

Respon 2
Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, (1 Tawarikh 16:15). Tidak pernah bahkan untuk selamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya pegang terus & jangan pernah lepaskan janji-janji-Nya sampai semua digenapi dalam hidupmu.

Respon 3
Renungan pagi ini untuk para suami . Semua ayat di Firman hari ini (Efesus 5:25, 28-30 &33) semua berbicara suami kasihilah istrimu. Satu kalimat yang aku senang banget “mengasihi istri bukan hanya memberi uang belanja sebulan gaji tanpa memperhatikan keperluan lain dari sang istri”. Karena itu dulu yang aku alami. Semua kebutuhan tercukupi bahkan lebih, tapi tidak ada waktu untuk ngobrol, tidak ada waktu untuk pacaran. Yang ada cuma kerja, kerja, kerja dan kerja. Tapi puji Tuhan sekarang, Tuhan sudah mengubah semuanya. Ya meski belum sempurna seperti idealnya Tuhan tapi ya tetap belajar untuk kearah sana. Sekarang suami tidak hanya memperhatikan masalah materi tapi dia lebih perhatian dan mau ikut bersama-sama mendidik anak-anak. Kalau dulu semua yang berhubungan   dengan   ramah  dan  anak  itu
tanggung jawab istri, sekarang itu tanggung jawab bersama. Puji Tuhan.

JESUS BLESS
 


No comments:

Post a Comment