Friday, 21 February 2014

21 Februari 2014 - Keluarga yang Hidup Dalam Kasih

Kasih Allah yang ada dalam hati kita pasti mendo-rong kita untuk memiliki hati yang mengasihi dan  peduli  khususnya  kepada keluarga kita terlebih dahulu! Hidup ini indah jika kita rela saling mengasihi bukan dikasihi, memberi bukan menerima, melayani bukan dilayani! Sudahkah kita melakukan apa yang Tuhan minta hari ini? Saling mengasihi dalam keluarga terlebih dahulu? “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka   haruslah  kita  juga  saling  mengasihi. Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.” (1 Yohanes 4:7-12) Amin.

Respon 1
Judul Firman Tuhan hari ini “keluarga yang hidup dalam kasih”. Keluarga adalah gambaran hubungan Bapa denga anak-anak-Nya. Bapa di surga tidak pernah kehabisan kasih buat kita anak-anak-Nya. Meskipun kita sering sekali melupakan-Nya, mengecewa-kan-Nya tapi kasih-Nya tetap mengalir buat kita. Dalam hidup berkeluargapun kita sering saling mengecewakan satu sama lain, tapi kalau kita punya kasih Bapa maka kita akan mudah mengampuni dan tetap mengasihi. Itu bisa kita lakukan kalau kita sadar betapa besar kasih yang diberikan Bapa kepada kita. Kita dikasihi untuk mengasihi. Ayo praktek jadi pelaku Firman ya. Keluarga kita tidak sempurna  tapi  kita bisa tetap mengasihi mereka karena Bapa sudah mengasihi kita yang tidak sempurna ini. Susah memang tapi bukan tidak bisa.


Respon 2
Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkau-lah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu! (Yeremia 32:17). Tuhan-lah yang menjadikan langit dan bumi sehingga tiada suatu apapun yang mustahil dan terlalu sukar bagi Tuhan untuk diselesaikan.

Respon 3
Syalom. Amin. “Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.” (Amsal 10:11). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN memberkati Ibu dan Keluarga.

No comments:

Post a Comment