Kasih Allah yang ada
dalam hati kita pasti mendo-rong kita untuk memiliki hati yang mengasihi dan peduli
khususnya kepada keluarga kita terlebih dahulu!
Hidup ini indah jika kita rela saling mengasihi bukan dikasihi, memberi bukan menerima,
melayani bukan dilayani! Sudahkah kita melakukan apa yang Tuhan minta hari ini?
Saling mengasihi dalam keluarga terlebih dahulu? “Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab
kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah
dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab
Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah
kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia,
supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi
Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya
sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau
Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah
kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorangpun yang pernah melihat
Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya
sempurna di dalam kita.” (1 Yohanes
4:7-12) Amin.
Respon 1
Judul Firman Tuhan
hari ini “keluarga yang hidup dalam kasih”. Keluarga adalah gambaran hubungan
Bapa denga anak-anak-Nya. Bapa di surga tidak pernah kehabisan kasih buat kita
anak-anak-Nya. Meskipun kita sering sekali melupakan-Nya, mengecewa-kan-Nya tapi
kasih-Nya tetap mengalir buat kita. Dalam hidup berkeluargapun kita sering saling
mengecewakan satu sama lain, tapi kalau kita punya kasih Bapa maka kita akan
mudah mengampuni dan tetap mengasihi. Itu bisa kita lakukan kalau kita sadar
betapa besar kasih yang diberikan Bapa kepada kita. Kita dikasihi untuk
mengasihi. Ayo praktek jadi pelaku Firman ya. Keluarga kita tidak sempurna tapi kita
bisa tetap mengasihi mereka karena Bapa sudah
mengasihi kita yang tidak sempurna ini. Susah memang tapi bukan tidak bisa.
Respon 2
Ah, Tuhan ALLAH!
Sesungguhnya, Engkau-lah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan
kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun
yang mustahil untuk-Mu! (Yeremia 32:17). Tuhan-lah yang menjadikan langit dan
bumi sehingga tiada suatu apapun yang mustahil dan terlalu sukar bagi Tuhan untuk
diselesaikan.
Respon 3
Syalom. Amin. “Mulut
orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan
kelaliman.” (Amsal 10:11). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN memberkati
Ibu dan Keluarga.
No comments:
Post a Comment