Thursday, 6 February 2014

6 Februari 2014 - Mewariskan Iman



2 Timotius 1:5, “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama- tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” Disadari / tidak, anak-anak senang meniru apapun yang dilakukan orang tuanya. Untuk itu mintalah pertolongan Roh Kudus agar memampukan kita dalam mene-rapkan Firman Tuhan didalam kehidupan sehari-hari. Jika kita berhasil menerapkan hal-hal tersebut diatas, bisa dipastikan kelak iman kita akan diwarisi oleh anak-anak kita, amin. Sudahkah kita mempersiapkan warisan iman untuk anak-anak kita melalui pengajaran, kesaksian & teladan hidup kita? Amin.


Respon 1
Praise God. “Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah memulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!” (Galatia 3:3-4). Apa yang kita anggap kegagalan sesungguhnya bukanlah kegagalan, sebab selalu ada kesempatan untuk memperbaikinya. Bahkan kita percaya bahwa orang sukses bukanlah orang yang tidak pernah gagal tapi orang yang telah alami banyak kegagalan tapi mampu menyikapi kegagalannya dengan cara yang benar sehingga mereka dapat bangkit & sukses pada akhirnya. Kegagalan total kita adalah saat kita ‘tidak berhasil mempertahankan hidup benar’ sampai pada akhirnya. Seperti Demas dua kali namanya disebut, diawali sebagai rekan sekerja Paulus. “Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus & dari Markus, Aristarkhus, Demas &  Lukas, teman-teman sekerjaku.” (Filemon 1:23-24). Tapi Demas gagal bertahan hidup dengan prinsip kebenaran & tidak lagi dapat dipertanggungjawabkan sebagai rekan sepelayanan oleh Paulus sebab Demas lebih tertarik & memilih perkara-perkara duniawi “Karena Demas telah mencintai dunia ini & meninggalkan aku” (2 Tim 4:10). Karenanya dicatat, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka Kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia ini, keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yoh 2:15-16). Tidak ada yang salah dengan menerima berkat dari Tuhan; seperti rumah yang bagus, karir yang baik, popularitas, dll.  “...yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati” (1 Tim 6:17). Tapi jika hal-hal tersebut  sudah  menjadi yang paling penting, jadi target dalam hidup kita & jadi lebih penting dari Tuhan sendiri itulah masalah & kegagalan yang sesungguhnya. Cara mengu-kurnya mudah, bagimana jika kita kehilangan semua yang kita punya / kenyamanan yang dapat kita nikmati saat ini? Latih diri kita dalam memilih Prioritas yang Benar agar kita tidak alami kegagalan yang tragis dalam hidup karena. Lebih mencintai dunia & pesonanya daripada Tuhan. Morning friends. GBU all.

Respon 2
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. (Ibrani 4:16) Kasih karunia Tuhan lebih besar dari pada seluruh kelemahan, persoalan dan masalah kita.



Respon 3
Syalom. Amin. “TUHAN akan menyelesai-kannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggal-kan perbuatan tangan-Mu!” (Mazmur 138:8). Terima kasih Ibu Siu, selamat sore TUHAN memberkati Ibu dan Keluarga.
 

No comments:

Post a Comment