2 Timotius 1:5, “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus
ikhlas, yaitu iman yang pertama- tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam
ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” Disadari / tidak,
anak-anak senang meniru apapun yang dilakukan orang tuanya. Untuk itu mintalah
pertolongan Roh Kudus agar memampukan kita dalam mene-rapkan Firman Tuhan
didalam kehidupan sehari-hari. Jika kita berhasil menerapkan hal-hal tersebut
diatas, bisa dipastikan kelak iman kita akan diwarisi oleh anak-anak kita,
amin. Sudahkah kita mempersiapkan warisan iman untuk anak-anak kita melalui pengajaran,
kesaksian & teladan hidup kita? Amin.
Respon 1
Praise God. “Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah memulai dengan
Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Sia-siakah semua yang
telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!” (Galatia 3:3-4). Apa yang kita
anggap kegagalan sesungguhnya bukanlah kegagalan, sebab selalu ada kesempatan untuk
memperbaikinya. Bahkan kita percaya bahwa orang sukses bukanlah orang yang
tidak pernah gagal tapi orang yang telah alami banyak kegagalan tapi mampu
menyikapi kegagalannya dengan cara yang benar sehingga mereka dapat bangkit
& sukses pada akhirnya. Kegagalan total kita adalah saat kita ‘tidak
berhasil mempertahankan hidup benar’ sampai pada akhirnya. Seperti Demas dua
kali namanya disebut, diawali sebagai rekan sekerja Paulus. “Salam kepadamu dari
Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus & dari Markus, Aristarkhus,
Demas & Lukas, teman-teman sekerjaku.” (Filemon 1:23-24). Tapi Demas gagal
bertahan hidup dengan prinsip kebenaran & tidak lagi dapat dipertanggungjawabkan
sebagai rekan sepelayanan oleh Paulus sebab Demas lebih tertarik & memilih
perkara-perkara duniawi “Karena Demas telah mencintai dunia ini &
meninggalkan aku” (2 Tim 4:10). Karenanya dicatat, “Janganlah kamu mengasihi
dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka Kasih
akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia
ini, keinginan daging, keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal
dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yoh 2:15-16). Tidak ada yang salah dengan
menerima berkat dari Tuhan; seperti rumah yang bagus, karir yang baik,
popularitas, dll. “...yang dalam
kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati” (1 Tim
6:17). Tapi jika hal-hal tersebut sudah menjadi yang paling penting, jadi target dalam hidup kita & jadi lebih penting dari Tuhan
sendiri itulah masalah & kegagalan yang sesungguhnya. Cara mengu-kurnya
mudah, bagimana jika kita kehilangan semua yang kita punya / kenyamanan yang dapat
kita nikmati saat ini? Latih diri kita dalam memilih Prioritas yang Benar agar
kita tidak alami kegagalan yang tragis dalam hidup karena. Lebih mencintai dunia
& pesonanya daripada Tuhan. Morning friends. GBU all.
Respon 2
Sebab itu marilah
kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita
menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita
pada waktunya. (Ibrani 4:16) Kasih karunia Tuhan lebih besar dari pada seluruh
kelemahan, persoalan dan masalah kita.
Respon 3
Syalom. Amin. “TUHAN
akan menyelesai-kannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya;
janganlah Kautinggal-kan perbuatan tangan-Mu!” (Mazmur 138:8). Terima kasih Ibu
Siu, selamat sore TUHAN memberkati Ibu dan Keluarga.
No comments:
Post a Comment