Keluaran 2:1, “Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan
Lewi”. Mazmur 128:1-6, “Nyanyian
ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut
jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu,
berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon
anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun
sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang
takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau
melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari
anak-anakmu! Damai sejah-tera atas Israel!” Yokhebed telah memper-hatikan
ketetapan Tuhan yaitu memilih pasangan yang seiman
& bukan pasangan yang sejenis (Keluaran
2:1). Sudahkah kita memperhatikan ketetapan Tuhan ini? Ikutilah ketetapan Tuhan
dalam pernikahan ini (pilih pasangan yang tepat & bukan pasangan sejenis),
maka Tuhan akan melimpahkan berkat-Nya & kebahagiaan bagi keluarga kita.
Amin.
Respon 1
Sabtu, 1 Februari
2014. Bacaan: Yakobus 3:1-12. Setahun: Imamat 1-3. Nats: Siapa tidak bersalah
dalam perkataannya, ia orang yang sempurna, yang dapat juga mengendalikan
seluruh tubuhnya (Yakobus 3:2). MENJAGA LIDAH. Charles Spurgeon dan istrinya
suatu saat menjual telur ayam peliharaan mereka. Mereka benar-benar menjualnya,
tidak memberikan secara cuma-cuma, bahkan kepada saudara atau kerabat dekat.
Beberapa orang menganggap mereka pelit. Suami-istri itu membiarkan saja berita
itu beredar tanpa berusaha membela diri. Akhirnya, terkuaklah apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata hasil penjualan
telur itu digunakan Spurgeon dan istrinya untuk menyokong hidup dua janda
lanjut usia. Mereka bersepakat untuk me-nolong tanpa diketahui orang lain. Kita
hidup di tengah dunia yang begitu mudah membicarakan masalah dan keburukan
orang lain. Lihat saja tayangan televisi atau ambillah lembaran koran, kita
akan mendapati banyak liputan gosip tak sedap. Tanpa sadar kita jadi mulai
terbiasa dan ikut terseret dalam arus kebiasaan itu. Betapa sering kita menilai
seseorang sebatas apa yang kita lihat dan kita ketahui. Alih-alih mencari fakta
yang sebenar-nya, mendoakan, dan menjaga nama baik orang itu, kita cenderung
mempergunjingkan-nya. Alkitab mengajarkan pentingnya me-ngendalikan lidah.
Salah satu caranya dengan tidak menyebarluaskan atau membicarakan masalah
seseorang pada orang lain yang tak perlu mengetahuinya. Jika saudara kita
berbuat salah, kita diminta untuk menegurnya dengan kasih, bukan
mempergunjingkannya. Nah, sebagai anak Allah, kita sepatutnya belajar
menggunakan lidah untuk mengasihi, bukan untuk menyakiti satu sama lain. --
Hendro Saputro
Respon 2
Syalom, Amin.
“Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar,
berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.” (1Tesalonika
5:8). Terima kasih ibu Siu, selamat brakhir pekan TUHAN memberkati Ibu dan
Keluarga.
Respon 3
Ya, amin. Seiring
pertambahan usia, fungsi dan usia organ tubuh akan mengalami penurunan, olahraga
tetap penting untuk orang lanjut usia (lansia). Sebuah penelitian menyebutkan
bahwa gaya hidup santai yang dijalani oleh beberapa
lansia justru mening-
-4-
katkan resiko
kematian akibat penyakit jantung. Penyebabnya adalah denyut jantung yang
semakin lemah dan penurunan fungsi kerja otot-otot di jantung karena itu, mereka
yang berada pada usia lanjut, olaraga tetap dianjurkan tentunya dengan kadar
dan intesitas yang lebih terukur, hasil penelitian fisik yang harus dijalani
pun akan berbeda.dianjurkan pemeriksaan fisik terlebih dahulu ke dokter. (Yosua
14:10c-11). “Jadi Yosua sekarang telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari
ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti
kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan
untuk keluar masuk”. Selamat siang, selamat berkarya. GBU.
No comments:
Post a Comment