Wednesday, 19 February 2014

19 Februari 2014 - Cara Memelihara Keluarga



Efesus 5:23, “karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.” Bagaimana cara kita / para istri memelihara agar keluarga tetap langgeng? Sudahkah kita menyerahkan kepemimpinan keluarga kita kepada suami kita? Atau kita para istri yang lebih dominan? Allah telah menyerahkan kepada para suami tanggung jawab untuk menjadi kepala istri & keluarga. Jadi mari kita para istri mendukung kepemimpinan suami dengan memelihara keluarga kita masing-masing dengan kasih, kelembutan dan tenggang rasa, Amin!

Respon 1
Syalom. “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan  air  mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.” (Mazmur 126:5). Selamat pagi Ibu Siu, selamat beraktivitas Tuhan memberkati Ibu dan Keluarga.


Respon 2
Renungan hari ini. Rabu, 19 Februari 2014. Bahan: Imamat 19-21. Nats: Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati (1 Samuel 16:7). Kemasan yang memikat. Bacaan: 1 Samuel 16:1-13. Salah satu hal yang penting dalam marketing adalah kemasan. Walaupun ada lebih dari satu merek dalam satu jenis produk, tetapi bila kemasannya berbeda, maka akan berbeda pula hasil penjualannya. Survei membuktikan; kemasan berpengaruh sangat besar dalam penjualan. Sebab ternyata banyak orang yang membeli sebuah produk lebih karena kemasannya. Jadi, tak heran kalau misalnya permen, tidak hanya beraneka rasa dan bentuknya,  tetapi juga beragam kemasannya.

Hal ini pula yang terjadi pada Samuel ketika bertandang ke rumah Isai. Ia datang untuk mengurapi seorang raja bagi Israel. Sebuah jabatan yang tidak main-main. Wajar kalau ia berpikir bahwa orang yang akan dipilih Allah adalah seseorang yang berperawakan tinggi dan kuat, berwajah penuh wibawa. Itu sebabnya, ia langsung kepincut ketika melihat Eliab, seorang anak Isai yang berpenampilan meyakinkan. Namun, apakah Tuhan memilih-nya? Ternyata tidak. Samuel boleh saja meli-hat apa yang tidak tampak oleh mata, tetapi Tuhan lebih melihat hati. Banyak orang juga cenderung lebih berfokus pada bentuk dari-pada isi; lebih senang melihat penampilan luar daripada kualitas yang ada di dalam. Apakah ini salah? Dalam kaitannya dengan orang, tentu saja salah, sebab penampilan luar seseorang tidak selalu mewakili kualitas hati. Jadi, salah juga bila kita kemudian begitu mati-matian menjaga penampilan lahiriah, tetapi lalai menjaga kualitas rohani. Mari kita berhati-hati menilai orang lain. Lalu, lebih bersungguh-sungguh menjaga hati. Tuhan lebih melihat apa yang ada di dalam – Jangan hanya menilai seseorang dari penampilannya di balik jas tua, bisa ada hati yang kaya - Peribahasa Skotlandia. Tuhan Yesus memberkati.


Respon 3
Maleaki 2: 16, Sebab aku membenci percerai-an, Firman Tuhan, Allah Israel. Juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, Firman Tuhan semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat! Kalau terjadi pertengkaran, persoalan dalam rumah tangga, aku sering sekali ingin bercerai. Ingin berpisah. Aku pikir kalau sudah pisah dan tidak berhubungan lagi persoalan akan selesai. Tapi Firman Tuhan berkata dia benci perce-raian! Sering kalau emosi, pikiran kita lebih mendominasi keputusan kita. Akhirnya salah jalan. Suami dan istri itu ibarat kepala dan tubuh, kalau dipisahkan apa yang terjadi? Mati! Banyak orang yang sudah sangat emosi dan merasa tidak tahan bilang “ya sudah tidak apa-apa, cinta kan tidak harus bersatu, ma-salah anak kalau mau di bawa ya silahkan aja, kan masih bisa ketemu, yang penting sekarang urusan selesai, aku sudah tidak kuat, aku sudah capek”. Ya, saat itu masalah mungkin selesai tapi selanjutnya hanya kehancuran yang akan terjadi. Banyak anak-anak yang pakai narkoba, berandal, bahkan pembunuh karena orang tuanya cerai. Jadi, pertahankan pernikahan kita supaya kita tidak hidup jadi org yang dibenci Tuhan. Tidak cerai tapi dingin di dalam keluarga, itu juga tidak baik, jadi pernikahan itu harus di pelihara, caranya dengan komunikasi yang jujur, berani minta maaf, belajar saling mengampuni dan belajar untuk jadi omantic, belajar tau kesukaan pasangan itu apa. Dan jangan lupa melibatkan Tuhan dalam rumah tangga. Pernikahan itu adalah rancangan Tuhan dan rancangan Tuhan itu pasti indah. Percayalah itu!

No comments:

Post a Comment