Efesus 5:23, “karena suami adalah kepala isteri sama
seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.”
Bagaimana cara kita / para istri memelihara agar keluarga tetap langgeng?
Sudahkah kita menyerahkan kepemimpinan keluarga kita kepada suami kita? Atau
kita para istri yang lebih dominan? Allah telah menyerahkan kepada para suami tanggung
jawab untuk menjadi kepala istri & keluarga. Jadi mari kita para istri
mendukung kepemimpinan suami dengan memelihara keluarga kita masing-masing dengan
kasih, kelembutan dan tenggang rasa, Amin!
Respon 1
Syalom. “Orang-orang
yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.”
(Mazmur 126:5). Selamat pagi Ibu Siu, selamat beraktivitas Tuhan memberkati Ibu
dan Keluarga.
Respon 2
Renungan hari ini. Rabu,
19 Februari 2014. Bahan: Imamat 19-21. Nats: Bukan yang dilihat manusia yang
dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat
hati (1 Samuel 16:7). Kemasan yang memikat. Bacaan: 1 Samuel 16:1-13. Salah
satu hal yang penting dalam marketing adalah kemasan. Walaupun ada lebih dari
satu merek dalam satu jenis produk, tetapi bila kemasannya berbeda, maka akan
berbeda pula hasil penjualannya. Survei membuktikan; kemasan berpengaruh sangat
besar dalam penjualan. Sebab ternyata banyak orang yang membeli sebuah produk
lebih karena kemasannya. Jadi, tak heran kalau misalnya permen, tidak hanya
beraneka rasa dan bentuknya, tetapi juga
beragam kemasannya.
Hal ini pula yang
terjadi pada Samuel ketika bertandang ke rumah Isai. Ia datang untuk mengurapi
seorang raja bagi Israel. Sebuah jabatan yang tidak main-main. Wajar kalau ia
berpikir bahwa orang yang akan dipilih Allah adalah seseorang yang berperawakan
tinggi dan kuat, berwajah penuh wibawa. Itu sebabnya, ia langsung kepincut
ketika melihat Eliab, seorang anak Isai yang berpenampilan meyakinkan. Namun,
apakah Tuhan memilih-nya? Ternyata tidak. Samuel boleh saja meli-hat apa yang
tidak tampak oleh mata, tetapi Tuhan lebih melihat hati. Banyak orang juga
cenderung lebih berfokus pada bentuk dari-pada isi; lebih senang melihat
penampilan luar daripada kualitas yang ada di dalam. Apakah ini salah? Dalam
kaitannya dengan orang, tentu saja salah, sebab penampilan luar seseorang tidak
selalu mewakili kualitas hati. Jadi, salah juga bila kita kemudian begitu
mati-matian menjaga penampilan lahiriah, tetapi lalai menjaga kualitas rohani.
Mari kita berhati-hati menilai
orang lain. Lalu, lebih bersungguh-sungguh menjaga hati. Tuhan lebih melihat
apa yang ada di dalam – Jangan hanya menilai seseorang dari penampilannya di
balik jas tua, bisa ada hati yang kaya - Peribahasa Skotlandia. Tuhan Yesus
memberkati.
Respon 3
Maleaki 2: 16, Sebab
aku membenci percerai-an, Firman Tuhan, Allah Israel. Juga orang yang menutupi
pakaiannya dengan kekerasan, Firman Tuhan semesta alam. Maka jagalah dirimu dan
janganlah berkhianat! Kalau terjadi pertengkaran, persoalan dalam rumah tangga,
aku sering sekali ingin bercerai. Ingin berpisah. Aku pikir kalau sudah pisah
dan tidak berhubungan lagi persoalan akan selesai. Tapi Firman Tuhan berkata
dia benci perce-raian! Sering kalau emosi, pikiran kita lebih mendominasi
keputusan kita. Akhirnya salah jalan. Suami dan istri itu ibarat kepala dan tubuh, kalau
dipisahkan apa yang terjadi? Mati! Banyak orang yang sudah sangat emosi dan
merasa tidak tahan bilang “ya sudah tidak apa-apa, cinta kan tidak harus
bersatu, ma-salah anak kalau mau di bawa ya silahkan aja, kan masih bisa
ketemu, yang penting sekarang urusan selesai, aku sudah tidak kuat, aku sudah
capek”. Ya, saat itu masalah mungkin selesai tapi selanjutnya hanya kehancuran yang
akan terjadi. Banyak anak-anak yang pakai narkoba, berandal, bahkan pembunuh karena
orang tuanya cerai. Jadi, pertahankan pernikahan kita supaya kita tidak hidup
jadi org yang dibenci Tuhan. Tidak cerai tapi dingin di dalam keluarga, itu
juga tidak baik, jadi pernikahan itu harus di pelihara, caranya dengan
komunikasi yang jujur, berani minta maaf, belajar saling mengampuni dan belajar
untuk jadi omantic, belajar tau kesukaan pasangan itu apa. Dan jangan lupa
melibatkan Tuhan dalam rumah tangga. Pernikahan itu adalah rancangan Tuhan dan
rancangan Tuhan itu pasti indah. Percayalah itu!
No comments:
Post a Comment