Thursday, 27 February 2014

27 Februari 2014 - Mezbah Keluarga


Yosua 24:15, “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Sudahkah para suami menjadi inisiator dalam membangun mezbah keluarga? Efesus 5:23, “karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala  jemaat.  Dialah  yang  menyelamatkan tubuh.” Sudahkah seluruh keluarga bersama-sama berkomitmen / sepakat dalam mezbah keluarga? Matius 18:19-20, “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Penting bagi kita setiap anak-anak Tuhan ada di dalam Mezbah Keluarga. Kej 8:20, “Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.” Jadikan Mezbah Keluarga sebagai gaya hidup (Kejadian 12:7-8). Dan pakailah sarana yang ada"Makanan Murid" sbg sarana yang mendukung kita dalam mezbah Keluarga! 

Respon 1
Yosua 24:15, ‘tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.’ Kemarin aku merasa kagum pada tetangga sebelah rumahku, pagi-pagi suami istri sudah menyanyi memuji Tuhan, suaminya main gitar istrinya nyanyi. malam hari aku mau tidur, aku denger lagi suami istri ini memuji Tuhan lagi. Sungguh indah rasanya. Aku punya kerinduan bisa seperti beliau-beliau ini. Dan aku yakin Tuhan pasti tahu kerinduanku ini dan suatu saat pasti akan terjadi di keluargaku. Tetangga sebelahku adalah PKS ku. Pak Hendri & Bu Inggita adalah contoh buat aku, membangun mezbah keluarga itu memang sangat penting dalam keluarga. Dengan mezbah keluarga kita mengundang hadirat Tuhan dalam kehidupan rumah tangga kita, mempraktekan keimaman suami, mempersembahkan yang terbaik dari hidup kita yaitu waktu kita, bersaat teduh dan berdoa  bukan  kalau  sempat  tapi kita harus menyediakan waktu yang terbaik kita untuk ketemu Tuhan. Dan mezbah keluarga itu bukan supaya kita dilihat orang atau didengar orang ketika kita nyanyi, tapi mezbah keluarga adalah kebutuhan keluarga kita, dengan berdoa dan menyembah Tuhan juga membaca Firman itu akan membentengi hidup dan pikiran kita dari pengaruh-pengaruh yang nggak baik yang ada di sekeliling kita. Bagi keluarga-keluarga yang belum punya mezbah keluarga (berdoa & bersaat teduh bersama), kita bangun mezbah keluarga kita, belajar untuk menyenangkan Tuhan. Aku pun terus berdoa pengen punya mezbah keluarga. Selamat bersaat teduh.


Respon 2
‘Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara  hidup  mereka  pada  masa  kelaparan. Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!’ Mazmur 33:18-20. Selamat beraktivitas hari ini, TUHAN YESUS memberkati. GBU all.


Respon 3
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23). Kehidupan dimulai dari hati kita. Jagalah hatimu dengan segala kewaspa-daan.

Respon 4
Jadi kesaksian kita adalah hal nyata bukan hanya teori, mulai sekarang kita memastikan apa yang kita lakukan dalam setiap pelayanan kita betul-betul lahir dari pengalaman, sehingga jadi berkat yang hidup buat setiap orang yang kita layani. GBU.


JESUS BLESS
 

No comments:

Post a Comment