Yosua
24:15, “Tetapi jika kamu anggap tidak
baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu
akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai
Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan
seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Tetapi aku dan seisi
rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Sudahkah para suami menjadi
inisiator dalam membangun mezbah keluarga? Efesus 5:23, “karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.” Sudahkah
seluruh keluarga bersama-sama berkomitmen / sepakat dalam mezbah keluarga?
Matius 18:19-20, “Dan lagi Aku berkata
kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga,
permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana
dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah
mereka.” Penting bagi kita setiap anak-anak Tuhan ada di dalam Mezbah
Keluarga. Kej 8:20, “Lalu Nuh mendirikan
mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung
yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban
bakaran di atas mezbah itu.” Jadikan Mezbah Keluarga sebagai gaya hidup
(Kejadian 12:7-8). Dan pakailah sarana yang ada"Makanan Murid" sbg
sarana yang mendukung kita dalam mezbah Keluarga!
Respon 1
Yosua 24:15, ‘tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan
beribadah kepada Tuhan.’ Kemarin aku merasa kagum pada tetangga sebelah
rumahku, pagi-pagi suami istri sudah menyanyi memuji Tuhan, suaminya main gitar
istrinya nyanyi. malam hari aku mau tidur, aku denger lagi suami istri ini
memuji Tuhan lagi. Sungguh indah rasanya. Aku punya kerinduan bisa seperti
beliau-beliau ini. Dan aku yakin Tuhan pasti tahu kerinduanku ini dan suatu
saat pasti akan terjadi di keluargaku. Tetangga sebelahku adalah PKS ku. Pak
Hendri & Bu Inggita adalah contoh buat aku, membangun mezbah keluarga itu
memang sangat penting dalam keluarga. Dengan mezbah keluarga kita mengundang
hadirat Tuhan dalam kehidupan rumah tangga kita, mempraktekan keimaman suami,
mempersembahkan yang terbaik dari hidup kita yaitu waktu kita, bersaat teduh
dan berdoa bukan kalau
sempat tapi kita harus menyediakan waktu yang terbaik kita untuk ketemu Tuhan. Dan
mezbah keluarga itu bukan supaya kita dilihat orang atau didengar orang ketika
kita nyanyi, tapi mezbah keluarga adalah kebutuhan keluarga kita, dengan berdoa
dan menyembah Tuhan juga membaca Firman itu akan membentengi hidup dan pikiran
kita dari pengaruh-pengaruh yang nggak baik yang ada di sekeliling kita. Bagi
keluarga-keluarga yang belum punya mezbah keluarga (berdoa & bersaat teduh
bersama), kita bangun mezbah keluarga kita, belajar untuk menyenangkan Tuhan.
Aku pun terus berdoa pengen punya mezbah keluarga. Selamat bersaat teduh.
Respon 2
‘Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut
akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan
jiwa mereka dari pada maut dan memelihara
hidup mereka pada
masa kelaparan. Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong
kita dan perisai kita!’ Mazmur 33:18-20. Selamat beraktivitas hari ini, TUHAN
YESUS memberkati. GBU all.
Respon 3
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari
situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23). Kehidupan dimulai dari hati kita.
Jagalah hatimu dengan segala kewaspa-daan.
Respon 4
Jadi kesaksian kita adalah hal nyata bukan hanya teori,
mulai sekarang kita memastikan apa yang kita lakukan dalam setiap pelayanan
kita betul-betul lahir dari pengalaman, sehingga jadi berkat yang hidup buat
setiap orang yang kita layani. GBU.
JESUS BLESS
No comments:
Post a Comment