09 Desember 2013
Pengkhotbah 7:2, “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada
pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia;
hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Sesekali pergi ke rumah pesta
tidaklah salah, tetapi pergilah juga ke rumah duka sehingga kita disadarkan
pada Tuhan akan hidup kita yang fana didunia ini! Pergi ke rumah duka membuat
kita ingat hari kematian, pergi ke rumah pesta membuat kita lupa hari kematian.
Amin .Tetap semangat, tetap percaya bahwa ‘berharga
dimata Tuhan kematian semua orang yang dikasihiNya’ (Maz 116:15).
Respon 1
Bukankah telah
Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan
tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.
(Yosua 1:9) Have a great day!
Respon 2
Pengkhotbah 7:2;
Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah
dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.
27 tahun yang lalu papaku meninggal, aku bisa melihat betapa sedihnya mamaku
ditinggal sendiri untuk selamanya. Beberapa Bulan yang lalu teman SD-ku juga
meninggal karena kecelakaan, aku bisa melihat istrinya begitu terpukul karena
kejadian itu. Aku bisa merasakan kehilangan yang dialami istri temanku itu. Dan
aku rasanya tidak ingin itu terjadi pada diriku. Pengalaman itu membuat aku
bersyukur pada Tuhan kalau sampai saat ini aku masih diijinkan tetap mempunyai
pendamping hidup, yang meskipun banyak kekurangan dan sering jengkel tapi aku
merasa aku tidak akan sanggup hidup tanpa pasanganku. Rumah duka membuat kita
menyadari betapa berartinya orang-orang yang masih ada bersama kita sekarang yang
harus lebih kita kasihi dan membuat kita sadar bahwa hidup kita akan berakhir,
tanpa kita tahu kapan itu akan terjadi dan siap tidak siap, kita harus siap.
Respon 3
Syalom. Amin... “Firman
itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal
Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1:14). Terima kasih Ibu Siu,
selamat berkarya, TUHAN memberkati Ibu & Keluarga.
No comments:
Post a Comment