27 Desember 2013
Tantangan dari Keterbatasan. 2 Petrus 3:18, “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan
Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan
sampai selama-lamanya.” Kita mungkin menghadapi keadaan yang membatasi kita
hari ini, baik itu akibat dari kegagalan kita, kesalahan yang dilakukan orang
lain atau apapun! Tetapi kita bisa menjalaninya
/ mencari kekuatan dari Tuhan untuk tetap bertumbuh
melalui keadaan itu! Tantangan dari setiap keterbatasan adalah untuk mengalami peningkatan
dan bukan penurunan, untuk bertumbuh
dan bukan berkurang! Tuhan selalu
mempunyai rencana yang indah untuk memberikan MASA DEPAN yang penuh HARAPAN
kepada setiap kita yang percaya (Yeremia 29:4-14). Amin. TUMBUHkanlah pengenalan
kita akan DIA melalui tantangan dari
keterbatasan.
Respon 1
Mengucapsyukurlah
dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah didalam Kristus Yesus
bagi kamu (I Tes 5:18). Inilah yang dirindukan Allah Bapa, ketika kita masih
memiliki ucapan syukur atas apa yang telah kita lewati selama hampir setahun
ini. Karena Dia masih menyertai kita. Immanuel…
Respon 2
Jadikan hidupmu
lebih berarti dari sebelumnya karena Kristus telah lahir untuk membawa hidup
baru bagi kita semua.. Shalom, thank you Ibu, TUHAN YESUS memberkati, GBU All.
Respon 3
27 Desember 2013 /
Jumat. Iman yang Menyelamatkan. Matius 7:13-29. Tragedi terbesar yang dapat
menimpa seseorang adalah saat ia berpikir bahwa ia telah selamat, namun mendapati
setelah kematian bahwa ternyata ia tidak selamat. Kita semua ingin mempercayai
klaim mereka yang menyebut dirinya Kristen, namun Yesus memberikan peringatan
keras sebab Ia tahu bahwa banyak orang akan tertipu. Mereka akan duduk di dalam
gereja minggu demi minggu, mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah, namun tidak
pernah sungguh-sungguh memasuki hubungan pribadi dengan Dia. Iman intelektual
tidaklah sama dengan iman yang menyelamatkan. Tidaklah cukup hanya dengan
mengetahui fakta tentang Yesus atau mempercayai bahwa Ia telah mati dan bangkit
lagi. Bahkan setan-setanpun percaya hal itu (Yakobus 2:19). Keselamatan
mencakup lebih dari sekedar pengetahuan: Keselamatan menuntut kita untuk
percaya bahwa Yesus telah membayar hukuman atas dosa kita, menerima pengampunan-Nya,
berpaling dari jalan hidup lama yang penuh dosa, dan memasuki suatu hubungan
dengan-Nya. Yang penting bukanlah apa yang kita katakan dengan mulut kita,
melainkan apa yang kita maksudkan di dalam hati kita. Sekalipun Anda mungkin
tidak memahami semua yang terjadi saat Anda menerima keselamatan, namun ketika
Kristus menjadi Juruselamat Anda, Ia juga menjadi Tuhan Anda. Sebagai Tuan atas
hidup Anda, Ia memiliki hak untuk memerintah atas apa yang Anda lakukan. Roh
Kudus-Nya berdiam di dalam Anda saat Anda diselamatkan, dan itu artinya Anda
akan berubah. Ia terus bekerja untuk menghapuskan sikap dan perilaku yang
berdosa, dan menggantikannya dengan buah Roh-Nya (Galatia 5:22-23). Kita
mengenali keselamatan seseorang bukan dari perkataannya melainkan dari buahnya.
Bila Anda benar-benar telah diselamatkan, karakter Anda akan menjadi seperti
Kristus seturut dengan berjalannya waktu, dan kerinduan Anda adalah untuk
mentaati Dia.- SH.
Respon 4
Syalom. Amin...
"Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan
pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam
murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?" (Mikha
7:18). Trima kasih ibu Siu, selamat braktivitas TUHAN memberkati Ibu n Keluarga.Respon
4 Bbm 27/12
No comments:
Post a Comment