20 Desember 2013
Multiplikasi Murid. 2 Timotius 2:1-2, “Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus
Yesus. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi,
percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap
mengajar orang lain.” 1 Korintus 4:17, “Justru
itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang
kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang
kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap
jemaat.” Di dalam membangun Rumah
Tuhan, Paulus selalu menggunakan prinsip multiplikasi anak rohani / Murid. Paulus selalu mempraktekan
pemuridan satu-satu / ONE on ONE. 1 Tesalonika 2:11, “Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah
menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang.” Kisah Para
Rasul 20:31, “Sebab itu berjaga-jagalah
dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada
berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.”
Hal terpenting yang dimultiplikasi oleh Paulus adalah: “Hidup yang diturutinya
didalam Kristus Yesus” (1 Korintus 4:17), jadi bukan sekedar perkataan tapi
kepengikutannya atas Kristus! Intinya: mentransferkan hidup kepengikutan kita
atas Kristus kepada seseorang yang dapat dipercaya yang juga cakap mengajar
orang lain. Sudahkah kita melakukan hal yang sama seperti yang telah dilakukan
oleh Paulus?? Seseorang akan dapat memultiplikasi murid apabila ia menjadi
Pengikut Kristus yang Baik!
Respon 1
RENUNGAN PAGI. Jumat,
20 Des 2013. Kasih, anugerah dan perhatian Allah luar biasa terhadap kita,
bahkan Allah tidak akan melupakan kita, ini yang membanggakan kita. Yesaya
49:15, ‘Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak
menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan
melupakan engkau.’ Jangan tinggalkan kasih dan perhatian Allah. Selamat pagi.
Respon 2
“Setiap ranting
padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya dan setiap ranting yang berbuah,
dibersihkanNya, supaya ia lebih banyak berbuah” (Yoh 15:2). Ijinkanlah Kristus
Yesus memotong dan membersihkan bagian hidup kita dari segala ranting-ranting
sikap dan perbuatan kita yang tidak sesuai dengan kebenaranNya, supaya hidup
kita menjadi semakin berbuah lebih banyak lagi. Dan Bapa dipermuliakan dari
kehidupan kita yang berbuah banyak.
Respon 3
Puji Tuhan renungan
Firman hari ini: “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri
takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia
untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16). Gbu.
Respon 4
Shalom! Ya, kita
harus bersyukur karena Tuhan menjadikan kita Terang Dunia. Mampukan kita Tuhan
agar dapat menerangi kegelapan dunia ini. Halleluyah. Amin. Jbu all.
Respon 5
Siapkanlah hatimu, kusiapkan
hatiku ‘tuk menyambut RAJA DAMAI karena RAJA datang untuk mendamaikan kta. Bila
hatimu tergores karena aku, maafkanlah aku, agar aku tidak menjadi batu
sandungan di hatimu ketika IA datang mengetuk pintu hatimu, bukalah dan persilahkan
DIA masuk dalam hati untuk mendamaikan kita. AMIN dan IMANNUEL. Ibu, nanti
siang ini saya keluar dari kerjaan ke rumah adik sepupu di Griya Benowo Indah
no. 18 Benowo, bulan depannya baru saya ke Bogor. Thanks Ibu selama ini saya
sudah didoakan. TUHAN Memberkati. GBU All.
Respon 6
RENUNGAN PAGI. Jumat,
20 Desember 2013. “Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah
mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itudan melihat Anak itu bersama
Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta
bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan
mur.” (Matius 2:10-11) Siapa nama mereka? Berapa jumlahnya? Tigakah? Atau yang
tiga itu persembahannya? Mungkin sempat terlintas pertanyaan-pertanyaan itu dan
menarik juga untuk dibicarakan. Tetapi, entah mereka itu tiga orang, tiga puluh
orang, atau bahkan tiga ratus orang. Pernahkah kita renungkan: 'Adakah kita di
sana?' Adakah kita seperti mereka? Datang dan membawa persembahan? Atau kita
memang rajin datang tapi tanpa persembahan? Atau kita merasa cukup dengan
memberi persembahan, memberi bantuan dana tapi tak merasa perlu untuk datang? Apa
sih makna Natal itu bagi kita? Tuhan Yesus memberkati.
Respon 7
20 Desember 2013 /
Jumat. Kelahiran dari Sang Perawan -- Pentingkah? Lukas 1:26-37. Saya rasa
menarik bahwa orang memilih-milih bagian Alkitab untuk diterimanya sebagai
kebenaran. Kelahiran dari perawan Maria seringkali menjadi mujizat yang ditolak
- argumen yang saya dengar adalah, “Selama saya percaya kepada Yesus, yang lain
tidaklah penting.” Tapi alasan itu tidak logis. Tanpa kelahiran dari perawan
Maria, Yesus akan menjadi orang biasa seperti manusia yang lain dan karenanya
tidak layak diimani oleh siapapun. Renungkan implikasi seandainya Maria bukanlah
seorang perawan. Bila memang demikian keadaannya, maka hal-hal berikut ini
benar adanya: 1) Ia adalah pembohong yang menyatakan dirinya telah dikunjungi
oleh seorang malaikat dan diberitahu bahwa ia akan mengandung Anak Allah; 2) Ia
tidak setia kepada calon suaminya dan, konsekuensinya, 3) Yesus adalah anak
haram tanpa sifat ketuhanan. Bukan hanya itu saja; seandainya kelahiran oleh
perawan Maria merupakan suatu kebohongan, maka Yesus adalah orang gila yang
menyatakan diri-Nya sebagai Anak Allah dan mati sebagai martir karena mencoba
membuktikan pernyataan-Nya itu. Bahkan, agar kematian Yesus dapat menebus dosa
kita, maka kelahiran dari perawan Maria haruslah benar. Anak yang dilahirkan
dari seorang pria dan wanita datang ke dalam dunia dengan sifat “kedagingan”
yang berdosa (Roma 5:12), namun Allah menuntut korban yang sempurna untuk
menebus dosa. Pesan itu terdapat dalam seluruh Perjanjian Lama (Ulangan 17:1).
Hanya Yesus, yang lahir dari Roh Kudus (Matius 1:18), yang dapat membayar
hukuman kita, menggantikan tempat kita. Kita tidak dapat memperlakukan Firman
Tuhan seperti hidangan prasmanan relijius, dimana kita memilih bagian-bagian
yang kita akan percayai. Setiap fakta, janji, dan prinsip dimasukkan ke dalam
Alkitab untuk suatu alasan. Bapa menempatkan Anak-Nya di dalam rahim seorang
perawan sehingga tidak ada seorang pun yang dapat meragukan bahwa Ia memang
spesial - Anak Domba Allah, Juruselamat dunia.
Respon 8
Syalom. Amin... “Aku
tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau
melindungi mereka dari pada yang jahat.” (Yohanes 17:15). Terima kasih Ibu Siu,
selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu & Keluarga.
No comments:
Post a Comment