14 Desember 2013
Apakah anugerah
Tuhan yang telah menyelamatkan hidup kita menjadi motivasi untuk kita tetap
setia melayaniNya?? KASIH KARUNIA Tuhan yang telah MENYELAMATKAN hidup kita harus
menjadi motivator utama dalam melayaniNya. Dengan demikian kita tidak akan pernah
berhenti melayaniNya, sebesar apapun tantangan yang kita hadapi! (Kisah Para
Rasul 26:12-20) Masihkah saudara melayaniNya hari ini??
Respon 1
RENUNGAN PAGI. Sabtu,
14 Desember 2013. “Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan
segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.” “Haruslah engkau mengajarkannya
berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di
rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan
apabila engkau bangun.” (Ul 6:5,7) Mengajarkan anak untuk mengasihi Tuhan, bukan
hanya dilakukan sekali saja lalu bereslah sudah. Bagaimana anak bisa gampang
diajari: “Kasihi Tuhan ya, Nak, dengan segenap hati.” Sedangkan kasih kita
sendiripun masih setengah hati. Bagaimana mereka bisa mengerti? Saat mereka
mulai bertanya berulang kali, kita mulai jengkel dalam hati dan menyuruh mereka
berhenti. “Ah, sudahlah. Jangan terlalu banyak bertanya. Pokoknya turutin saja
seperti kata tadi. Pagi ini Tuhan ingatkan mari kita berubah kembali dampingi
anak-anak dengan kasih, belajar mengasihi Tuhan sepenuh hati, bukan hanya
dengan teori. Tapi juga dalam kehidupan kita pribadi agar sampai kelak nanti mereka
didapati Tuhan setia sampai akhir. Tuhan Yesus Memberkati.
Respon 2
Ketika kamu
terobsesi mengejar apa yang bukan untukmu, kamu akan selalu menemukan sesuatu
yang salah dengan apa yang kamu miliki. Uang merupakan hamba yang sangat baik,
tetapi tuan yang sangat buruk. Ketika anda mencoba mencari kesalahan orang
lain, anda telah membuat kesalahan. Orang yang menjelek-jelekkan kamu, tidak
lebih baik dari dirimu. Orang bilang “Penyesalan selalu datang belakangan”. Tp
penyesalan takkan datang jika rasa syukur datang sejak awal. Daun yang jatuh
tak pernah menyalahkan angin. Kenapa manusia yang putus asa selalu menyalahkan
takdir?? Masalah adalah cara Tuhan memberikan kamu sebuah pelajaran dan
pelatihan untuk jadi seorang yang bijaksana. Yang ditakutkan bukan kegagalan,
tapi nyerah sebelum sampai tujuan. Pria sejati bukanlah mereka yang bangga atas
berapa wanita yang mencintainya, tapi mereka yang bangga mencintai hanya satu
wanita. Jangan habiskan waktumu untuk seseorang yang tak mau luangkan waktunya
untukmu. Jika dia tahu betapa berharganya dirimu, lepaskanlah. Kebahagiaan
adalah milik mereka yang selalu membantu sesama, dan jika mereka tak mampu,
setidaknya mereka tak menyakiti sesama. Belajarlah menjadi lebih hebat dari
“ORANG SUKSES”, belajar bersyukur dari orang yang “KEKURANGAN”. Terkadang yang
sangat kamu butuhkan bukanlah seseorang yang pintar menasehati, tapi seseorang
yang tulus mendengarkan. Berucaplah dengan kata yang manis. Tapi tiada guna
berucap manis, jika setiap kata yang kau ucapkan adalah ketidakjujuran.
Semangat Pagi. Selamat beraktivitas. GBU
No comments:
Post a Comment