Thursday, 19 December 2013

19 Desember 2013



19 Desember 2013
Memasuki Permulaan yang Baru. Matius 28:18-20, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,cdan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Apa kata Tuhan Yesus kepada murid-muridNya? (ay. 18) Perintah apa yang diberikan oleh Yesus kepada murid-muridNya? (ay.19-20a) Apakah janji Yesus yang perlu kita ketahui dalam mentaati perintahNya? (ay. 20b) Tidak terasa kita sudah dipenghujung tahun 2013 ya! Apakah yang perlu kita persiapkan memasuki tahun 2014? Ini waktunya untuk kita menjangkau keluar & praktek melakukan pemuridan ONE on ONE. Mari menggenapkan Amanat Agung ini bersama-sama! Janji Tuhan adalah: “Ketahuilah AKU menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman!” Amin.

Respon 1
19 Desember 2013 / Kamis. Lapar dan Haus akan Allah. Yesaya 55:1-5. Kisah Daud menginspirasi kita untuk menginginkan hubungan yang intim dengan Allah. Tetapi dari mana datangnya hasrat semacam itu? Hasrat ini tidak dibuat atau diciptakan dengan usaha atau kekuatan kehendak manusia. Dan kita tidak dapat membuat diri kita tulus merindukan Tuhan --sifat kedagingan kita tidak akan pernah mengijinkan kita untuk menyokong level kesetiaan seperti itu. Rasa lapar dan haus akan Tuhan sesungguhnya adalah karunia dari Tuhan sendiri. Allah telah mentakdirkan kita untuk menjadi serupa dengan gambar dan rupa Anak-Nya, karenanya Ia menanamkan dalam diri kita suatu kerinduan alami untuk mengenal dan dikenal oleh sang Juruselamat. Masalahnya adalah banyak orang salah mengira kerinduan ini sebagai kebutuhan akan hal lainnya, mengejar hal-hal seperti kasih sayang, pujian atau ketenaran. Mereka menjalani hidup dengan berusaha menciptakan berbagai macam hubungan pribadi semampu mereka untuk memuaskan kerinduan yang bahkan mereka sendiri tidak pahami. Seringkali, hasilnya adalah hubungan yang hampa, kerja yang berlebihan, dan perilaku yang tak bermoral. Orang sibuk kesana kemari melakukan yang terbaik untuk memuaskan rasa lapar bawaan yang diciptakan oleh Allah sendiri -- rasa lapar yang begitu kuat sehingga tidak dapat terpuaskan oleh apapun kecuali oleh keintiman dengan Allah. Daud mengetahui bahwa hanya ada satu solusi terhadap kerinduan yang terus-menerus ada di dalam hatinya. Seperti kata St. Augustine, “Hati kita tidak dapat tenang hingga ia menemukan tempat peristirahatannya di dalam Dia.” Bila Anda sedang berusaha memuaskan rasa lapar bawaan Anda dengan kekuatan Anda sendiri, berpalinglah kepada Tuhan, yang adalah penulis kerinduan Anda.- SH

Respon 2
Semangat untuk menjala & memuridkan serta menjangkau jiwa untuk diselamatkan adalah target kami sekeluarga. Amin.

Respon 3
“Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah” (Ibrani 13:16) Biar hati kita memiliki kesukaan dalam membantu dan berbuat baik kepada sesama kita. Karena itulah yang menyukakan hatiNya.

Respon 4
Kisah Telur & Tempe Gosong. Suatu malam, ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam 7 malam ibu selesai mnghidangkan makan malam untuk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi. Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong. Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi ayah yang pulang kerja pasti sudah capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong. Luar biasa, Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan ibu dengan tersenyum dan bahkan berkata, “Bu, terima kasih, ya”. Lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya & adik di sekolah. Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar ibu minta maaf karena telor & tempe yang gosong itu & satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan: “Sayang, aku suka telor & tempe yang gosong.” Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada ayah, saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong? Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya & berkata, “Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sudah capek, jadi sepotong telor & tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok.” Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; ‘Belajar menerima kesalahan orang lain adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh & abadi. Ingatlah emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi, pasti punya alasannya Saudara. Janganlah kita menjadi orang yang egois hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti. Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN.

Respon 5
Maz 92:6, “Betapa besar-NYA pekerjaan-pekerjaan-MU, ya TUHAN dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-MU!” Aku MEMUJI kebesaran-MU ya YESUSku sebab Luar Biasa Pekerjaan-pekerjaan-MU... Pasti Terjadi MUJIZAT dalam hidupku! Samuel Sianto (SS)-YESTOYA, Malang.

Respon 6
Syalom. Amin... “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.” (Yohanes 10:28). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati.

No comments:

Post a Comment