24 Desember 2013
Memberi yang TERBAIK di Masa Sulit (2 Korintus 8:2-5). Apakah kita TETAP memberikan yang TERBAIK ketika
keadaan seperti tidak memungkinkan / ketika keadaan sulit? Baik dalam pekerjaan,
pelayanan, maupun keluarga? Apapun situasinya, itu bukan suatu masalah! Lupakan
masa sulitnya & fokuslah pada tujuan untuk memberi yang TERBAIK dari seluruh kehidupan kita! Amin.
Respon 1
Shalom! Ya! Apapun
situasi kita. meskipn dalam masa kesulitan, harus tetap semangat dalam berkarya
di dalam Tuhan. Memberi yang terbaik dalam kehidupan kita. Halleluyah, amin.
Jbu all.
Respon 2
Syalom... Matius 3:8;
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Sudahkah kita sebagai
orang 'Kristen' yang benar? Yang dalam kehidupan kita menghasilkan buah-buah
roh... Evaluasi hidup kita setiap hari, bukan hanya saat hendak tahun baru..
Miliki kerendahan dan ketulusan hati untuk selalu dapat diperbaharui... GBU... Selamat
menikmati liburan...
Respon 3
Selidikilah aku, ya
Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran- pikiranku;
lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! -
Mazmur 139:23-24. GBU All.
Respon 4
Syalom. Amin.. “TUHAN
menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia
jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.” (Mazmur
37:23-24). Terima kasih Ibu Siu, selamat siang, TUHAN memberkati.
Respon 5
Upah ketaatan pada
firman dan sabar, maka Tuhan memberi upah kepada mereka berupa janji untuk
melindungi mereka. Amin. Selamat berlibur dan menikmati damai natal dan Imanuel
dalam setiap hati, jiwa dan raga kita. JBU.
Respon 6
Memberi yang terbaik
disaat kekurangan? Susah dilakukan tapi bukan tidak bisa. Tergantung apa yang
jadi fokus kita. Kalau fokusnya Tuhan, ya pasti bisa.
Respon 7
24 Desember 2013 /
Selasa. Yesus--Penampakan Pertama-Nya. Roma 8:28. Beberapa situasi dalam
Alkitab mungkin tampak membingungkan bagi kita, tetapi tidak satupun dari
situasi itu yang terjadi secara kebetulan. Allah, yang mengetahui segala
sesuatu dan melihat mulai dari awal hingga akhir, mengerjakan setiap detil
rancangan penebusan-Nya dengan kedaulatan-Nya. Contohnya, mungkin aneh bagi
kita bahwa sensus pemerintah yang menyusahkan telah membuat Maria harus
melakukan perjalanan yang tidak nyaman saat usia kehamilannya 9 bulan. Kaisar
Agustus mungkin berpikir bahwa sensus ini adalah gagasannya, namun kenyataannya
adalah bahwa ia sedang dikesampingkan secara berdaulat: Allah memindahkan
keluarga ini ke Bethlehem untuk menggenapi nubuat tentang kelahiran Mesias.
Beberapa abad sebelumnya, Mikha menulis, “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata,
hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku
seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala,
sejak dahulu kala.” (Mikha 5:1). Perjalanan itu bukanlah satu-satunya hal yang
sukar, namun saat Yusuf dan Maria tiba di Bethlehem, satu-satunya akomodasi
yang mereka dapat temukan sangat tidak menarik. Suatu kandang dengan palungan
untuk tempat tidur bayi sulit dibayangkan oleh kita sebagai tempat yang cocok
bagi seorang Raja. Namun Bapa memiliki maksud tertentu juga untuk hal itu. Ia
ingin sang Anak Domba Allah dilahirkan di tempat yang hina, berdampingan dengan
domba lainnya. Yakinlah bahwa Bapa surgawi Anda melihat semuanya dan memiliki
maksud yang baik, yang jauh melampaui apa yang dapat dipahami oleh pikiran kita
yang terbatas. Pilihlah untuk mempercayai Dia, dan pegang janji-Nya untuk turut
bekerja dalam segala sesuatu demi mendatangkan kebaikan bagi anak-anak-Nya.-
SH.
No comments:
Post a Comment