17 Desember 2013
Dalam Kristus ADA PERTOBATAN. 1 Korintus 6:9 -10, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan
mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah
berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk,
pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”. Roma
5:8, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus
telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Roma 6:13-14, “Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa
untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah
sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan
serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata
kebenaran. Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak
berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.” Di dalam PERTOBATAN yang BENAR TIDAK ADA LAGI kebiasaan
buruk, kecanduan, pemberontakan, keterikatan,dan pelanggaran! SADAR adalah
LANGKAH AWAL dari PERTOBATAN, MENINGGALKAN DOSA adalah LANGKAH BERIKUTNYA.
Sudahkah kita sebagai anak-anak Tuhan yang BERTOBAT SUNGGUH-SUNGGUH?? Tetap semangat,
tetap SADAR & segera meninggalkan
kebiasaan lama (buruk) / cara hidup yang lama / manusia lama kita.
Respon 1
17 Desember 2013 /
Selasa. Pesan Palungan. Lukas 2:1-7; Sebelum kebangkitan bangsa Romawi,
penguasa dunia yang ulung adalah bangsa Yunani, dimana budayanya yang sangat
menarik telah membuat banyak orang ingin menjadi orang Yunani. Selain itu, saat
Alexander Agung menaklukkan banyak wilayah, ia memaksa orang-orang jajahannya
untuk melayani di dalam pasukan militernya. Agar mereka dapat memahami perintah
yang diberikan, ia memaksa para wajib militer mempelajari bahasa Yunani umum.
Saat selesai wajib militer, masing-masing mereka membawa pulang bahasa baru
ini, sehingga membantu menciptakan bahasa bersama antar kelompok suku. Ini
merupakan rancangan sempurna untuk menyebarkan pesan revolusioner yang akan
muncul dari Israel beberapa abad kemudian. Bangsa Romawi membuka jalan melalui
berbagai teritori yang mereka telah taklukkan dan kemudian menjaga jalur darat
dan laut dari musuh-musuh yang mengganggu. Oleh karena mereka melakukannya,
maka hal ini menjamin keamanan para misionaris Kristen mula-mula untuk
memberitakan Injil. Mungkin Yusuf dan Maria melewati salah satu jalan ini saat
mereka berjalan dari Nazareth ke Bethlehem. Entah mereka melaluinya atau tidak,
Allah kembali mengubah kesukaran -- yaitu sensus yang dipaksakan -- menjadi
berkat: Yesus sang Mesias dilahirkan sesuai dengan waktu dan tempat yang
dinubuatkan. Mulai dari saat di Taman Eden ketika kekalahan Iblis dijanjikan
hingga Kristus menggenapi nubuat di atas kayu salib, sang Bapa terus
mendatangkan kebaikan dari situasi yang buruk. Ia sedang mementingkan
rancangan-Nya untuk menyelamatkan dunia. Bangsa Romawi memang membuat
jalan-jalan, namun Allah-lah yang membuka jalan bagi sang
Juruselamat.-Sentuhan.
Respon 2
Shalom Siu, thank
you makanan rohaninya setiap hari, TUHAN memberkatimu, yang pemarah menjadi
peramah, amin. Bertobat mengenal TUHAN, karakterpun dibentuk diubahkan, dan
dibaharui... Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan kepadanya,
dan permintaan bibirnya tidak Kautolak. Sela. Sebab Engkau menyambut dia dengan
berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.
(Mazmur 21:3-4) God is good!
Respon 3
Ams 10:22, “Berkat
TUHANlah yang menjadikan KAYA, susah payah tidak akan menambahinya!” Siiip tenan…
Memang yang terbaik berkat itu dari TUHAN… Bisa dinikmati! Samuel Sianto (SS)-YESTOYA,
Malang.
Respon 4
Syalom. Amin... “Jikalau
ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia
menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.” (Yakobus 1:26). Terima
kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas TUHAN memberkati Ibu & Keluarga.
Respon 5
Menyatukan akal budi
kita dengan Roh kita. Jadi hari ini dengan hati yang berdoa untuk menerima
pencerahan dari Allah dalam saat teduh kita hari ini. Kita lebih antusias
melayani, bekerja bersama Yesus, amin. GBU.
No comments:
Post a Comment