07 Desember 2013
Taat Pada Peringatan. Matius 2:12, “Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada
Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.” Tuhan bisa
memperingatkan kita dengan berbagai cara: khotbah yang kita dengar, pengalaman-pengalaman
yang tidak menyenangkan, hati nurani kita maupun sesama & yang terutama adalah
melalui Firman Tuhan. Yang terpenting adalah KEPEKAAN kita MENDENGAR
peringatan Tuhan tersebut ya! Jangan keraskan hati, taati peringatanNya
sehingga kita beruntung. Amin.
Respon 1
Syalom. “Dengarkanlah
Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan
pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan
janganlah terkejut jika dinista oleh mereka.” (Yesaya 51:7). Selamat pagi Ibu
Siu, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu & Keluarga.
Respon 2
Mat 2:12; Tuhan bisa
memperingatkan kita dengan berbagai macam cara. Kita harus peka dalam mendengar
peringatan Tuhan. Dan ketika kita tahu diperingatkan, jangan keraskan hati
ngotot dengan pemikiran diri sendiri. Butuh ketaatan untuk dapat menuruti
peringatan dari Tuhan (karena seringkali kita tahu Tuhan sedang memperingatkan
tapi kita ngotot dengan logika kita, merasa diri lebih tahu). Kalau kita nurut
pasti terlepas dari celaka, karena Tuhan itu sayang sekali sama kita, Dia tidak
ingin kita sampai celaka.
Respon 3
RENUNGAN PAGI.
Matius 20:15, “Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hati-Ku?
Atau iri hatikah engkau, karena Aku murah hati?” ALLAH YANG DERMAWAN. Salah
satu alasan mengapa saya sangat bersyukur sebagai umat Allah adalah karena saya
menyembah Allah yang murah hati. Bagi saya secara pribadi, rasanya tidak ada
Allah yang begitu murah hati kepada umat-Nya selain Bapa Surgawi yang kita
kenal di dalam nama Yesus. Melalui perumpamaan tentang orang upahan di kebun
anggur, kita akan belajar mengenai kemurahan hati Allah kita. Dalam perumpamaan
tersebut, diceritakan adanya masalah ketika para pekerja menerima pembagian
upah atas hasil kerja mereka. Mereka yang bekerja lebih dahulu merasa keberatan
karena upah mereka sama dengan pekerja yang hanya bekerja selama satu jam.
Namun, pemilik kebun anggur menegaskan bahwa ia bukan berlaku tidak adil dalam
hal ini karena sebelumnya mereka sudah sepakat menerima upah satu dinar sehari.
Kemurahan hatinya itu, yang sukar dipahami oleh para pekerja yang terdahulu,
tentulah sangat disyukuri oleh pekerja terakhir yang hanya satu jam
berkeringat. Berbicara mengenai sifat Allah yang murah hati, Alkitab juga mencatat
bahwa Allah kita menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik. Dia juga
menurunkan hujan bagi orang benar maupun orang yang tidak benar (bdk Mat.
5:45). Kasih di dalam diri-Nya membuat Allah bermurah hati terhadap
ciptaan-Nya. Jika Allah begitu murah hati terhadap ciptaan-Nya, seyogyanya
umat-Nya juga menerapkan gaya hidup murah hati dalam hidup keseharian. Biarlah
dunia melihat bahwa Allah kita murah hati melalui perbuatan kita. Mari bermurah
hati!
Respon 4
ORANG KRISTEN YANG
BERMURAH HATI MEMANCARKAN KEPADA DUNIA KARAKTER BAPANYA YANG MURAH HATI. Shalom.
Selamat Pagi, Selamat berakhir pekan & Tuhan Yesus memberkati Anda berserta
semua anggota keluarga. Amin.
Respon 5
RENUNGAN PAGI.
Sabtu, 07 Desember 2013. ‘Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.’
(Yohanes 3:30) Mari kita coba renungkan dalam melayani pekerjaan Tuhan, siapa yang
lebih sering kita ceritaka? Kita atau Tuhan? Siapa yang lebih sering kita
tinggikan? Kita atau Tuhan? Juga, sesungguhnya siapa yang lebih menarik orang
datang ke gereja kita? Siapa yang lebih sering diceritakan orang melalui pelayanan
kita? Kita atau Tuhan? Sudahkah Ia semakin besar dan kita semakin kecil? Matius
2:12, kalau kita mengasihi, kita akan memperingatkannya; kalau kita tidak
mengasihi, kita akan membiarkan. “Bapa, kami bersyukur Engkau mau
memperingatkan kami. Mampukan kami untuk peka dan taat pada peringatanMu sehingga
kami beruntung. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin!” Tuhan Yesus
Memberkati.
Respon 6
Yohanes 1:13, “orang-orang
yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani
oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.” Setelah kita hidup
baru, kita bukanlah hidup menurut kedagingan tapi oleh kekuatan Roh yang
memampukan kita untuk melampaui keterbatasan manusia (daging). Karena daging
hanya terfokus pada falta akan dunia ini, tetapi roh, melihat realita Tuhan yang
luar biasa untuk stiap anak-Nya.. Selamat beristirahat. JBU.
No comments:
Post a Comment