Monday, 30 December 2013

30 Desember 2013



30 Desember 2013
Jangan Tertidur (Kis 20:7-12). Ibrani 12:5, “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: ‘Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya..’” Seperti apapun pengkhotbahnya, dan cara menyampaikan Firman, pandanglah Firman Tuhan-Nya saja / hormatilah DIA melalui FirmanNya ya, jangan lagi terbuai oleh rasa kantuk / bahkan tertidur (seperti kisah Eutikhus). Beri kami kesungguhan hati ya Tuhan, saat kami mendengarkan FirmanMu. Amin!

Respon 1
Syalom. Amin... “Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.” (2 Yohanes 1:9). Terima kasih Ibu Siu, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu & Keluarga.

Respon 2
Shalom, selamat pagi, thank you Ibu firmannya, TUHAN YESUS memberkati Ibu & keluarga. GBU All.

Respon 3
Lalu kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia’. Bukan saja Natanael yang percaya kepada Kristus Yesus, sehingga langit terbuka baginya. Melainkan juga kepada kita yang percaya kepada Yesus Kristus TUHAN… Langitpun terbuka bagi kita…

Respon 4
Sabtu, 21 Desember 2013. Bacaan: Matius 1:18-25. Setahun: 1 Yohanes 4-5. Nats: Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. (Matius 1:24) KETAATAN YUSUF. Jika menuruti keinginan hatinya, Yusuf bisa saja pergi meninggalkan Maria, tunangannya yang sedang mengandung bukan karena berhubungan dengannya. Ia bisa punya banyak alasan untuk menceraikan Maria; orang tak akan menyalahkan keputusannya. Tetapi, ia tidak melakukannya. Ia tidak mengambil pilihan itu. Yusuf memilih untuk menaati perintah Allah, agar ia memperistri Maria selamanya. Ia percaya akan kata-kata malaikat Tuhan dalam mimpinya malam itu.Sebuah keputusan yang jarang dan mungkin belum pernah diambil oleh seorang pria: mengetahui tunangannya hamil bukan karena perbuatannya dan tetap mempertahankan hubungan tersebut. Yusuf berani mengambil keputusan itu dan bersedia menanggung segala risiko yang pasti tidak mudah. Ia harus bertahan menghadapi gunjingan orang atas kondisi Maria yang hamil sebelum mereka menikah. Begitu menikah, ia sudah harus repot menjaga Maria dan mempersiapkan kelahiran bayinya. Dalam hidup ini, tak jarang kita mengalami perkara yang tidak kita inginkan atau tidak pernah terlintas dalam pikiran kita. Bisa jadi kita harus ikut menanggung konsekuensi tindakan orang lain. Masih maukah kita mendengarkan dan menaati Tuhan untuk tetap tinggal dan menyelesaikan perkara tersebut sekalipun harus menghadapi risiko yang berat? Bukan sebuah pilihan yang menyenangkan dan mudah jika kita tidak mengerti rencana indah di balik perkara tersebut. Kita hanya bisa menyelesaikan dan melewati perkara itu dengan bersandar dan percaya sepenuhnya akan rencana indah-Nya (Istiasih). KETAATAN KEPADA KEHENDAK ALLAH ADALAH RAHASIA UNTUK MEMPEROLEH WAWASAN DAN PENGETAHUAN ROHANI (ERIC LIDDLE).

No comments:

Post a Comment