Monday, 30 September 2013

Nyaman di “Nggak Nyaman”



Nyaman di “Nggak Nyaman”
(Khotbah Ps. Elisa Soetopo, Gembala Gereja AOC)

Comfortable in UnComfortable
“Sacrifice is one of the purest and most selfless way to love something/someone. Practice it daily.”

Nggak Nyaman jadi Nyaman… Hal ini terjadi ketika LOVE IT, karena cinta. One Word, LOVE. Karena LOVE / CINTA kita bisa berani berkorban. Kita berani untuk merasa tidak nyaman, and get dirty. Kalau terhadap BARANG, orang berani tidak nyaman, dan berani sacrifice – menderita untuk itu.

Matius 20:28, “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Tuhan sangat mengasihi manusia, Dia tidak hanya ngomong saja tetapi BERTINDAK. Ternyata Tuhan mengajarkan kita sesuatu: kalau kamu sayang sesuatu, kamu pasti bertindak untuk hal yang kamu sayangi. Kamu bisa berkorban tanpa rasa sayang, tapi nggak mungkin kamu sayang tanpa berkorban.

Lukas 22:26, “Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.”

Orang yang di dapur (kitchen) adalah orang yang punya hubungan dekat (closer relationship) daripada hanya duduk di ruang tamu. Anda bisa berpindah dari ruang tamu ke ruang makan, kemudian ke dapur ketika Anda punya hubungan yang sangat dekat. The deeper relationship is, the dirtier it gets. You don’t have to just die for people you love, you need to live for them too.

Terkadang, kita bisa menjadi orang yang tidak berani repot. Terhadap keluarga, pasangan, papa mama, kakak adik, bahkan Tuhan. Itu mungkin adalah sebuah signal agar kita menenggelamkan diri kita lebih dalam. DEEPER in a relationship, with God and / or with others.

Bagaimana kalau memang kurang sayang?
1.      Pikirkan, apakah yang Anda cintai berharga atau tidak untuk kita meluangkan waktu untuk itu.
2.      Beradalah di antara orang-orang yang mengasihi yang benar.
3.      Melangkahlah untuk berani sedikit lebih kotor untuk hal yang Anda perlu lebih cintai.

No comments:

Post a Comment