26 September 2013
Rumah Kosong.
Matius 12:43-45, “Apabila roh jahat
keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari
perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke
rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu
kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh
lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka
akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian
juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.” Hidup kita sebagai orang
percaya telah dibersihkan dan disucikan oleh darah Tuhan Yesus. Segala dosa dan
kejahatan telah dibersihkan dari hidup kita. Namun kita tidak boleh membiarkan
hidup kita tetap kosong agar hal-hal yang jahat yang dahulu menguasai kita
telah disucikan oleh Tuhan Yesus tidak kembali lagi! Bagaimana caranya mengisi
hidup kita agar tidak kosong? Dengan membaca firmanNya, berdoa, beribadah, dan
bersekutu dengan saudara-saudara seiman. Jika hal ini kita lakukan, maka
hal-hal yang jahat itu tidak akan masuk lagi ke dalam hidup kita. Sudahkah kita
melakukan hal-hal tersebut di atas? Tetap semangat, tetap mengisi hidup ini
dengan “hal-hal yang benar”.
Respon 1
Syalom. Amin… “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil
kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan
berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan
kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman” (2 Tim 1:9). Terima
kasih Ibu Siu Siang, selamat beraktivitas, TUHAN memberkati Ibu dan keluarga.
Respon 2
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke
atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan
Samaria dan sampai ke ujung bumi. (Kis 1:8) Orang dunia tidak membaca alkitab
tetapi membaca hidup kita. Lembaran hidup kita adalah ayat-ayat yang
sesungguhnya mereka baca.
No comments:
Post a Comment