28 September 2013
KERJA KERAS &
ANDALKAN TUHAN. Amsal 17:22, “Hati
yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan
tulang.” Amsal 23:18, “Karena masa
depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Seorang pekerja keras
tentu tidak akan mudah menyerah ya. Ketika mengalami kegagalan, seorang pekerja
keras selalu berusaha berjuang dan mencoba untuk menjadi lebih baik lagi. Bukan
hanya itu saja sebagai orang percaya kita harus memiliki nilai-nilai LEBIH dari
orang-orang yang belum mengenal Tuhan. Oleh sebab itu andalkan Tuhan dalam
segala hal, maka IA akan membuka jalan untuk memberkati kita. Dan yakinlah
jerih lelah kita tidak akan sia-sia, ketika kita mengejarkan segala sesuatu
sesuatu seperti untuk Tuhan bukan kepada manusia. Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah
dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
Respon 1
Syalom. “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud
penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi
engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa.”
(Yesaya 42:6) Selamat pagi Ibu Siu, selamat beraktivitas. TUHAN selalu
memberkati Ibu dan keluarga.
Respon 2
MENANTI-NANTIKAN TUHAN (1 Samuel 22:1-5). Bagi banyak orang
Kristen, hal “mengetahui kehendak Tuhan” adalah masalah yang sangat sulit. Saya
mau taat, tapi… Taat melakukan apa? Bagaimana saya tahu kehendak Tuhan? Ada
masa gelap dalam hidup orang percaya, di mana kita berusaha memahami apa yang
Tuhan kehendaki, tetapi kita tetap tidak mengerti lalu bagaimana kita harus
bersikap? Sikap yang baik adalah: Menanti-nantikan Tuhan sambil terus percaya
bahwa Dia baik dan selalu baik. Kehendak Tuhan seperti lilin, lain dengan
senter yang dapat menyorot beberapa meter ke depan, lilin menyala selalu dekat
dengan kaki kita. Sinarnya menerangi setapak demi setapak, sehingga kita tidak
terpelecok. Saat lilin berhenti, kita harus ikut stop, tapi terus menantikan
Tuhan melalui doa. Saat lilin itu berjalan kembali, sambutlah dengan langkah
yang riang dan penuh keyakinan bahwa Tuhan memimpin kita. Kenapa kehendak Tuhan
seperti lilin? Karena Tuhan ingin kita bersandar kepadaNya sambil menantikan
Tuhan, kita harus memelihara hati kita. Seorang teolog berkata titik temu
antara kehendak Tuhan dan ketaatan saya untuk berjalan dalam kehendakNya
terletak dalam hati kita. Amin. Have a nice day. GBU.
No comments:
Post a Comment