Friday, 6 September 2013

6 September 2013



06 September 2013
Berani Meminta Maaf. “Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu. Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.” (Kejadian 33:3-4). Tinggi hati adalah salah satu sifat yang menjadi kegemaran manusia, tetapi tidak bagi Yakub, Ia berani menghampiri Esau untuk mengadakan Rekonsiliasi sebelum akhirnya menuju daerah tempat tinggalnya. Perdamaian bukanlah sesuatu yang diusahakan dengan kekerasan tetapi selalu dimulai dengan HATI yang TULUS. KESADARAN & KEMAUAN untuk terlebih dahulu mengadakan PERDAMAIAN adalah sikap seorang Pengikut Kristus Sejati. Roma 12:10, “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”

Respon 1
“Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian.” (2 Tes 3:16) Terima karunia damai sejahtera-Nya terus menerus membuat: damai di hidup, damai di keluarga, damai di pekerjaan, damai di karier, damai dalam segala hal. Do not your heart be troubled. Emmanuel!

Respon 2
Ya amin! Seperti halnya Daud kita ingat bahwa kasih dan kebaikan hati tidak akan meninggalkan maupun membiarkan kita. Manakala kasih Allah masuk ke dalam pikiran kita, kepedihan hati, dan ketakutan kita akan lenyap, ratapan kita akan diubah menjadi tarian pakaian kabung dan derita kita akan dilepaskan dan kita pun akan diikat dengan sukacita, kita dapat bangkit untuk menyambut hari sambil menyerukan puji-pujian karena belas kasihan, tuntunan dan perlindungan yang telah diberikanNya, kita bersukacita di dalam namaNya yang kudus (Mazmur 30:12-13). Bagaimanapun keadaan kita, marilah kita menyanyi bagi Tuhan sekali lagi. Amin, karena di dalam pujian ada kuasa. JBU.

No comments:

Post a Comment