Monday, 9 September 2013

9 September 2013



09 September 2013
HIDUP yang BERDAMPAK POSITIF. Filipi 4:8, “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Roma 12:2, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat di Filipi: untuk memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Pikiran yang seperti itu akan menghasilkan perilaku yang baik dan benar. Sekaligus kita dijauhkan dari perilaku “orang-orang dunia” saat ini (Roma 12:2). Dengan demikian hidup kita berpengaruh positif bagi orang lain dan juga menjadi kesaksian yang mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan! Nilai → pikiran → sistem → tindakan. Design Values (Nilai) hidup Anda dengan hidup yang BERDAMPAK POSITIF bagi orang lain.

Respon 1
Ya amin! Manusia, sekalipun penuh dengan hikmat dan pengertian, kekayaan dan kehormatan semuanya akan berakhir. “Karena tidak ada kenang-kenangan yang kekal baik dari orang yang berhikmat, maupun dari orang yang bodoh, sebab pada hari-hari yang akan datang kesemuanya sudah lama dilupakan.” (Pengkhotbah 2:16a). Karena itu kejarlah apa yang menjadi kekekalan bagi kita di surga. Amin. Selamat berkarya. Jbu.

Respon 2
Syalom. Kita adalah gereja-Nya, bukan terbangun dari opini manusia tetapi oleh firman, jadi kita harus membangun roh bersama Tuhan. Miliki pengenalan akan Tuhan yang terus dibangun dan ketulusan hati untuk menerima Roh Kudus dalam hati kita untuk dirombak, dibentuk, dan dibangun kembali. Ketahuilah kita dipanggil dari setiap keluarga, suku, dan bangsa untuk menjadi agen perubahan bagi keluarga kita, suku kita, bangsa kita, hingga ke bangsa-bangsa. Pertama-tama jadilah gereja yang terbangun dari fondasi firman dan pilarnya kebenaran. Peace to you.

Respon 3
Syalom. “Kekuasaan dan kedahsyatan ada pada Dia, yang menyelenggarakan damai di tempat-Nya yang tinggi.” (Ayub 25:2). Selamat beraktivitas, kiranya Tuhan selalu menyertai Ibu Siu dan keluarga.

Respon 4
Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya… (Pengkhotbah 7:8). Bagaimana kita menyelesaikan itu lebih penting daripada kita memulai. Banyak orang dapat memulai tetapi tidak banyak yang bisa menyelesaikan. Keep strong!

Respon 5
Tentang Manajemen Stres, Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada siswanya: “Seberapa berat menurut Anda, kira-kira segelas air ini?” Para siswa menjawab mulai dari 200 gram hingga 500 gram. “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya,” kata Covey. “Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan Ambulance untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya maka bebannya akan semakin terasa berat. Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” Lanjut Covey, “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi. Kita harus meninggalkan beban kita secara periodic agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang, beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada di pundah Anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi. Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya! Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat atau disentuh tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita!” Enjoy your life! GBU.

No comments:

Post a Comment