18 September 2013
“Carilah TUHAN selama
Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” (Yesaya 55:6)
Selama kita masih hidup dan punya banyak kesempatan, temuilah Tuhan.
Sesungguhnya Tuhan sangat dekat dengan kita, namun kita tidak pernah
menyadarinya! Mulai saat ini pereratlah hubungan kita dengan Dia, sebelum kita
meninggalkan dunia ini dan kehilangan kesempatan untuk dekat denganNya! Apakah
kita hanya mencari Tuhan saat kita butuh saja? Tuhan bukanlah senjata andalan
di saat kritis tetapi Tuhan adalah SENJATA UTAMA kita!
Respon 1
Syalom, amin… “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia
mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu
akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu,
sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.” (Maleakhi 3:1) Terima
kasih Ibu Siu. Selamat beraktivitas, Tuhan memberkati Ibu bersama keluarga.
Respon 2
RENUNGAN PAGI. Rabu, 18 September 2013. “Israel lebih
mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang
lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf
dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau
menyapanya dengan ramah.” (Kej 37:3-4) Bagaimana dengan kita? Adakah kita
mengasihi salah satu anak kita dibandingkan yang lain? Bisa saja kita ajukan
alasan: dia memang baik kok, dia memang anak penurut kok, dia memang paling
tidak nakal kok, dia memang pintar, dia memang layak “dikasihi”. Namun, adakah
sikap kita itu benar? Bukankah semua itu anak kita? Atau mungkin kita
bersikeras katakan “aku tidak pilih kasih”. Namun, adakah anak-anak kita juga
melihatnya demikian? Atau di mata mereka, kita tidak adil dalam membagi kasih?
Bukan mencar siapa yang benar, bukan pula mencari siapa yang salah. Namun,
biarlah kita saling menjaga hati. Tuhan Yesus memberkati.
Respon 3
“TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita
bersukacita.” (Mazmur 126:3) Kita bisa saja punya banyak alasan untuk menyerah,
tetapi JANGAN kita putuskan untuk menyerah karena bersama Tuhan kita dapat
lakukan perkara besar.
Respon 4
Apa saja yang kita rencanakan baik dalam urusan rumah
tangga, sekolah, pekerjaan, pelayanan, tidak selalu semuanya berjalan mulus dan
lancer. Ada kalanya apa yang terjadi tidak seperti yang kita rencanakan.
Terkadang kita lupa bahwa seharusnya yang berjalan di depan kita bukanlah diri
kita sendiri. Ucapan Ilahi firman Tuhan tentang Israel dalam Zakharia 12:5.
Jesus first, not me. Anak-anak Tuhan, jangan terkecoh dengan cara ini!
Orang-orang di luar kita harus memacu dirinya sendiri untuk mengatasi
permasalahan hidup, tidak kenal kuasa Tuhan. Tentu dirinya sendiri yang
dimotivasi supaya langkah-langkahnya bisa berhasil, tetapi tidak demikian
dengan kita. Kita tidak pernah sendiri! Kita punya Tuhan yang luar biasa! Amin!
Selamat berkarya, sampai jumpa besok hari yang terindah. Jbu.
No comments:
Post a Comment