1.) Sudahkah kita sebagai Penyem-bah
mempunyai keberanian untuk mengakui dosa-dosa kita? (Seperti halnya Raja Daud?)
2.) Sudahkah kita memotivasi orang lain un-tuk menjadi Penyembah? Kita
perlu menga-kui dosa kita, bagaimanapun juga kita takkan bisa menyembunyikan dari Allah, sehingga hidup kita dimampukan
menjadi berkat untuk memotivasi orang lain menjadi Penyembah dalam Roh
& Kebenaran. Amin
Respon 1 :
Transformasi
dimulai ketika kita mengenal Kristus yang menjadikan budi atau cara berpikir
kita berubah dan diperbaharui (Roma 12:2).
Renungan
Pagi. Senin 04 Agustus 2014. Bahan: Yesaya 19-21. “Firman yang didengar itu
tidak berguna bagi mereka, karena mereka tidak dipersatukan dalam iman dengan
orang-orang yang mendengarkannya.” (Ibrani 4:2) KUPING PANCI. Bacaan: Bilangan
14:40-45. Waktu kecil, bila saya membandel dan tidak menyimak perintah
orangtua, mereka akan berkomentar, 'Kuping itu jangan jadi kuping panci, cuma
ditempel di kepala, tapi tidak dipakai untuk mendengarkan.'
Makna-
nya
sama dengan ungkapan: 'masuk telinga kiri, keluar telinga kanan.' Menunjukkan
ke-sembronoan kita dalam mendengar, yang bisa berakibat fatal. Ini pula yang
membuat bangsa Israel gagal menghadapi persoalan, terutama ketika melintasi
padang gurun. Mereka tidak mendengarkan dengan baik. Bacaan kita me-muat contoh
bagaimana mereka tak memedu-likan teguran Musa; tetap nekad masuk ke Kanaan,
dan gagal. Kesungguhan kita dalam mendengar dan menanggapi firman Tuhan akan
menentukan pertumbuhan iman kita (Roma 10:17). Tak ada rumus baku serta cara
pintas mengenai cara membuang 'kuping panci' dan memiliki telinga yang peka
mendengar suara Tuhan. Satu-satunya cara adalah dengan melatih telinga rohani
secara tekun dan teratur. Kita perlu mengambil waktu untuk menyendiri dan
mencari suasana sunyi, agar kita punya situasi kondusif untuk mendengarkan
suara Tuhan yang lembut. Selanjutnya, dalam kesunyian ini, jangan biarkan
pikiran menjadi kosong. Gunakan waktu tersebut untuk mengambil suatu bagian
kecil firman Tuhan, dan merenungkannya. 'Cerna' bagian tersebut sungguh-sungguh
dan gali maknanya sedalam mungkin. Bila perlu, bandingkan dengan bagian-bagian
lain yang serupa dalam Alkitab sebagai referensi, kemudian ambillah penerapan
praktis dalam hidup Anda. Ketika kita terlatih untuk mendengarkan Tuhan, kita
akan semakin memahami pola pikir dan kehendak Allah bagi kita. MENDENGARKAN
ADALAH PINTU MENUJU PENGERTIAN. Tuhan Yesus memberkati.
Respon
3 :
Syalom.
Amin... “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita.
Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap
berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” (1 Yohanes 4:16). Terima kasih
ibu Siu, selamat
beraktivitas
TUHAN memberkati.
Respon
4 :
Sangat
sedikit orang yang memiliki watak untuk menghormati tanpa iri hati pada seorang
teman yang berhasil (1 Samuel 18:3-4) - Rev. John Hartman.

No comments:
Post a Comment